
"Kyra, kamu kemana sih? Sudah hampir satu Minggu gak kuliah, di telfon juga gak di angkat" gumam Mikha yang kini duduk di bangku kelas. "Ini aneh, jika dia sakit atau ada urusan pasti menghubungi ku. Kenapa sekarang malah gak ada kabar sama sekali. Apa terjadi sesuatu dengan dia?"
Mikha pun mengotak-atik ponselnya mencoba menelepon Kyra namun tak di angkat.
"Akkhh, ni anak bikin orang khawatir aja. Nuril juga, selama Kyra gak masuk sepertinya dia selalu menghindari ku. Sebenarnya ada apa dengannya. Ihh ... tau ah" gerutu Mikha sambil meletakkan kepalanya di atas meja.
"Eh eh ... Tau gak, denger denger Kyra gak masuk karena dia hamil loh" ucap seorang mahasiswi di belakang bangku Mikha.
"Ah? Masak sih? Dia kan belum nikah" kata seorang mahasiswi lainya.
"Dia itu hamil di luar nikah. Dan katanya, dia juga simpanan bos bos kaya loh. Jijik gak sih, kelihatannya aja yang kalem tapi sebenarnya ja*lang juga kan"
Mikha pun mendengar pembicaraan mereka. Ia terkejut sekaligus tidak percaya dengan apa yang mereka katakan.
"Nih orang suka bener ngegosip dah" gerutu kesal sambil mengangkat kepalanya.
"Yang bener kalau ngomong. Kalau sampai kamu nyebarin gosip yang enggak-enggak, nanti kalau Kyra gak terima kamu bisa di tuntut loh"
"Yah bener lah, aku dapat info dari sumber terpercaya loh"
"Eh masa sih Kyra orangnya begitu?"
"Iya lah, kalau kalian gak percaya kita liat aja nanti kalau Kyra masuk. Pasti ketauan kalau perutnya hamil. Dan lagi, kalian tau kak Zian gak?''
"Eh, maksudmu Zian senior ganteng itu?"
"Iya lah siapa lagi''
"Ada apa dengannya? Tapi denger denger dia juga suka sama Kyra, bahkan ngejar-ngejar dia"
"Iya, dan karena dia tau kalau Kyra hamil di luar nikah. Dia sekarang berhenti ngejar-ngejar Kyra dan sedang menjauhi Kyra. Agaknya dia jijik deh sama Kyra"
"Bisa jadi, kalian liat sendiri kan. Dia bahkan ciuman di depan kampus, gak punya malu sekali kan?"
"Iya sih, ternyata di luar terlihat kalem tapi ternyata wanita ja*lang"
Bruaakk
Suara meja di gebrak seseorang dan membuat segerombolan mahasiswi itupun Terkejut.
"Astaga" ucap salah satu dari mereka.
Mereka pun menoleh ke arah orang tersebut.
"Yaakk, kamu mengangetkan kita tau gak" ucap salah satu dari mereka kepada orang tersebut yang tak lain adalah Mikha dengan wajah kesalnya.
"Bisa gak sih kalau ngomong itu jangan ngasal" kata Mikha kesal sambil berkacak pinggang.
"Ngomong apa sih?"
"Kalian tuh gak kenal Kyra, jadi jangan bicara yang enggak-enggak tentang dia" lanjut Mikha. "Berani kalian bicara yang enggak-enggak tentang Kyra lagi. Kau gak akan segan-segan sama kalian"
"Eh? dia terlihat marah sekali. Kenapa juga sih dia harus belain Kyra?" bisik salah satu dari mereka.
"Tentu saja, dia kan sahabatnya Kyra. Lebih baik kita jangan cari ribut sama dia deh kalau mau aman. Bapaknya kan yang punya kampus ini, kalau kita cari masalah bisa-bisa kita yang malah dapat masalah"
"iya juga"
"M-mikha, kita gak bicara yang enggak-enggak kok. Dia nih yang tadi nyebarin gosip tantang Kyra"
"Hah? gosip apa, aku bicara kenyataan kok"
"Kenyataan kenyataan pala mu. Kamu aja gak kenal sama dia. Berani ngomongin Kyra lagi, aku botakin pala mu" kata Mikha sambil menjambak rambut salah satu mahasiswi.
"Aakkkhhh, lepasin lepasin" teriaknya kesakitan sambil memukul mukul tangan Mikha.
