
"Apa maksudmu Serlyn?" tanya Susan tak percaya.
"Ya, aku dan Eric akan segera menikah karena kita sudah-"
"Serlyn" sanggah Eric dengan nada sedikit membentak dan membuat semua orang yang ada di sana terkejut.
Eric pun mengeraskan rahangnya dan menatap tajam Serlyn.
"Apa? yang kukatakan memang benarkan, calon suamiku?" kata Serlyn merasa tak ada yang salah.
Eric pun berdiri dari tempatnya dan menarik tangan Serlyn.
"Ikut aku" ucap Eric kepada Serlyn lalu pergi menjauh ke tempat sepi.
"Ada apa? Kenapa kakak begitu marah? Apa yang dikatakan nenek lampir itu benar? Apa kakak akan menikah dengannya?" batin Kyra yang kini merasa sesak di dadanya.
Tanpa Kyra sadari Farhan kini tengah memperhatikannya.
"Apa-apaan ini? Kenapa tiba-tiba mereka akan menikah? Apa yang terjadi semenjak aku pergi?" kata Susan.
"Sebaiknya kamu tanya sendiri kepada sahabatmu itu" cetus Farhan lalu menenggak minuman yang ada di gelasnya.
"Apakah rencana kakak akan berhasil? Setelah dia menikah dengan Eric, barulah aku akan lebih leluasa mendekati Kyra. Tunggu saatnya tiba aku akan mendapatkan mu Kyra, aku tak peduli jika kamu masih suci ataupun tidak" batin Zian dan sesaat melirik ke arah Kyra yang sedang termenung.
Tak berselang lama, pelayan pun datang membawa segelas jus anggur yang di minta Eric.
"Permisi, ini jus anggurnya" ucap pelayan tersebut sambil menyodorkan segelas jus anggur kepada Kyra.
Kyra pun mengambil jus tersebut dari tangan pelayan. "Terimakasih kasih" ucap Kyra.
"Kyra, apa kamu mau makan ini? Sini aku suapi ..." kata Zian sambil memotong sebuah daging. "Aaa" ucapnya sambil mengarahkan garpu ke arah mulut Kyra.
Farhan yang jengah melihat Zian, dengan tiba-tiba dia duduk di samping Kyra dan memakan daging dari garpu milik Zian.
"Hemmm, nyam nyam nyam nyam" gumam Farhan. "Eh? dagingnya kok pahit ya?" kata Farhan.
"Pfftt" Kyra pun menahan ketawanya.
"Ah benarkah?" tanya Zian.
"Ya, beneran. Cobain deh kalau gak percaya?" ucap Farhan dengan santainya.
"Ah sial, orang ini menggangguku saja. Jadi gagal kan mesra-mesraan sama Kyra" gerutu Zian dalam hati.
Farhan pun duduk sambil menaruh tangannya di bahu Kyra.
"Kyra, apa kamu mau makan sesuatu?" tanya Farhan sambil membawa segelas wine di tangannya.
"Tidak ada, tunggu kak Eric datang nanti baru makan bersama" kata Kyra.
"Apa hubungan orang ini dengan Kyra? Kenapa dia begitu dekat sekali dengan Kyra?" batin Zian lalu duduk sedikit menjauh dari mereka.
"Hemm, baiklah" ucap Farhan lalu mendekatkan wajahnya ke telinga Kyra. "Tapi untuk saat ini aku akan menjagamu dari kucing liar" bisik Farhan lalu menjauhkan wajahnya.
"Kucing liar?" tanya Kyra sambil menoleh ke arah Farhan namun ia hanya mengedikkan bahu dan meminum kembali winenya.
"Kak, apa itu enak?" tanya Kyra yang kini melihat Farhan minum.
"Hem, apa kamu mau mencobanya?" tanya Farhan.
"Bolehkah?"
"Nggak boleh, Eric sudah melarangmu tadi" ucap Farhan.
"Ah, dikit aja. Lagian kakak gak bakalan tau" rengek Kyra.
"Mana mungkin, liat tuh" Farhan pun mengarahkan pandangannya ke arah Jacob, Susan dan Zian yang sudah duduk jauh dari mereka.
Kyra pun mengikuti arah pandang Farhan.
"Kak Zian gak bakalan tau, kak Susan juga sedang asik sama kak Jacob. Boleh ya?'' ucap Kyra sambil memanyunkan bibirnya.
Sesaat Farhan pun membulatkan matanya melihat ekspresi Kyra.
"Haih, bagaimana bisa laki-laki menolak tatapanmu ini?" gumam Farhan. "Baiklah baiklah, akan aku ambilkan" Farhan pun hendak mengambil gelas kosong namun di hentikan oleh Kyra.
