What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 33



Setibanya di rumah sakit Kyra langsung menuju ke ruang inap Farhan dan di ikuti Tuan Lee di belakangnya.


Kyra sudah menyuruh Tuan Lee untuk pergi, namun dia bersikeras untuk ikut Kyra menjenguk Farhan.


Kyra pun masuk ke ruangan Farhan, dan melihat Farhan yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan jarum infus yang menancap di punggung tangannya dan perban di kepalanya.


"Kyra ..." ucap Farhan lirih.


"Tuan Lee? kenapa dia ada di sini?"batin Farhan yang kini tengah melihat Tuan Lee berjalan di belakang Kyra.


Kyra menuju ke meja yang ada di sana dan menaruh keranjang buahnya.


"Kak, maaf ya ... aku baru bisa menjenguk mu"


"Tidak apa Kyra ... Eh kenapa Tuan Lee bisa ada disini" kata Farhan sambil mengarahkan pandangannya kepada Lee MinHyung.


"Kakak kenal dengannya?"


"Tentu saja, dia adalah klien kakakmu"


"Oh ..." kata Kyra sambil manggut-manggut.


"Ehem ... Apa kalian tidak menyuruhku untuk duduk?" Ucap Tuan Lee yang sedari tadi hanya diam saja.


"Tentu saja, silahkan tuan" kata Kyra sambil mengarahkannya ke sofa. "Kak Farhan terimakasih ya, kalau bukan karena aku, kak Farhan pasti tidak mengalami hal seperti ini" lanjut Kyra yang kini sudah berada di samping Farhan.


"Tidak apa Kyra, aku senang kamu baik-baik saja" sambil memaksakan untuk duduk. "Uh" gumam Farhan sambil meringis kesakitan.


"Jangan memaksakkan kak, kamu kan baru juga siuman" kata Kyra sambil memegangi bahu Farhan dan membantunya berbaring kembali.


"Anak ini juga suka dengan Kyra ya? aktingnya bagus juga" batin Lee MinHyung yang kini tengah melihat mereka dari sofa.


"Kak Farhan, apa kamu mau aku kupaskan buah?"


"Hem, tentu saja"


Kyra pun mengambil beberapa buah dan mengupasnya untuk Farhan.


Tak berselang lama, Eric juga datang kesana. Dia terkejut ketika melihat Kyra yang sudah ada di sana. Namun Eric masih tetap saja berpura pura acuh kepadanya.


"Kamu sudah baikkan Farhan?" tanya Eric yang baru saja sampai.


"Hem"


"Tuan Lee, kenapa anda bisa berada di sini?" tanya Eric.


"Oh, tadi saya sedang mengantar Nona Kyra dan sekalian saja ingin menjenguk sekertaris Tuan Eric."


"Apa? dia datang bersama Kyra? kenapa mereka bisa saling mengenal?" batin Eric.


"Oh begitu ..." jawab Eric malas.


Lee MinHyung pun menyeringai. "Karena Tuan Eric sudah ada di sini, jadi saya sekalian saja meminta izin?"


"Meminta izin untuk apa?"


"Saya ingin lebih dekat dengan adik anda, apa boleh jika saya mengajaknya untuk makan malam?" tanya MinHyung tanpa basa-basi.


Deg


.


.


.


"Tidak, Tuan Lee ... kakak pasti akan marah nanti" batin Kyra dan kini menghentikan kegiatannya mengupas buah.


"Ada apa?" bisik Farhan yang tengah melihat Kyra sedang diam melamun.


"Ah, tidak apa ... ini" kata Kyra sambil memberikan beberapa potong buah apel dan jeruk kepada Farhan.


"Hem, terimakasih" ucap Farhan. "Tapi tanganku masih sakit, apa kamu mau menyuapiku" lanjut Farhan yang tak mau menyia-nyiakan kesempatan.


"Oh, baiklah" ucap Kyra lalu mulai menyuapi Farhan.


Eric yang melihatnya menjadi sangat kesal, entah sejak kapan, hatinya merasa cemburu jika Kyra dekat dengan laki-laki lain.


"Tuan Eric?" kata Lee MinHyung sambil berdiri mendekati Eric.


"Eh, ya tuan Lee?"


"Bagaimana? apa boleh aku mengajaknya pergi makan malam?" tanya Lee MinHyung sekali lagi.


"Kakak, pasti tidak mengizinkannya kan?" batin Kyra berharap Eric melarangnya untuk pergi.


"Tentu saja Tuan Lee, adikku juga akhir-akhir ini sedang tidak sibuk" ucap Eric yang masih memandang Kyra yang berada di samping Farhan.


"Ah, kamu sudah mau pergi?" tanya Farhan kepada Kyra.


Kyra hanya tertunduk, dia mengira Eric akan melarangnya pergi bersama dengan Tuan Lee. Namun semuanya malah justru terbalik.