"Heh, sakit hah? Ada yang bakal lebih sakit lagi kalau kamu masih berani nyebar gosip gak jelas tentang Kyra" kata Mikha geram.
"Jangan bicara omong kosong, gak ada orang terdekat Kyra di kampus ini. Cepat katakan siapa dia?" ucap Mikha sambil menghentakkan tangannya menarik lebih kuat rambut mahasiswi tersebut.
"AKKHH AKKHH. Nuril ..."
Deg
Mikha pun terdiam sejenak.
"Nuril, Nuril yang memberitahu ku. Sekarang lepaskan aku"
Mikha pun melepaskan tangannya. Ia masih terdiam di tempat , ia tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar.
"Nuril?" gumam Mikha.
Dengan cepat Mikha pun segera pergi dari sana. Ia pun mencari-cari Nuril kemana-mana.
"Nuril, sudah ku duga ada sesuatu yang kamu sembunyikan. Jangan bilang kalau Kyra tidak masuk berhari-hari juga karena kamu" gerutu Mikha sambil berjalan mencari Nuril.
Setelah beberapa saat kemudian, Mikha pun melihat Nuril yang hendak masuk ke toilet. Saat Mikha mau menghampiri Nuril, tiba-tiba Zian menarik tangan Nuril dengan paksa dan membawanya pergi ke halaman belakang kampus.
"Kak Zian? Apa yang sedang mereka lakukan?" gumam Mikha.
Mikha pun segera bergegas mengikuti mereka. Sesampainya di halaman belakang, Mikha mendapati Zian sedang menghempaskan tubuh Nuril dengan kasar. Mikha pun bersembunyi dari balik tembok untuk menguping dan melihat apa yang sedang mereka lakukan.
"Aakkkhhh, sakit kak Zian. Kamu gila ya?" ucap Nuril sambil memegangi tangannya.
"Kamu kan orangnya?" kata Zian.
"Apa? Kamu mau bicara apa sih?"
"Jangan berlagak gak tau, kamu yang sudah menyebarkan gosip tentang Kyra kan?" kata Zian kesal.
"Gosip apa? Aku gak tau apa-apa" ucap Nuril sambil mengalihkan pandangannya.
"Jangan bohong. Selain aku dan kakak, tidak ada orang lain lagi yang tau kalau Kyra hamil, kecuali kamu"
"Heh ..." Nuril pun menyeringai. "Ya, kalau aku yang nyebarin gosip itu emang kenapa?" kata Nuril menantang.
"Kamu ..."
"Apa? Mau pukul? Pukul aja, apa kamu pikir aku akan takut?"
"Nuril, kamu jangan keterlaluan"
"Aku keterlaluan? Kamu yang bodoh, aku sudah membantumu. Sekarang kamu hanya tinggal menikahi Kyra, tapi kamu tidak mau melakukannya. Kalian hanya menghambat rencanaku untuk menghancurkan Kyra. Buang-buang waktu saja bekerjasama dengan kalian" kata Nuril sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Jangan keterlaluan kamu Nuril. Kamu membantu kami tapi kamu selalu meminta imbalan. Kakak ku sudah memberikan uang seperti yang kamu mau. Sekarang, jauhi Kyra dan jangan ganggu dia"
"Kak Zian kak Zian. Kamu ini naif sekali ya, maaf saja. Tapi aku akan tetap dengan tujuanku yaitu menghancurkan hidup Kyra"
"Nuril, aku peringatkan kamu sekali lagi. Jangan ganggu dia. Atau aku tidak akan sungkan kepadamu" ancam Zian.
Nuril pun mengepalkan tangannya dan mengeraskan rahangnya karena kesal.
"Kyra Kyra Kyra terus. Kenapa sih semua orang selalu suka dan selalu belain dia. Bahkan sekarang kak Zian pun membela dia, sudah jelas-jelas hamil di luar nikah kenapa kak Zian masih saja membelanya. Kyra ... aku benci kamu" batin Nuril.
"Aku punya banyak cara untuk membalas mu Nuril. Suatu saat nanti kalau dia terluka kamu adalah satu-satunya orang yang akan pertama kali aku cari"
Zian pun membalikkan badannya dan pergi meninggalkan Nurul di sana.
"Heh? Kamu pikir aku takut? Bagaimana pun caranya, aku harus bisa menghancurkan hidup Kyra"
Nuril pun hendak pergi dari sana, saat dia berbalik badan tiba-tiba ...
Plaaakk