What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 35



Keesokan harinya, Kyra masih saja meringkuk di balik selimutnya. Hari ini dia sedang tidak ada kelas, jadi di malas untuk bangun apalagi kemarin Eric terlihat sangat marah kepadanya, jadi dia tidak berani keluar dari kamarnya dan menunggu sampai Eric pergi bekerja.


Beberapa saat kemudian, ponsel Kyra pun berbunyi dan membuatnya terbangun dari tidurnya.


Kyra pun mulai meraba-raba kasurnya untuk mencari ponselnya. Setelah ia melihat, ada panggilan nomor asing di layar ponselnya.


"Ah, mengganggu saja" Kyra pun melemparkan ponselnya ke seberang ranjang. "Pagi-pagi sudah telpon, nggak ada kerjaan ya" gumam Kyra yang kini memang masih pagi baginya.


Dia berfikir bahwa yang menelponnya mungkin Zian, yang beberapa kali mencoba untuk mendekatinya.


Kyra pun mulai melanjutkan tidurnya, namun ponselnya mulai berdering kembali.


Kyra tak menghiraukan dan mulai menutup matanya kembali. Beberapa saat kemudian, bel pintu apartemen mereka pun berbunyi.


Belum sempat Kyra menutup matanya dengan sempurna, ia pun di buat jengkel karena bel tersebut.


"Aish ..." gerutu Kyra sambil beranjak dari tempat tidur.


Ia pun berjalan keluar dan hendak membuka pintu, namun Kyra melihat Eric yang sudah rapi dan siap untuk ke kantor. Melihat raut wajah Eric, Kyra sepertinya tau bahwa Eric juga terganggu dengan hal tersebut.


Kyra yang masih di buat takut dengan kemarahan Eric kemarin, dia tidak berani menatap wajah kakaknya itu dan berjalan begitu saja menuju pintu.


Setelah Kyra membuka pintu, dia terkejut dengan seseorang yang berdiri di depan pintu mereka.


"Hay ..." sapa orang tersebut yang tak lain adalah Lee MinHyung.


Dia pun menatap Kyra yang kini tengah memakai kaos oblong warna putih, celana pendek hitam dan rambut yang tergerai berantakan yang menunjukkan kalau dia baru saja bangun tidur.


"Hem ... bangun tidur aja sudah cantik" batin MinHyung sambil tersenyum dalam hati.


"Ah? Tuan Lee? Kok anda bisa berada di sini?" Kyra pun merasa heran, sebab dia tidak pernah memberitahukan kepada Lee MinHyung tentang alamatnya. "Tuan mencari kakak ya?" lanjutnya.


"Em, tidak ... aku kesini mencari mu" ucap MinHyung tanpa basa-basi.


"Apa? aku?"


"Ya ... aku mengganggu tidurmu ya?"


"E—e— enggak kok" kata Kyra berbohong.


Sedangkan di belakang Kyra, dia tidak menyadari kalau Eric sedari tadi memandangnya dari ruang tengah.


"Apa kamu tidak membiarkan aku masuk?" tanya MinHyung sambil celingak-celinguk melihat ke dalam apartemen.


"Eh tapi ..."


MinHyung pun langsung saja masuk sebelum Kyra menyelesaikan kalimatnya.


"Gawat ... kakak pasti akan marah lagi ..."


"Aku mau mengajak mu sarapan di luar ... aku akan menunggumu" Sambil terus berjalan masuk. "Eh ... tuan Eric" Pura-pura terkejut padahal dia sudah tau kalau Kyra tinggal berdua dengan kakaknya.


Kyra yang menyusul di belakang MinHyung, langkah kakinya pun terhenti karena tatapan tajam Eric yang di berikan kepada Kyra.


Seketika Kyra langsung menundukkan kepalanya karena takut Eric akan marah seperti kemarin lagi.


MinHyung yang melihatnya mulai mencairkan suasana yang canggung tersebut. "Ah ... tuan Eric, maaf aku tidak tau kalau anda satu rumah dengan Kyra ... Saya ke sini cuma mau mengajak Kyra sarapan di luar, sebab hari ini dia juga sedang tidak ada kelas"


Deg


.


.


.


Dia merasa kesal sekali, dia bahkan tidak tau kalau hari ini Kyra sedang tidak ada kelas.


"Ah ... Tuan Lee ... saya ..."


