What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 15



Setelah sampai di bandara, Eric pun menghampiri teman-temannya yang tengah menunggunya sedari tadi.


"Kenapa lama sekali" kata Susan jengkel.


"Maaf aku mandi dulu tadi" kata Eric.


"Ah, cepatlah ini sudah sangat malam, aku ngantuk sekali" kata Farhan yang bergegas masuk ke dalam mobil dan duduk di samping Eric.


"Hey, di mana mobilmu?" kata Eric kepada Farhan.


"Hehehe, ada di bengkel sekarang" jawab Farhan.


"Aish, dasar" ucap Eric sembari melajukan mobilnya.


"Susan, bagaimana dengan data yang sudah aku kirim, apa kamu sudah mengeceknya?" ucap Eric.


"Sudah, mungkin dalam waktu dekat ini kita sudah bisa memulai proyeknya" kata Susan.


"Bagus," gumam Eric.


"Oh ya bos, tadi siang kamu kemana? Aku cari di ruangan mu tidak ada?" kata Farhan yang memang sebenarnya tidak tahu kalau Eric dan Kyra berada di kamar pribadi yang ada di ruangan kerja Eric.


"Ada apa memangnya?" tanya Eric.


"Aku sudah menemukan berita tantang kasus pembunuhan yang kamu minta tempo hari" jelas Farhan.


"Baguslah, kalau begitu kita bicarakan lagi besok" ucap Eric sembari tetap fokus menyetir.


"Ey ... kamu nggak penasaran?" kata Farhan terheran-heran.


"Tentu saja aku penasaran, tapi malam ini aku sedang buru-buru, kita bahas besok saja" jelas Eric.


"Sebenarnya apa yang sedang kamu rencanakan ric? Kamu tidak benar-benar terobsesi dengan mimpimu itu kan?" kata Jacob yang sedari tadi hanya diam saja.


"Kita akan tau besok, apakah mimpiku itu sebuah ingatan atau hanya sebuah bunga tidur saja" jelas Eric.


"Haish, terserah lah, yang penting sekarang aku mau istirahat. Aku sudah capek banget nih" ucap Susan yang berada di kursi belakang.


Eric pun melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, ia ingin sekali segera pulang dan langsung bertemu dengan Kyra.


......................


Setelah setengah jam perjalanan dari bandara, akhirnya mereka sampai di sebuah rumah besar yang berada di pinggiran kota. Mereka pun turun dari mobil dan berjalan masuk ke rumah tersebut.


"Wah besar juga rumah ini" ucap Susan.


"Yang paling penting, tempat ini agak jauh dari keramaian" imbuh Jacob.


"Mesti lah, aku sudah berhari-hari mencari tempat yang cocok untuk kita ini" kata Farhan sembari berkacak pinggang.


Di rumah itu tak hanya besar dan mewah tapi juga menyediakan berbagai fasilitas di dalamnya seperti tempat gim pribadi untuk mereka.


"Semua keperluan kalian tersedia di sini, hanya saja aku belum memperkerjakan petugas keamanan di sini" kata Eric sembari mengantar mereka masuk ke dalam rumah.


"Ck, kamu tidak perlu khawatir, dengan kemampuan kita, bahkan segerombolan serigala pun bisa di atasi" ucap Jacob.


"Lagi pula, suruh saja anak buah Farhan untuk menjadi keamanan di sini, mereka semua kan terlatih dan lagi kita bisa menghemat waktu" tambah Susan.


"Baiklah, biar Farhan yang urus nanti, aku sudah mengantar kalian, kalau begitu aku akan pulang dulu" ucap Eric.


"Eh, cepat sekali mau pulang, sudah lama kita baru bisa berkumpul, ayolah habiskan waktu untuk berbincang-bincang sebentar" kata Jacob.


"Tidak bisa, aku harus segera pulang, Kyra sedang di rumah sendirian" kata Eric sembari melihat jam tangannya.


"Apa? ... kalau begitu kenapa kamu masih saja memaksakan diri untuk menjemput mereka?" kata Farhan.


"Bagaimana pun juga, kalian kan teman-teman ku, aku ingin memastikan kalian aman dan mendapatkan tempat yang layak di sini" ucap Eric sembari tersenyum tulus kepada mereka.


"Aish, kalau begitu cepatlah pulang, aku juga ingin cepat-cepat istirahat" kata Susan.


"Kamu ini Susan" ucap Jacob.


"Baiklah, aku pulang dulu, kamu ikut aku pulang atau di sini saja Farhan?" tanya Eric kepada Farhan.


"Tentu saja aku ikut, semua barang-barang ku masih ada di sana" kata Farhan sembari mengikuti Eric menuju mobil.


Sesampainya di rumah Eric melihat jam tangannya yang masih menunjukan pukul dua belas malam. Farhan yang merasa sangat mengantuk segera menuju ke kamarnya.