"Iya kak Farhan" dengan tertunduk Kyra menjawab pertanyaan Farhan. "Besok aku akan mengunjungimu lagi"


Kyra pun berjalan ke arah Eric, akan tetapi Eric malah mengalihkan pandangannya.


"Ayo Kyra" kata MinHyung tergesa-gesa sambil menarik tangan Kyra lalu menggandengnya.


Eric mengepalkan tangannya melihat mereka berdua pergi dengan saling menggandeng tangan.


Raut wajah Eric tidak dapat menyembunyikan rasa kesal dan cemburunya dari Farhan.


"Kalau nggak suka, kenapa masih membiarkannya pergi?" tanya Farhan.


"Apa maksudmu?"


"Eric Eric, aku sudah mengenalmu sejak lama, jadi jangan berfikir aku tidak tau tentang perasaanmu terhadap Kyra" jelas Farhan sambil memicingkan matanya.


"Apa itu semua terlalu jelas?" kata Eric lalu menghempaskan tubuhnya ke sofa.


"Iya bagiku, karena aku tau kamu tidak pernah seperti itu kepada wanita manapun"


Eric hanya diam saja dan sesekali mendengus kesal.


"Kenapa kamu membiarkan Tuan Lee mendekatinya jika kamu sekesal itu?" tanya Farhan lagi.


"Dia mencoba menghindari ku, jadi aku hanya ingin meneruskan sandiwaranya saja"


"Kenapa dia menghindar dari mu? atau jangan-jangan kamu menyatakan cinta kepadanya ya?" kata Farhan menyelidiki.


"Iya, dan dia bilang itu salah"


Farhan pun menyeringai mendengar ucapan Eric. "Cinta itu nggak pernah salah Ric, salahkan saja keadaannya" kata Farhan dengan santainya.


"Ck, bukankah kamu juga menyukainya?"


"Tentu saja, tapi sepertinya perasaan ku kepada Kyra nggak sebanding dengan mu" kata Farhan.


Eric pun menunduk dan kini berjalan menghampiri Farhan.


"Apa menurutmu aku juga salah karena mencintainya?" tanya Eric.


"Salah atau tidak, bagaimana bisa aku menilai perasaan orang" ucap Farhan lalu mengangkat ujung bibirnya. "Sudahlah, kita bahas masalah lain saja"


"Apa?"


"Mengenai kecelakaan itu, sepertinya memang ada yang sengaja untuk mencelakai Kyra" jelas Farhan.


"Ya, aku sudah menyelidikinya, setelah menabrak mu mobil itu di tinggalkan begitu saja di pinggir jalan. Dan rekaman cctv juga masih belum bisa melacak siapa pelakunya" kata Eric lalu menyilangkan kedua tangannya.


"Apa menurutmu, ini adalah perbuatan pak Freddy?"


"Mungkin saja ... Meskipun begitu, aku tetap berterima kasih banyak kepada mu Farhan ... Jika kamu tidak menolongnya, entah apa yang akan terjadi kepadanya" ucap Eric dengan tulus.


"Jika kamu yang berada di sana, kamu pasti juga akan melakukan hal yang sama untuk menolongnya kan?" jelas Farhan yang di benarkan oleh Eric. "Ada satu hal lagi, sebelum aku keluar dari kantor kemarin. Sebenarnya aku memiliki satu berita penting untukmu"


"Apa?"


"Ada satu rahasia perusahaan yang di sembunyikan oleh ayahmu"


"Rahasia apa?"


"Pemegang saham rahasia" kata Farhan yang semakin membuat Eric penasaran.


"Apa maksudmu?"


"Ayahmu memiliki saham 15 persen, pak Freddy 35 persen dan 15 persen lainnya di miliki oleh para dewan direksi. Jadi apa menurutmu jika semuanya di gabungkan akan menjadi seratus persen?" kata Farhan sambil mengambil Nafas panjang.


"Jadi aku menyelidikinya, dan ternyata benar 35 persen lainya di miliki oleh seseorang, namun dia tidak pernah muncul di perusahaan dan ayahmu juga tidak ingin mempublikasikannya. Bahkan rahasia ini hanya beberapa orang kepercayaan ayahmu saja yang tau" jelas Farhan.


"Kenapa ayah menyembunyikannya? apa rencanannya yang sebenarnya?"


"Yang jelas sih aku tidak tau, tapi akankah lebih baik jika kamu sendiri bertanya kepada ayahmu. Jika kita bisa menemukan pemilik saham itu, kita bisa membujuknya untuk berada di pihak kita, dengan begitu pak Freddy tidak akan bisa macam-macam lagi nantinya" ucap Farhan.


"Bagus Farhan, kerja yang bagus" kata Eric sambil menepuk-nepuk pundak Farhan.


"Jelas dong ... Huhuhu untung saja kecelakaan itu tidak sampai menghilangkan otakku yang cerdas ini"


"Ck, sudah penyok kayak gini masih saja sok pintar" dengus Eric.


"Tentu saja hahahaha"