
Susan keluar dari ruangan Eric dengan kesal.
"Susan" kata Jacob sambil menyusul Susan yang berjalan dengan cepat. "Susan ..." lanjutnya.
Susan tak menghiraukan perkataan Jacob dan terus berjalan ke luar dari kantor.
"Susan ..." kata Jacob sambil memegang tangan Susan.
"Lepaskan aku Jack"
"Huhhft" dengus Jacob menghela nafas panjang.
"Eric sudah keterlaluan Jack, aku sangat kesal kepadanya" ucap Susan dengan nada penuh amarah.
"Baik, duduklah sebentar"
Jacob pun menarik tangan Susan dan mengajaknya duduk di bangku halaman perusahaan. Susan pun mengikutinya dengan malas.
"Bagaimana bisa dia melakukan itu? Dia sangat kejam sekali kepada Zian"
Jacob mendengarkan Susan dengan seksama.
"Atau jangan-jangan kamu juga tau masalah ini? Atau kamu yang membantu Eric untuk melukai Zian?" kata Susan menuduh Jacob.
Jacob hanya diam saja, karena memang Jacob yang membantu Eric untuk memberi pelajaran kepada Zian. Ia tidak menyangka bahwa anak buahnya melukai Zian sampai dia terbaring koma. Yang ia tau, Eric hanya menyuruhnya untuk membawa Zian ke sebuah gudang. Dan di sana, Jacob menyerahkan Zian kepada anak buahnya.
Ia meminta kepada anak buahnya agar Zian mendapat pelajaran, namun jangan sampai Zian mati. Tapi siapa sangka, kini dia malah terbaring koma di rumah sakit.
"Kamu diam Jacob? Berarti apa yang aku katakan benar?" lanjut Susan. "Apa kamu tau? Karena hal ini Serlyn sampai kehilangan bayinya"
"Susan, aku tau apa yang kamu rasakan. Aku tau, kamu pasti sedih ..."
"Kamu tidak tau apa yang aku rasakan Jack. Kamu tau sendiri, Serlyn sudah aku anggap seperti saudara ku sendiri. Bagaimana kamu juga setega itu dengannya"
Jacob pun menghela nafas panjang sambil memegang tangan Susan.
"Aku tau ... Tapi ... pikirkanlah baik-baik. Apakah ini sepenuhnya kesalahan ku dan Eric?" ucap Jacob dengan lembut.
Susan pun terdiam mendengar ucapan Jacob.
"Kamu tau sendiri seperti apa Eric. Dia tidak akan membiarkan orang yang mengganggunya bisa hidup dengan tenang"
Susan pun mulai mencerna kata-kata Jacob.
"Aku membantu Eric karena dia adalah teman ku. Kita berempat bahkan sudah seperti saudara. Apa kamu tidak ingat, jika bukan karena Eric. Mungkin kita bukanlah apa-apa. Dia sudah membantu kita untuk hidup lebih baik. Sudah sewajarnya aku membantunya" jelas Jacob.
"Di dalam masalah ini yang patut disalahkan adalah Serlyn. Kalau dia tidak cari gara-gara kepada Eric mungkin kejadian ini juga tidak akan terjadi"
"Dia hanya ingin mengejar cintanya. Kenapa harus disalahkan" kata Susan mencapai membela Serlyn.
"Yang salah bukan cinta Serlyn kepada Eric, tapi yang salah adalah perbuatannya. Dia melakukan segala cara untuk mendapatkan kan cinta dan perhatian Eric sampai-sampai tidak memikirkan keselamatan dan kehidupan orang lain" jelas Jacob.
"Aku tahu dia keterlaluan, tapi setidaknya jangan beri dia hukuman yang begitu berat. Dia tidak punya orang tua, dia hanya memiliki adiknya. Satu-satunya keluarga yang dia punya. Aku merasa sedih melihat keadaannya sekarang Jack. Sebenarnya dia adalah orang yang baik, dia melakukan itu karena terpaksa. Karena dia ingin mendapatkan perhatian Eric.