"Jangan, minum ini aja" ucap Kyra sambil menunjuk gelas milik Farhan.
"Lah, ini gelas ku memangnya kamu mau satu gelas denganku?" ucap Farhan.
"Nanti kalau kak Farhan mengambil gelas lagi, kak Eric bakalan tau. Yang ini aja, lagian aku akan minum di sisi lain" kata Kyra lalu merebut gelas Farhan.
"Eh?"
"Ini" Kyra pun memberikan gelas yang berisi jus anggur kepada Farhan.
Glek glek glek
Sebelum Farhan menyelesaikan kalimatnya Kyra sudah menenggak habis minuman yang ada di dalam gelas.
"Kyra ..." kata Farhan sambil merebut gelas dari tangan Kyra.
"Emm ... Apa sih kak"
"Kamu gila ya, kenapa kamu habiskan sekaligus?"
"Emangnya gak boleh?" rengek Kyra.
"Hufft, sudahlah"
Farhan pun kembali menuangkan wine ke gelasnya untuk diminumnya sendiri.
Sebelum gelas sampai di bibir Farhan, Kyra dengan cepat merebut gelas dari tangan Farhan.
"Eh?" Farhan pun terkejut ketika melihat Kyra yang merebut gelasnya dan bahkan meminumnya seteguk demi seteguk.
"Wah, bener bener nih anak" gumam Farhan.
"Ahhh" Kyra pun mengusap bibirnya dengan telapak tangannya. "Kak, lagi dong" lanjut Kyra.
"Gak Kyra" kata Farhan sambil mengambil gelas dari tangan Kyra.
"Hemm ... Please ..."
"Gak"
Kyra yang tidak kuat dengan minimum beralkohol kini sudah mulai mabuk.
"Dikit aja kak Farhan. Aku janji gak bakal mabuk" rengek Kyra sambil menarik-narik jas Farhan.
"Apanya gak bakalan mabuk, yang ada kamu malah teler nanti. Gak ya nggak Kyra. Eric bisa membunuhku nanti" kata Farhan sambil meletakkan gelas ke atas meja.
"Kak Farhan" rengek Kyra dengan manja karena sudah setengah mabuk.
Farhan tak mengindahkan rengekkan Kyra, namun Kyra diam-diam mengambil botol wine di atas meja.
"Hey hey" ucap Farhan sedikit berteriak yang membuat Susan, Jacob, dan Zian menoleh ke arah mereka.
Glek glek glek
Kyra pun menenggak wine dari botolnya namun dengan cepat seseorang telah merebut botol wine dari tangan Kyra dan membuat wine sedikit mengenai baju Kyra.
"Mati aku" gumam Farhan.
"Kak far-" Kyra pun terdiam ketika melihat seseorang yang berdiri di hadapannya. "Kakak" gumam Kyra.
"Nakal sekali kamu ya, baru juga di tinggal sebentar sudah minum-minum. Kakak bilang apa tadi, jangan minum" kata Eric sedikit kesal lalu meletakkan botol ke atas meja.
"Sayang, jangan marah-marah. Kyra kan masih belum mengerti. Mabuk sedikit juga tidak apa-apa kan?" ucap Serlyn lalu menggandeng tangan Eric.
"Yak kalian berdua, cepat jelaskan maksud kalian tadi. Kalian benar-benar akan menikah?" kata Susan.
Serlyn pun duduk di sofa, sedangkan Eric hendak duduk di samping Kyra namun Serlyn menatapnya dengan tajam. Eric pun berpindah tempat duduk di samping Serlyn.
Dengan cepat Serlyn menautkan tangannya di lengan Eric.
"Ya, bulan depan kita akan menikah" kata Serlyn sambil tersenyum gembira.
"WHAT!!" kata Susan terkejut. "Bulan depan? Apa kalian tidak salah? Bukankah itu terlalu cepat?" kata Susan tak percaya.
"Tentu saja tidak, lebih cepat lebih baik" ucap Serlyn.
"Ric, apa kamu benar-benar akan menikah" tanya Jacob.
"Ya" jawab Eric singkat.
"Haih, sudah kuduga perempuan itu pasti sedang merencanakan sesuatu, tapi kenapa Eric bisa di kendalikan olehnya? ... Tau ah" batin Farhan.
Tanpa mereka sadari Kyra kini beranjak dari tempat duduknya.
"Eh? Mau kemana?" tanya Farhan.
"Ke toilet"
"Aku akan mengantarmu" kata Farhan hendak berdiri.
"Gak perlu"
Kyra pun melangkahkan kakinya menuju ke toilet dengan langkah gontai.