What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 56



"Ibu, ayah ... Kita pergi dulu ya" ucap Eric kepada kedua orang tuanya.


"Hemm, hati-hati Ric" kata pak Daniel.


"Jaga Kyra dengan baik ya" imbuh Bu Sofia.


"Pasti Bu"


"Ibu, dan ayah juga jaga kesehatan" kata Kyra.


"Iya"


"Dadah" ucap Kyra sambil melambaikan tangan.


Mereka berdua pun masuk kedalam mobil, dan Eric segera melajukan mobilnya ke jalan aspal.


Karena hari masih begitu pagi, Kyra masih merasa mengantuk. Ia pun menyenderkan kepalanya di kaca mobil.


"Masih mengantuk?" kata Eric.


"Heemm" gumam Kyra yang kini sedang memejamkan matanya.


"Jangan seperti itu, nanti kepala mu terhantuk. Sini ..." ucap Eric sambil menarik kepala Kyra ke lengannya.


"Ihh, gak mau. Nanti kakak gak bisa fokus menyetir" Kyra pun menjauhkan dirinya dari Eric.


"Kalau begitu bersandarlah" ucap Eric sambil menurunkan senderan kursi kyra.


Tak berselang lama Kyra pun memejamkan matanya, Eric yang melihatnya kini tersenyum sambil mengusap lembut pipi Kyra.


''Andai saja, aku bisa terus seperti ini bersamamu selama sisa hidupku Kyra" gumam Eric yang kini teringat akan janjinya yang akan menikahi Serlyn.


Satu jam kemudian, Kyra pun terbangun dari tidurnya.


"Kak, belum sampai?" ucap Kyra sambil mengusap matanya.


"Hampir sampai"


"Loh, ini bukan jalan ke kampus. Kenapa gak langsung ke kampusku kak?" kata Kyra yang sadar bahwa Eric mengemudikan mobilnya menuju ke apartemen.


"Lihatlah dirimu. Apa kamu tidak mau membersihkan dirimu dulu? Siapa tau waktu kamu tidur tadi, kamu ngiler ya kan?" kata Eric sambil melirik Kyra.


"Apa sih" Kyra pun mengusap bibirnya dengan punggung tangannya. "Aku gak ngiler kok. Kakak ihhh ..." lanjut Kyra sambil memukul lengan Eric.


"Pfft" gumam Eric sambil menahan tawanya. "Sudahlah, masih ada sisa waktu satu setengah jam, kamu bisa mandi dan sarapan dulu" kata Eric lalu memarkirkan mobilnya di basement apartemen mereka.


"Hemm ... Kakak emang pengertian banget" ucap Kyra sambil tersenyum manja ke arah Eric.


"Isshh, pengen ku makan nih anak" batin Eric. "Jangan tersenyum seperti itu ketika bersama orang lain" lanjut Eric.


"Kenapa?''


"Ya pokoknya gak boleh. Kamu cuma boleh seperti itu sama kakak" kata Eric lalu turun dari mobil.


"Apaan sih" gerutu Kyra sambil mengikuti Eric turun dari mobil.


Mereka pun masuk ke dalam apartemen, mandi dan sarapan pagi.


...----------------...


Setelah mengantar Kyra ke kampusnya, Eric pun pergi ke kantornya seperti biasa. Ia pun melangkahkan kakinya menuju ke ruangannya dan langsung saja bergelut dengan laptop yang ada di atas meja kerjanya.


Tok tok tok


"Masuk" ucap Eric dan tak berselang lama Farhan dan Jacob pun masuk.


"Bagaimana perkembangan proyek hotelnya?" tanya Eric.


"Masih aman dan sedikit menunjukkan kemajuan. Meskipun butuh waktu sedikit lama dan tenaga ekstra untuk memperbaikinya" jelas Jacob.


"Ini semua karena si tua bangka itu" sahut Farhan dengan nada sedikit kesal.


"Hey hey, masih pagi. Jangan terlalu emosi gak baik" ucap Jacob.


"Bagaimana gak emosi, sudah menggelapkan dana perusahaan, merusak proyek, dan masih juga mau mencelaki Kyra" kata Farhan. "Heh, tapi ... Aku rasa hari ini dia akan habis"


"Maksudmu?" tanya Jacob.


Farhan pun memberikan sebuah file kepada Eric.


"Ini ..." gumam Eric sambil membuka file tersebut. "Bagus sekali Farhan" lanjut Eric sambil menyeringai setelah membaca file tersebut.


"Apa yang akan kita lakukan selanjutnya Ric?" tanya Farhan.


"Adakan rapat dewan direksi dan tentu saja panggil polisi sekalian"


"Hahahaha, sepertinya akan ada pertunjukan besar kali ini" kelakar Farhan.


Beberapa saat kemudian, Eric, Farhan, dan Jacob pun memasuki ruang rapat. Disana semua anggota dewan deteksi termasuk pak Freddy dan anaknya Jony sudah menunggu kedatangan Eric.


"Pa, apalagi kali ini?" bisik Jony kepada pak Freddy saat melihat Eric masuk ke dalam ruangan.


"Entahlah, biarkan saja" balas pak Freddy.


"Tapi, agaknya ... Aku memiliki firasat buruk kali ini" batin Jony.


"Selamat pagi semuanya" sapa Eric lalu duduk di kursinya.


"Selamat pagi tuan" jawab semua orang di sana serentak.


