
"Kita mau makan di mana?" ucap Kyra.
"Terserah kamu Kyra," kata Eric sembari fokus menyetir.
"Hemmm, kalau begitu, kita ke mall dulu ya. Kyra ada barang yang mau di beli"
"Baiklah, tapi jangan lama-lama ya nanti kemalaman pulangnya," kata Eric.
"Iya iya"
...----------------...
Sesampainya di mall, Eric dan Kyra pun turun dari mobil. Mereka berjalan masuk ke mall dengan bergandengan tangan layaknya sepasang kekasih. Kyra pun berhenti ketika melihat toko pakaian dalam.
"Kamu mau beli itu" kata Eric sembari menunjuk ke arah toko pakaian dalam tersebut.
"Iya, tapi ... kakak tunggu di sini aja kalau malu"
"Kenapa mesti malu? Ayo aku antar" kata Eric sembari melingkarkan tangannya di pinggang Kyra lalu berjalan menuju ke toko tersebut.
Sambil menunggu Kyra memilih pakaian dalam, Eric duduk di sofa yang di sediakan oleh toko tersebut. Semenjak Eric masuk ke dalam toko, pandangannya tak lepas dari sebuah lingerie seksi berwarna hitam yang di pajang di toko itu.
"HEM ... kalau Kyra pakai itu pasti dia akan terlihat cantik sekali" batin Eric sambil senyum-senyum sendiri.
Tak berapa lama kemudian, Kyra pun datang menghampirinya
"Ayo Kak"
"Heemm, sudah selesai ya?" kata Eric sambil beranjak dari sofa.
"Iya, ayo kita makan, aku sudah lapar nih"
"Ayo" ucap Eric sambil menggandeng tangan Kyra dan hendak pergi dari toko tersebut.
"Tunggu!" kata seorang karyawan wanita toko tersebut. "Ini kembaliannya" kata karyawan tersebut sambil menyodorkan beberapa lempar uang, lalu ia pun beralih memandang ke arah Eric.
Kyra yang melihat karyawan tersebut memandang Eric, entah kenapa merasa jengkel sekali.
"Iya terimakasih, ayo kak" ucap Kyra ketus kepada karyawan itu, dan beranjak pergi dari sana.
"Kyra, kamu kenapa?" tanya Eric yang kini sedang berjalan di belakangnya.
"Lapar" seru Kyra yang masih jengkel.
"Oh, kalau kamu lapar memang seperti itu ya? Marah-marah gak jelas kayak gitu" ucap Eric sambil menyunggingkan senyuman miring.
"Siapa juga yang marah?"
"Lalu? Apa namanya itu kalau bukan marah? Ngambek ya?" kata Eric.
"Siapa suruh kakak jadi ..." ucap Kyra menggantung ketika menghadap ke arah Eric.
"Heemm, apa? Kakak jadi apa?" kata Eric yang berada di samping Kyra.
Kyra pun menghampiri Eric dan melihat ke lehernya.
"Oh ... jadi, wanita tadi melihat ini ya? pantesan" gumam Kyra yang melihat bekas merah di leher Eric. Kyra pun mengambil sapu tangan di tasnya dan segera mengikatkannya di leher Eric untuk menutupi bekas merah yang di tinggalkan Kyra di sana.
"Apa yang kamu lakukan?" tanya Eric.
"Aku cuma tidak mau mereka melihat ini" kata Kyra sembari menunjuk leher Eric.
"Oh, aku kira kamu cemburu tadi" gumam Eric.
"Ish, siapa juga yang cemburu, aku cuma nggak mau kakak jadi pusat perhatian" kata Kyra kesal dan berjalan meninggalkan Eric.
"Heemm, anak ini"
Karena dari tadi siang mereka belum makan sama sekali, akhirnya mereka berdua pun memutuskan untuk pergi menuju sebuah restoran yang ada di sana. Setelah selesai makan, mereka pun pulang ke rumah.
......................
Sesampainya mereka di rumah, bu Sofia dan pak Daniel sedang tidak ada, yang ada di sana hanya bi Mina yang berada di dapur sedang bersih-bersih.
"Bi Mina, ibu dan ayah ke mana?" tanya Kyra yang baru saja pulang bersama Eric.
"Oh, tuan dan nyonya sedang ada acara di luar kota. Mereka berangkat tadi sore, nyonya bilang kalian tidak bisa di hubungi jadi menyuruh saya memberi tahu kalian" jelas bi Mina.
"Berapa hari mereka di luar kota?" kata Eric.
"Mungkin tiga hari atau bahkan sampai seminggu katanya"
"Lalu, apakah Farhan tidak pulang hari ini" ucap Eric.
"Nak Farhan pulang tadi sore, dan barusan dia pergi lagi, katanya ingin menjemput temanya di bandara" jelas Bi Mina
"Ada apa kak?" tanya Kyra penasaran.
"Heemm, mungkin Jacob dan Susan akan datang jadi Farhan menjemputnya di bandara" jelas Eric sembari pergi ke ruang tengah hendak menelepon.
"Karena Non Kyra sudah pulang jadi saya mau izin pulang malam ini" kata Bi Mina.
