What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 112



Disebuah masjid yang megah tak jauh dari tengah kota, terlihat sedang sibuk dengan sebuah pergelaran pernikahan. Ya, acara ijab kobul Kyra dan Eric di selenggarakan di masjid seperti permintaan Kyra. Lalu setelah itu, acara akan di teruskan di hotel yang tak jauh dari masjid tersebut.


"Kamu sudah siap sayang?" kata bu Sofia sambil menghampiri anak kesayangannya tersebut.


Dengan kebaya putih desain elegan dan riasan tipis yang menunjukan kecantikan alami kyra, ia pun tersenyum kecil ke arah ibunya tersebut. Bu sofia menangkap raut wajah Kyra yang terlihat cemas sekaligus gugup itu. Ia pun menghampiri Kyra dan mengusap bahunya untuk menenangkannya.


"Semuanya akan berjalan lancar sayang, relaks dan jangan terlalu gugup" ucapnya dengan lembut.


Kyra mengangguk, bu Sofia pun membawa Kyra pergi ke hadapan penghulu untuk melangsungkan akad. Kakinya melangkah menuju ke tengah masjid tersebut. Di sana nampak wajah tampan yang tak asing baginya. Ya Eric sudah berdiri menunggunya dengan sang ayah yang setia berdiri di sampingnya. Eric juga tak kalah tampan dengan setelan putihnya senada dengan kebaya putih yang di kenakan Kyra, ia terlihat menatap Kyra yang berjalan mendekatinya. Wajah cantik yang selama ini ia cintai itu akhirnya akan bersanding dengannya di pelaminan.


Ada perasaan gugup dan juga lega di dalam hati Eric. Bagaimanapun juga ini adalah hal yang sangat penting bagi mereka berdua. Meskipun awal dari pernikahan mereka adalah sebuah kecelakaan, tapi tak dapat di pungkiri bahwa hari ini mereka sangat bahagia akhirnya bisa bersatu dalam ikatan pernikahan.


"Ma, Pa ... Hari ini aku akan menikah. Akan lebih indah dan bahagia jika kalian bisa menemaniku di sini. Ma, Pa ... Setelah ini, kami akan menempuh perjalanan baru. Aku harap kalian akan merestui kami dan mendoakan segala yang terbaik untuk keluarga kecil kami" batin Eric yang kini memandang sang calon istri yang sudah ada di hadapannya tersebut.


"Silahkan pak, bisa kita mulai sekarang" kata pak Daniel kepada penghulu.


Pak penghulu, pak Daniel dan juga para saksi pun duduk tak terkecuali Kyra dan juga Eric. Sejenak Eric memandang sosok wanitanya itu, Eric tau dengan jelas raut wajah kyra sedang menunjukkan rasa cemas dan gugup. Sesaat, pandangan mata mereka pun bertemu. Eric tersenyum tipis dan menggenggam lembut tangan Kyra untuk menenangkannya sekaligus mengatakan bahwa semua akan berjalan lancar.


Acara berlangsung khidmat, semua yang hadir di sana hanya keluarga dan orang-orang terdekat saja. Tak terkecuali Mikha dan juga Farhan yang baru saja datang. Mereka menyaksikan acara akad berlangsung dengan perasaan sama berdebarnya seperti Eric dan Kyra.


Begitu juga dengan pak Daniel dan juga bu Sofia, meraka tak kalah berdebarnya menyaksikan pernikahan anak-anak yang mereka besarkan dengan kedua tangan mereka sendiri.


Dengan hati yang mantap, Eric menjabat tangan sang penghulu. Hening terasa di aula tersebut. Hingga saat pak penghulu memulai ijab kobul. Beberapa saat seluruh aula hanya terdengar suara Eric dengan satu tarikan nafas dan suara yang lantang.


"Saya terima nikahnya dan kawinnya Kyra Karendra binti Daniel Karendra dengan maskawin tersebut, di bayar tunai"


Sesaat kemudian suara dia aula tersebut penuh dengan seruan dari orang yang hadir di sana sebagai saksi pernikahan mereka.


"Sah ..'


