WHO ARE YOU?

WHO ARE YOU?
eps.11.perasaan apakah ini?



Who are you?


Eps.11


Orang itu langsung terkejut sambil berbalik melihatku.awalnya aku merasa takut,tapi setelah melihat wajah orang itu aku merasa lega.ternyata itu Karin.


"Hei,apa yang kamu lakukan disini Rin?dan kenapa kamu bisa ada di kamarku?!kamu tidur di bawah kolong ya?"


"Hussh,enak aja!aku masuk dari jendela lah,jendela nya terbuka lebar gitu.eh...eh... btw kenapa di kamarmu ada beling kaca dimana dimana?"


"Aku juga gak tau,tiba tiba ada orang yang melempar batu ke jendela kamar dan semuanya menjadi berantakan."


"Owh gitu,adu duh...kasian banget dikerjain orang jahil,haha."


"Lu nih!gak setia kawan banget."


"Y lah,ok....eh...kamu kok belum siap,kita kan mau camping,yang lain mungkin udah nungguin tuh...ntar telat,buruaaaan!"


"Oh iya,tunggu,tunggu."


Aku segera mandi,memakai baju dan membawa perlengkapan,setelah itu aku langsung berangkat dengan Karin.


20 menit kemudian...


"Haaaah,akhirnya Sampek juga."


"Eh Rin,betul gak nih rumahnya si vlora?"


"Y iyalah,eh...tapi dimana mereka ya?"


Vlora:"karin,Laras!sini sini!"


Fandi:"nah ini dia yang ditunggu tunggu,lama amat sih?"


Laras:"ia sorry...sorry."


Aku langsung menaiki mobil dan menghitung mereka.aku terkejut ketika jumlah kami ada tujuh orang.


Laras:"Loh...kita kok tujuh orang?itu siapa yang dibelakang mukanya ditutup majalah gitu?"


"Owh...aku belum kenalin ya...ini temanku,namanya..."


Orang itu memindahkan majalah dari mukanya dan aku sontak terkejut ketika melihat wajah yang sangat kukenal.orang itu adalah...


Laras:"Da...Dani!"


Dani:"kamu!"


Karin menawan tawanya yang mau meledak ledak,vlora pun menyenggol punggung Karin dan mengisyaratkan untuk diam.


Fandi:"kamu kenal?bagus dong kalau kalian saling kenal."


Laras:"bagus katamu?!"


Arif:"sudah...sudah...ayo berangkat.tidak usah dipermasalahkan lagi."


"BZZZZT"


Selama perjalanan mata kami saling menatap jengkel dan tidak percaya,sesekali kami menggelengkan gelengkan kepala seraya berdoa.


Karin masih menatapku dan masih menahan tawanya.aku mengisyaratkan Karin dengan memplototinya.dia pun tidak lagi melihat dan menertawai ku karna takut aku meluapkan seluruh amarahnya kepadaku."


Vlora:"kapan sampainya sih...dah capek nih."


Tomi:"bakalan cepat sampeknya kalau Lo ga Bawak Bawak barang yang ga berguna,liat tuh...catokan rambut aja Lo bawa,mau nyari listrik dimana?lubang hidung Lo,hahaha"


Vlora:"kecantikan itu perlu dijaga kalau ga ada listrik gue tempelin aja tuh dijidat Lo biar panas."


Kami semua tertawa terbahak bahak kecuali orang yang tidak punya selera humor dibelakangku ini.


Doni:"apa Lo liat liat?kagum ama ketampanan saya?"


Laras:"idih...norak plus najis!"


Mereka kembali tertawa kecuali kami berdua yang tidak menghiraukan tawaran mereka dan sama sama menatap sinis.


Fandi"ahhhhh....akhirnya sampai,welcome to,hutan pohon hitam!"


Kami semua turun dari mobil dan mulai merentangkan semua alat gerak yang sudah kaku karna Berjam jam duduk di mobil.


Vlora:"akhirnya sampai!salam dariku hutan yang hitam sehitam Arif,wkwkwk"


Arif:"hitam hitam gini gue tetep manis kali."


"HAHAHAHA"


Doni membawa tasnya dan melihat lihat sekitar dengan jeli dan tanpa ekspresi seperti biasa.


Doni:"hmmm...ada yang aneh dengan hutan ini."


Laras:"paan sih?!bilang aja Lo takut kalau malam,nanti digigit nyamuk jadi bentol bentol deh kulit Lo yang sempurna itu."


Doni melihatku dengan setengah tersenyum dan menjawab dengan arogan.


Doni:"hah...terima kasih."


Laras:"paan sih...ga sadar amat lagi diledek."


Suasana menjadi hening.karin memecahkan keheningan dengan menepuk tangannya dengan keras.


"PLOK!"


Kami semua terkejut dan menyoraki Karin.


Karin:"sorry guys...banyak nyamuk,haha."


Tomi:"apa lagi yang kita tunggu? ayo jalan dan membuat rekor camping terhebat!"


Kami tertawa dan mengikuti Tomi dari belakang.tapi tiba tiba...satu langkah memasuki hutan itu aku sudah merasakan sesuatu yang aneh dengan hutan itu,kupikir apa perasaanku saja atau memang benar.dan kurasa,bukan aku saja yang berfikir begitu.Doni melihatku dan mengangguk pelan dengan tatapan yang mengisyaratkan untuk pergi.tiba tiba ada sesuatu yang melesat kearahku dari samping.


Doni:"Laras,AWAS!"


Laras:"AAAH!"


Bersambung...