"Kok tiba-tiba Bi Mina mau pulang, kenapa?" tanya Kyra.
"Anak saya sedang sakit, jadi saya mau menemaninya malam ini, besok pagi saya kembali lagi ke sini" jelas Bi Mina.
"Oh ya sudah, biar nanti saya suruh sopir untuk mengantar Bibi pulang ya?"
"Tidak usah Non, lagian rumah bibi kan tidak jauh-jauh sekali, nanti biar Bibi naik angkot saja"
"Oh ya sudah, hati-hati ya bi pulangnya"
"Iya Non, saya permisi dulu ya" kata bi Mina sembari pergi meninggalkan Kyra.
Kyra pun pergi ke kamarnya, di rasa badannya sangat lengket dan tidak nyaman, ia pun segera pergi mandi.
Di sisi lain Eric yang tengah duduk di sofa ruang tengah sedang menelepon Farhan.
"Mereka sudah sampai?" kata Eric yang bertanya kepada Farhan di seberang telepon.
"Sebentar lagi mereka sampai" ucap Farhan.
"Baiklah, aku akan ke sana, lalu mengantar kalian ke tempat yang sudah aku siapkan" kata Eric lagi lalu menutup telepon.
Ia pun segera pergi ke kamarnya untuk mandi dan bersiap-siap untuk pergi menjemput Jacob dan Susan di bandara. Setelah selesai Eric segera pergi namun saat ia hendak menuruni tangga, ia melihat kamar Kyra yang ada di seberang kamarnya.
"Kenapa lampu kamarnya masih menyala, dia belum tidur ya?" gumam Eric lalu berjalan menuju kamar Kyra.
Setelah sampai di depan pintu kamar Kyra, Eric pun membuka kamarnya tanpa mengetuk terlebih dahulu. Ketika ia masuk, Eric mendapati Kyra yang tengah tertidur di meja belajarnya.
"Ck, dasar kamu ini, capek sekali ya? Sampai-sampai pergi ke tempat tidur saja nggak bisa" gumam Eric dan menghampiri Kyra.
Eric lalu mengangkat tubuh Kyra dan memindahkannya ke ranjang, ia juga menyelimuti tubuh Kyra dan mengecup lembut keningnya sembari tersenyum dan mengucapkan selamat malam.
Kyra yang terbangun karena kecupan Eric, ia pun menarik tangan Eric yang saat itu hendak pergi.
"Kakak mau kemana?" kata Kyra yang terbangun dari tidurnya.
"Kakak mau menjemput seseorang di bandara" ucap Eric sambil duduk di tepi ranjang di samping Kyra.
"Aku ikut ya?" kata Kyra dengan wajah memelas.
"Ini sudah malam Kyra, itu lihat sudah jam 10 malam" jelas Eric lalu mengusap rambut Kyra.
"Tapi Kak, jangan tinggalkan aku malam ini. Aku baru saja bermimpi buruk, aku takut sekali" ucap Kyra sambil memeluk lengan Eric.
"Aku cuma sebentar Kyra, nanti kalau sudah pulang. Aku temani kamu malam ini ya" jelas Eric.
"Tapi, di rumah tidak ada siapa-siapa, bi Mina juga sudah pulang"
"Sebentar saja ... Hanya satu atau dua jam, lagi pula ada Pak Samit dan satpam yang berjaga, kamu tunggu sebentar saja ya. Kakak pasti akan segera pulang" ucap Eric sembari memeluk tubuh Kyra.
"Baiklah" kata Kyra yang tak rela jika kakaknya pergi, entah mengapa malam itu ia merasa takut sekali saat sendirian.
"Kakak berangkat dulu ya"
Kyra hanya menganggukkan kepalanya dengan wajah cemberut, Eric pun menarik wajah Kyra lalu mengecup bibir Kyra dengan lembut untuk menenangkannya.
Entah kenapa Kyra merasa malam ini ia ingin sekali Eric berada di hadapannya dan menemaninya.
Karena Eric yang sudah pergi, Kyra pun memutuskan untuk menunggunya pulang. Karena Kyra sudah tidak bisa tidur lagi, ia pun memainkan ponselnya dengan bosan. Baru satu jam sejak Eric pergi rasanya sudah sangat lama sekali bagi Kyra.
tok tok tok
Bunyi pintu kamar Kyra, ia pun melihat ke arah jam dinding kamarnya.
"Masih jam setengah dua belas malam, itu pasti kakak" batin Kyra.
Saking senangnya ia pun berlari menuju pintu kamarnya dan segera membukanya.
"Kakak sudah pulang ... ehh" ucap Kyra yang terkejut, sebab yang berada di depan pintu kamarnya bukanlah Eric melainkan seorang laki-laki berjaket hitam dan memakai topi.
"Kamu, siapa?" kata Kyra ketakutan Sambil barjalan mundur.
Laki-laki itu pun melangkah maju menghampiri Kyra dengan senyuman yang menakutkan.
Melihat Kyra yang sedang berusaha lari, dengan cepat laki-laki itu meraih leher Kyra dan mencekiknya hingga pingsan.