"Sah''


''Sah"


Namun di samping itu, pak Daniel dan bu Sofia merasa lega menikahkan mereka berdua. Meskipun mengingat kesalahan mereka.


Tangis haru juga di rasakan Mikha yang turut hadir di sana. Ia juga tak menyangka, sahabatnya akan menikah secepat itu. Namun di dalam hati Mikha yang dalam, ia merasa lega karena Kyra dapat menikah dengan orang yang dia cintai. Meskipun berbagai kemelut telah melanda mereka beberapa waktu yang lalu.


Di samping Mikha, terlihat Farhan menatap kedua sepasang pengantin tersebut dengan tatapan kosong. Ya, Farhan sadar. Ini adalah saat dimana dia harus benar-benar melepaskan Kyra. Gadis yang membuat dia jatuh cinta hanya dengan melihat fotonya beberapa tahun yang lalu itu. Gadis yang membuat dia berdebar saat berada disampingnya. Di sisi lain, Farhan juga ikut merasakan kebahagiaan sang sahabatnya tersebut meskipun sedikit pedih di hatinya.


Eric menarik menarik Kyra dengan lembut dan mengecup wanita yang sudah sah menjadi istrinya tersebut. Lalu kyra pun meraih tangan Eric dan mengecup punggung tangannya.


Terlihat keduanya tersenyum bahagia dan lega atas pernikahan mereka. Tak lupa mereka pun menghampiri kedua orang tua mereka yang duduk di sebelah mereka dengan mata yang berkaca-kaca.


"Bu ..." ucap Kyra menahan tangis bahagianya sambil merengkuh tubuh ibu yang sangat ia cintai itu.


Terdapat rasa syukur yang tidak bisa Kyra gambarkan bisa mempunyai orang tua seperti mereka. Yang selalu menyayangi mereka setulus hati. Bahkan saat Kyra dan Eric melakukan kesalahan yang fatal. Mereka bahkan masih tetap menyayangi mereka sama seperti sebelumnya.


Bu Sofia pun tak kuasa menahan air matanya dan membalas pelukan sang putri semata wayangnya tersebut.


"Yah ..." gumam Eric lirih menghadap seorang laki-laki paruh baya yang sudah merentangkan tangannya menunggu pelukan hangat Eric. Eric pun segera menghambur ke dalam pelukan Pak Daniel dan saling memeluk dengan erat.


Meskipun mereka bukan orang tua kandung Eric, namun ia sangat menyayangi mereka seperti mereka menyayangi Eric dengan tulus selama ini. Meskipun pada kenyataanya Eric adalah seorang yatim piatu. Tapi pak Daniel tidak pernah membuatnya merasa seperti itu. Meskipun sejak kecil di didik dengan keras oleh pak Daniel, tapi ia bisa merasakan kasih sayang yang tulus kepadanya membuat Eric merasa tak sendirian.


Pak Daniel melepaskan pelukannya tersebut.


"Terimakasih yah, terimakasih sudah mengantar kita sampai ke tahap ini" ucap Eric penuh ketulusan.


Pak Daniel pun tersenyum. "Sebagai ayahmu, aku berpesan untuk selalu menjaga kyra dengan baik. Sebagai ayahnya kyra, ayah hanya minta satu. Jangan kamu tinggalkan atau sakiti dia. Jika kamu sudah tidak menginginkannya kamu bisa mengembalikan dia kepadaku, maka aku pasti akan menjemputnya pulang"


"Tidak yah, aku tidak bisa menjanjikan apapun. Tapi, aku berjanji pada diriku sendiri. Bahwa setiap sisa hidupku hanya akan melindungi Kyra, menjaga dan membahagiakannya"


Bu Sofia dan kyra ikut tersenyum mendengar penuturan sang ayah dan juga Eric tersebut. Segera Kyra pun menarik mereka bertiga kedalam pelukannya dan berbagi kebahagiaan bersama sama seperti selama ini.


"Ini bukan akhir, ini adalah awal kalian menempuh perjalanan yang baru. Ayah berharap kedepannya kalian harus siap dan saling melengkapi satu sama lain"