"Aku menepati janjiku kepada Kyra, aku sudah pulang dalam waktu dua jam, bukankah seharusnya dia tidak akan marah?" batin Eric.


Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke kamar Kyra yang lampunya masih menyala.


"Dia benar-benar menungguku ya, bahkan sampai sekarang masih belum tidur" batin Eric sembari membuka pintu kamar Kyra.


Setelah masuk ke dalam kamar Kyra, ia tidak menemukan siapa-siapa di sana. Melihat Kyra yang tak ada di kamarnya ia pun mencari di dalam kamar mandi, namun tidak ada juga di sana.


lalu Eric pun keluar dan mencarinya di dapur, namun Kyra juga tidak ada di sana. Entah kenapa Eric yang tidak bisa melihat wajah Kyra saat itu merasa sangat khawatir sekali. Ia pun mencarinya ke seluruh penjuru rumah, namun tidak ada juga. Eric pun berusaha meneleponnya namun ponsel Kyra pun berada di kamarnya.


Semakin lama, Eric pun semakin merasa cemas, sebab tak mungkin Kyra keluar malam-malam apalagi sendirian.


"FARHAN!" teriak Eric dari lantai atas.


Farhan pun keluar dari kamarnya dengan memakai kaos dan celana pendek miliknya.


"Hey, kamu kurang kerjaan ya? kenapa teriak-teriak?" kata Farhan sambil mengusap matanya yang memang sudah mengantuk berat.


"cepat suruh satpam untuk mengecek seluruh CCTV yang ada di rumah ini, dan panggil Pak Samit ke sini!" ucap Eric dengan tegas.


"Memangnya ada ap—"


"CEPAT!" teriak Eric lagi sebelum Farhan menyelesaikan kata-katanya.


Farhan pun bergegas pergi seperti yang di perintahkan Eric, sebelumnya Farhan belum pernah melihat Eric secemas ini. Ia bahkan bergidik ketika melihat ekspresi Eric tadi yang seolah-olah ingin memakan manusia saking marahnya.


Tak lama kemudian, Farhan pun datang dengan pak Samit.


"Ada apa Tuan memanggil saya?" kata pak Samit.


"Dimana Kyra?" tanya Eric kepada pak Samit.


"Non Kyra sedang di kamarnya Tuan, mungkin sekarang sudah tidur" jelas pak Samit.


"Dia tidak ada di kamarnya, juga tidak ada di rumah ini" ucap Eric dengan kesal.


"Apa?" kata pak Samit dan Farhan secara bersamaan.


"Tuan!" teriak satpam yang menghampiri mereka.


"Apa?" kata Eric.


"Ada seseorang yang membawa pergi Non Kyra" jelas si satpam.


"Sial, cepat tunjukkan kepada ku!!"


Pak satpam pun menunjukkan video CCTV kepada Eric. Di video tersebut ada seorang laki-laki yang memakai jaket dan topi hitam yang dengan mudah masuk ke dalam rumah mereka ketika pak samit dan satpam sedang lengah.


Dari halaman belakang ia pun masuk ke dalam dapur dan langsung menuju ke kamar Kyra, karena di dalam kamar tidak ada CCTV mereka tidak bisa melihat apa yang di lakukan si laki-laki bertopi hitam itu kepada Kyra.


Beberapa saat kemudian laki-laki itu keluar kamar dan membawa Kyra yang sudah tak sadarkan diri pergi dari rumah melewati pintu belakang dan memasukkannya ke dalam sebuah mobil.


"perbesar gambarnya" kata Eric kepada satpam ketika ia melihat mobil yang di bawa oleh laki-laki bertopi hitam tadi.


Melihat orang yang berjaket dan bertopi hitam itu, Eric tiba-tiba teringat tentang mimpi buruk yang beberapa kali ia alami. Jika memang orang itu yang ada dalam mimpinya bukankah Kyra akan dalam bahaya?.


"Farhan, hubungi Jacob untuk melacak nomor plat mobilnya, aku ingin hasilnya dalam lima menit!" ucap Eric kepada Farhan.


"Baik"


"Melihat waktu ketika ia membawa Kyra, seharusnya ia tidak seberapa jauh dari sini" kata Eric sembari berjalan menuju mobilnya.


"Eric aku ikut dengan mu" kata Farhan sembari memakai jaketnya.


Mereka berdua pun pergi mengejar laki-laki tersebut, tak berapa lama Jacob sudah mengirimkan pesan kepada mereka tentang lokasi mobilnya.


"Dimana?" kata Eric sembari melajukan mobilnya.


"Di sebuah hotel di pinggiran kota, jaraknya sekitar 45 menit dari sini" jelas Farhan.


"Kyra, tunggu aku, aku pasti akan membawamu pulang"