What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 37



"Kak Farhan, mau makan buah?" tanya Kyra.


"Hem, boleh" kata Farhan sambil mengangguk lalu memainkan ponselnya.


Isi pesan Farhan.


Eric : "Aku sudah menyuruhmu untuk mengantar seseorang buat ngikutin Kyra, kenapa masih belum ada kabar juga?"


Farhan : "Dasar nggak sabaran, belum juga aku nyuruh orang-orang ku pergi, dianya udah ada di sini"


Eric : "Hah? serius?"


Farhan "Dibilangin juga"


Eric : " Baguslah, berarti dia nggak jadi jalan sama artis abal-abal itu"


Farhan : "Artis abal-abal? siapa? Lee MinHyung?"


Eric : "Ya"


Farhan : "Oh ... udah dulu ya, aku mau ngelanjutin berduaan nih sama Kyra. Bye"


Eric : "Yak! berani-beraninya kamu deketin Kyra"


Eric : "Hey, suruh dia pulang sekarang!"


Eric : "Farhan!!"


Eric : "Awas kamu Farhan"


Eric : "Gaji kamu aku potong bulan depan!"


"Pffft, apa sih nih orang ... Kekanak-kanakan banget deh, bilang aja kalau cemburu" gumam Farhan. "Tapi maaf Eric, meskipun kamu kakaknya dan juga ada perasaan lebih sama dia ... Aku juga bakal tetep berusaha deketin dia kok, siapa tau lama-lama dia suka sama aku" lanjutnya sambil senyum-senyum sendiri.


"Ada apa kak?" tanya Kyra sambil membawa piring berisi buah-buahan yang sudah di potong.


"Tidak ada, Hem ... Enak nih, suapin dong" kata Farhan lalu mengarahkan wajahnya ke arah Kyra.


"Jeh, manja banget sih" sambil duduk di bangku samping Farhan.


"Biarin, kapan lagi aku bisa manja ke kamu" ucap Farhan lalu memanyunkan bibirnya.


"Ck, jangan sok imut deh ... Nih" Kyra pun mengarahkan sepotong buah apel ke mulut Farhan. "Seenak itu ya? kok kakak makanya sambil senyum-senyum gak jelas gitu?"


"Iyalah, kan kamu yang nyuapin" ucap Farhan sambil tersenyum manis ke Kyra.


"Aish ... gitu lagi, risih aku liat muka kakak yang sok manis gitu. Nggak kayak kak Farhan yang aku kenal selama ini"


"Emangnya selama ini aku kayak gimana orangnya?" kata Farhan sambil terus memakan buah yang ada di piring.


"Ya, Biasanya kan cool, maco ... Terus sekarang liat kakak yang sok imut gini, jadi kayak gimana gitu aku liatnya"


"Hem, ya deh, kalau kamu nggak suka, aku nggak akan sok imut lagi, aku akan pasang wajah dingin dan kejam aja kayak kakakmu"


"Emang kakak gitu ya?" tanya Kyra.


"Leh, kamu adiknya malah nggak tau? kakakmu itu orang paling dingin yang pernah aku temui ... Apalagi kalau sama cewek"


"Oh gitu ya ... soalnya aku nggak pernah ngeliat kakak yang seperti itu, dia biasanya bersikap manis dan perhatian kalau sama aku. Tapi kemarin ..." ucap Kyra menggantung, dia mengingat wajah kakaknya yang marah kemarin.


"Kemarin kenapa?"


Kyra hanya diam saja. "tidak mungkin kan aku bilang kalau kakak marah sebab aku nggak mau sarapan karena menghindarinya, nanti kak Farhan malah tanya kenapa aku menjauhi kak Eric. Yang ada kak Farhan bakalan tau kalau kakak menyukai ku"


"Hey, ada apa?" kata Farhan sambil menepuk kedua tangannya di depan wajah Kyra.


Sontak saja Kyra kaget dan tersadar dari lamunannya.


"Eh ... Enggak kok"


"Hem ... tumben pagi-pagi sudah kesini, nggak ke kampus?" tanya Farhan.


"Enggak, lagi nggak ada kelas" dengus Kyra sedikit kesal sambil ikut memakan buah.


"Eh, kok gitu mukanya, lagi kesel ya?"


"Hem," ucap Kyra dengan cuek.


"Kenapa? ada yang ganggu kamu? atau lagi kesel sama kakakmu?" tanya Farhan.


"Heh ... Aku kesel sama klien kakak yang dari Korea itu"


"Lee MinHyung? kenapa dia? dia ngeganggu kamu ya?"


"Hem ... Masa tadi pagi-pagi dia sudah nelvon terus nggak lama kemudian dia udah dateng ke rumah. Mana nggak janjian dulu lagi, langsung bawa aku keluar" kata Kyra lalu menghela nafas. "Hufft ... Mana kakak kelihatan marah lagi" ucap Kyra lirih.