"Tidak ada, hari ini. Saya hanya memberi ingin memberi sedikit pengumuman" jelas Eric.


"Pengumuman?" bisik orang yang ada di ruangan tersebut terheran-heran.


"Farhan" ucap Eric memberi isyarat kepada Farhan.


Farhan pun mengangguk dan mulai maju ke depan.


"Di sini saya akan sedikit menjelaskan. Proyek hotel xx, seperti yang kalian semua tau beberapa waktu mengalami masalah dan merugikan hampir lima belas persen dana perusahaan. Karena proyek ini terhambat, ini juga menimbulkan penurunan saham" jelas Farhan sambil membuka proyektor.


"Iya, beberapa waktu lalu saham turun dan sekarang berangsur naik kembali" gumam dari mereka yang ada di ruangan itu.


"Hemm.. Tapi masih belum ada yang tau penyebab proyeknya bisa terhambat" lanjut mereka.


"Maka dari sini saya akan memberikan sedikit informasi kepada hadirin semua" kata Farhan sambil memperlihatkan beberapa file. "Seperti yang kalian lihat, ini adalah bukti penggelapan dana dan proyek ini di sabotase"


"Apa? Sabotase?"


"Penggelapan dana? Siapa?"


Semua orang disana pun tengah berbisik-bisik.


"Sial, apalagi rencana bocah tengik ini" batin pak Freddy sambil menatap tajam Eric.


Melihat reaksi pak Freddy, Eric pun membalas tatapan matanya sambil mengedikkan bahu.


"Apa papa akan ketahuan?" batin Jony.


Tanpa banyak berbicara lagi, Farhan menunjukkan semua bukti dia layar proyektor dan semua orang di sana pun terkejut.


"Apa? Tuan Freddy?" kata salah satu orang yang ada di sana.


Brakk


"Apa-apaan ini. kenapa kalian memfitnah ku? Akan aku laporkan kalian ke polisi karena sudah mencemarkan nama baikku dan juga memberi bukti palsu" kata pak Freddy sambil menggebrak meja.


"Bukti palsu? heh ..." Eric pun berdiri dari tempat duduknya. "Palsu atau tidak, polisi bisa menyelidikinya tuan Freddy"


"Dasar kau bocah sialan, kau telah memfitnah ku" ucap pak Freddy dengan nada tinggi.


Eric pun menyeringai ketika melihat reaksi pak Freddy.


"Dan satu lagi tuan Freddy" Eric pun mengambil file dari tangan Jacob dan menaruhnya di tengah meja rapat. "Ini adalah bukti penggelapan dana yang di lakukan tuan Freddy selama hampir lima tahun. Kalian bisa mengeceknya sendiri" kata Eric dengan percaya diri.


Salah satu dari mereka pun mengambil file tersebut dan membacanya.


"Wuah, ini benar-benar gila" kata orang tersebut.


Tak berselang lama pintu ruangan itu pun di ketuk.


Tok tok tok


"Masuk" kata Eric dan nampaklah beberapa anggota kepolisian datang ke tempat tersebut.


"Selamat pagi tuan Freddy, anda di tahan atas tuduhan penggelapan dana. Mari ikut kami" kata salah satu anggota polisi tersebut.


"Tidak, ini semua adalah rencana dia" teriak pak Freddy sambil menunjuk ke arah Jony. "Dia lah dalang di balik semua ini. Tangkap dia"


"Papa, kenapa papa malah menyalahkanku? Jelas-jelas aku menjalankan perintah papa dengan benar" kata Jony membela diri.


"Apa-apaan ini, ternyata ayah dan anak ini sekongkol" gumam beberapa orang di sana.


"Diam kau bareng*sek" teriak pak Freddy lalu menampar Jony.


Plak


"Hey, jangan berebutan. Kalian berdua akan masuk penjara bersama-sama" ejek Farhan.


"A-apa?" gumam Jony.


"Tuan Jony, anda juga kami tangkap karena percobaan pembunuhan kepada tuan Farhan. Mari ikut kami ke kantor polisi" jelas pak polisi.


"Tidak" teriak Jony. "Papa, selamatkan aku, aku tidak mau di penjara. Ini semua salah papa, bukan salahku"


Mereka berdua pun di bawa para anggota polisi ke luar dari ruangan tersebut.


"Astaga, tidak ku sangka mereka berdua ..."


Semua orang di ruangan tersebut pun mulai berbisik dan membicarakan sepasang ayah dan anak tersebut.


"Ah, kita selama ini mendukung orang yang salah"


Eric pun tersenyum puas dengan hal itu.


"Baiklah, rapat hari ini kita akhiri sampai di sini" ucap Eric lalu keluar dari ruang tersebut sambil di ikuti Farhan dan Jacob.


"Bukankah ini hal yang paling menyenangkan. Kita sudah berhasil mengusir para tikus-tikus itu" ucap Farhan.


"Kerja bagus semuanya" ucap Eric sambil terus berjalan ke arah ruangannya.


"Kita harus mengadakan pesta Ric. Hitung-hitung untuk merayakan hari ini" tambah Farhan.


"Tunggu Susan kembali baru kita adakan pesta, bagaimana Ric?" kata Jacob.


"Terserah kalian saja" kata Eric. "Hari ini aku lega karena jerih payah ayah selama ini sudah aku amankan dari para bajingan itu" batin Eric.