"Lalu kalau begitu siapa yang harus disalahkan? Eric juga tidak bersalah dalam hal ini, dia hanya ingin membalas perbuatan Serlyn karena telah berusaha menghasut nya. Kamu bahkan tahu sendiri, sampai-sampai Eric mau membunuh anak yang ada di dalam perut Kyra"
Susan pun terdiam sejenak, ia pun membayangkan semua kejadian yang dialami Eric dan juga Serlyn. Dia pun kini menyalahkan dirinya sendiri, andai saja waktu itu dia tidak meminta Serlyn menemui Eric maka hal ini tidak akan terjadi. Andai saja waktu itu dia menyuruh orang lain, maka sekarang mungkin Zian akan baik-baik saja. Susan pun mulai menyalahkan dirinya karena telah membawa Serlyn masuk ke dalam kehidupan Eric. Yang sedari dulu dia tahu bahwa Eric sangat peduli dan sangat menyayangi adiknya Kyra.
Dia tidak menyalakan Serlyn karena melakukan kan apapun demi mendapatkan cintanya, karena sebagai wanita dia bisa memahami perasaan Serlyn. Tapi yang ia sayang kan adalah Serlyn tidak tahu betapa kejamnya Eric ketika ada seseorang yang menyentuh ataupun melukai Kyra.
"Semua memang salahku Jack" kata Susan lirih mencoba menahan air matanya agar tidak jatuh membasahi pipinya.
"Sudahlah Susan, yang terjadi biarlah terjadi. Anggap saja ini adalah karma yang didapat Serlyn karena telah mencoba menyinggung Eric" ucap Jacob menenangkan Susan.
"Andai saja aku tidak menyuruh Serlyn datang ke apartemen Eric. Andai saja aku menyuruh orang lain yang datang ke sana. Andai saja Serlyn tidak menemui Eric, mungkin semua ini tidak akan terjadi dan Zian mungkin sekarang masih baik-baik saja" gumamnya.
"Anggap saja ini sudah takdir Susan. Kita tidak perlu menyalahkan siapapun. Dan lagi pula ini bukanlah urusan kita, biarkan mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri dengan cara mereka" kata Jacob.
"Bagaimana aku tidak ikut campur? Serlyn sudah aku anggap seperti keluarga sendiri begitu juga dengan Eric. Aku tidak bisa menutup mata akan kejadian hal ini, melihat Serlyn yang terpukul akan kejadian ini hatiku juga merasa sedih"
"Itu karena kamu terlalu baik. Kamu bahkan bisa merasakan semua kesedihan orang-orang yang ada di sekitarmu. Lalu apakah kamu kamu juga tidak merasakan kesedihan Kyra karena Eric salah paham kepadanya? Dia bahkan juga hampir kehilangan anaknya"
"Bagaimana aku tidak sedih dan kasihan kepada Kyra. Kyra juga sudah aku anggap sebagai adikku sendiri"
"Kalau begitu, tempatkanlah dirimu di posisi Eric. Jika ada seseorang yang mencoba melukai dan membahayakan adikmu. Apa kamu juga akan melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan Eric sekarang?" tanya jawab Jacob.
Susan pun terdiam di dalam hatinya ia juga membenarkan apa yang diucapkan oleh Jacob. Mungkin jika dia juga memiliki saudara, dia pasti akan melindunginya seperti apa yang dilakukan dari kepada Kyra.
"Apa kamu sudah paham sekarang?'' kata Jacob.
Susan pun mengangguk tanda mengiyakan.
"Maafkan aku. Aku tadi sedikit kehilangan kendali, jadi aku marah-marah tanpa memikirkan faktanya" ucap Susan merasa bersalah ketika mengingat-ingat kejadian di dalam ruang kerja Eric tadi, di mana dia memarahi Eric.
"Baguslah kalau begitu. Kita adalah teman sekaligus juga sudah seperti saudara sendiri. Jangan biarkan kesalahpahaman sekecil apapun merusak hubungan kita" kata Jacob mengingatkan.
Susan pun mengangguk tanda setuju.
"Terima kasih Jack kamu sudah menenangkanku dan membuatku berpikir jernih. Terima kasih juga selama ini kamu sudah mau menemaniku dan berbagi suka duka bersamaku" kata Susan dengan tulus.