"Nggak tau, mungkin kakak yang ngasih tau, kan dia kliennya" lanjut Kyra sambil menaruh piring di atas nakas.


"Nggak mungkin Kyra, apartemen kalian cuma kami berempat yang tau. Nggak ada orang lain lagi yang mengetahuinya demi menjaga keamanan kamu" jelas Farhan.


"Yang bener kak?" tanya Kyra dan langsung duduk lagi di depan Farhan.


"Iyalah, Ayah dan ibumu aja nggak tau"


"Terus dia tau darimana? dia juga tau nomor telepon ku, padahal aku nggak pernah memberinya nomor ku"


"Ish ... Mungkin dia menyuruh orang untuk memata-matai kamu"


"Hah? buat apa?" kata Kyra.


"Entah apa motifnya di balik itu, aku cuma mau berpesan sama kamu untuk hati-hati sama orang asing kedepannya. Nanti aku akan menyuruh anak buah ku untuk menjagamu dari kejauhan" jelas Farhan dengan serius.


"Apa sih kak, lebay banget deh ..."


"Nggak bisa Kyra, keselamatan kamu terancam kali ini. Ada yang mencoba mengincar mu akhir akhir ini"


"Siapa? kenapa? aku nggak pernah punya musuh kok di luar sana" kata Kyra.


"Kamu enggak, kakakmu iya"


"Apa hubungannya denganku?"


"Hufft ... Di perusahaan ada yang mencoba merebut kekuasaan dari kakakmu, dia bisa ngelakuin segala cara agar bisa mendapatkannya. Dan kamu, adalah orang penting bagi Eric, jadi mereka menargetkan kamu untuk melemahkan Eric" jelas Farhan.


"Ck, jadi gitu ya ... Beban kakak pasti sangat berat" ucap Kyra lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Tenaga saja, ada kami di belakang Eric. Dan juga kakakmu itu cukup pintar kok mengatasi mereka" kata Farhan sambil mengusap lembut kepala Kyra.


"Hem ... Baiklah aku akan berhati-hati mulai sekarang biar nggak nyusahin kakak" kata Kyra.


"Anak pintar ..."


Tring tring tring


Ponsel Kyra pun berbunyi dan terlihatlah Eric sedang menelponnya.


"Siapa?" tanya Farhan sambil melirik ke arah ponsel Kyra.


"Kakak"


"Ya udah, angkat ajha"


Kyra mengangguk dan mulai menggeser layar ponselnya.


Kyra : "Ada apa kak?"


Eric : "Kamu di mana sekarang?"


Kyra : "Di rumah sakit, nemenin kak Farhan. Kenapa?"


Eric : "Hem ... Ya sudah, kakak hari ini ada urusan dan pulang agak malam. Jadi kamu jangan keluyuran kemana-mana, dan suruh Farhan untuk menyuruh seseorang mengantarkanmu pulang, setelah di rumah jangan membuka pintu kalau bukan aku yang pulang. Mengerti?"


Kyra : "Iya, iya ... Kakak nggak usah khawatir"


Eric : "Baguslah, dan jangan mesra-mesraan sama Farhan. Aku nggak suka!!"


Tut Tut Tut


"Hah? apa-apaan sih kakak," gerutu Kyra sambil meletakkan ponselnya ke tas kecil miliknya.


"Kenapa?" tanya Farhan.


"Kakak pulang malam hari ini, dan menyuruhku nggak keluyuran kemana-mana. Tapi, kenapa kalian dari tadi membahas soal bodyguard untukku sih, kan risih kalau kemana-mana ada yang ngikutin" dengus Kyra.


"Kita cuma ingin memastikan kamu aman Kyra. Eric, Susan dan Jacob sedang sibuk dengan perusahaan sedangkan aku ... Kamu lihat sendiri kan, jadi nggak ada yang bisa menjaga kamu saat ini"


"Tapi aku kan sudah besar kak, nggak perlu dijagain"


"Yah, untuk kali ini saja menurutlah" kata Farhan sambil mengacak-acak rambut Kyra.


"Baiklah"


"Kamu di sini saja dulu kalau merasa bosan di rumah, nanti kalau kamu mau pulang aku suruh Ardan mengantarmu"


Kyra hanya mengangguk saja.


Sebenarnya beberapa saat yang lalu, anak buah Farhan memberitahukan ada seseorang yang di duga mirip dengan pengendara mobil yang hampir menabrak Kyra sedang berkeliaran di dekat kampus Kyra akhir akhir ini. Jadi Eric dan Farhan mulai waspada akan keselamatan Kyra.