Belum sempat Kyra menyelesaikan kalimatnya, MinHyung pun segera memotongnya dan meletakkan tangannya di bahu Kyra.


"Iya Kyra, bersiaplah aku akan menunggumu ... Tidak apa kan tuan Eric kalau saya mengajaknya?"


Eric tak tahan melihatnya, dia berusaha tenang walaupun dalam hatinya seperti ingin mencabik-cabik pria yang ada di hadapannya tersebut.


"Ah ... tentu saja" kata Eric dengan senyuman terpaksa.


"Benar dugaan ku ... melihat reaksi Eric, sepertinya dia menyukai adiknya ... Hem, tak apalah ... aku ingin mengambil kesempatan ini untuk mendekati Kyra," batin MinHyung.


"Tapi ... tuan ..."


"Sudah sana ..." kata MinHyung sambil mendorong Kyra supaya pergi ke kamarnya.


Eric lalu duduk di sofa dan mempersilahkan MinHyung untuk duduk. Sebenarnya hari ini dia sudah telat untuk pergi ke kantor, tapi dia tidak ingin Kyra berdua saja di apartemen bersama laki-laki yang baru dia kenal, entahlah rasa cemburu kini lebih mendominasi perasaan Eric.


"Berapa lama tuan mengenal adik saya" tanya Eric.


"Hem ... tidak terlalu lama ... Saya tidak sengaja bertemu dengannya di perusahaan Tuan saat saya pertama kali ke sini"


"Oh ..." gumam Eric sambil memandang MinHyung dengan serius.


"Kenapa? apa ada yang salah?"


"Tentu saja tidak ... Tapi sepertinya anda sudah sangat akrab dengan adik saya meskipun baru beberapa hari bertemu, apa jangan-jangan anda menyuruh seseorang untuk memata-matai dia ya?" tanya Eric menyelidik.


"Ah tentu saja tidak ... Kami cukup dekat kok sejak pertama kali bertemu" kata MinHyung berbohong, dia bahkan hanya dua kali bertemu dengan Kyra. Dia bisa tahu banyak tentang Kyra, sebab pak Ko membantunya mencari informasi tentang Kyra.


Sejak pertama kali bertemu dengan Kyra, dia sudah tertarik kepada gadis cantik tersebut.


"Hem ... Bisnis tetaplah bisnis Tuan Lee, tapi kalau menyangkut Kyra, jangan pernah berpikir untuk bisa menjadikannya sebuah mainan untukmu" tegas Eric.


"Apa ini sebuah ancaman? ... Tatapan matanya begitu mematikan"


"Jangan berfikir yang bukan-bukan Tuan ... saya hanya ingin berteman dengannya" jelas MinHyung.


Tak berselang lama Kyra pun keluar dari kamarnya dan menghampiri mereka. Kyra sudah siap dengan celana jeans-nya dengan blouse warna pink yang membuatnya semakin menawan. Dan tak lupa riasan ringan yang menambah kesan sederhana dari gadis cantik ini.


"Apa yang sedang mereka bicarakan? kenapa ekspresi kakak seperti itu?" batin Kyra yang merasa ada ketegangan di antara mereka berdua.


"Kamu sudah siap" kata MinHyung sambil berdiri menghampiri Kyra.


"eh, iya"


"Ayo ... " Sambil meraih tangan Kyra. "Tuan kami permisi dulu ya?" lanjut MinHyung sambil menarik Kyra.


"Eh tapi ..."


Kyra yang menoleh ke belakang dan mendapati Eric yang masih duduk di sofa dan tengah marah, merasa tidak enak sebab belum menjelaskan sesuatu kepadanya.


"Ah, bagaimana ini ... kakak sangat marah ... aku belum sempat menjelaskan tapi tuan Lee begitu terburu-buru ..." batin Kyra yang mengikuti MinHyung melangkah keluar apartemen.


Kyra dan Lee MinHyung pun menghilang dari pandangan Eric.


Dia mulai berdiri dari sofa dan mendengus kesal.


"Ah ... sial ... Berani-beraninya dia begitu saja membawa Kyra" sambil menendang sofa. "Kyra juga ... kenapa dia berdandan begitu cantik hanya untuk sarapan pagi dengannya? ingin menggodanya ya? ..." gerutu Eric kesal. "Ahh ... Kyra ... kamu sudah melewati batas kesabaran ku ... aku benar-benar tidak tahan melihatmu dengan laki-laki lain"


Wajah dan telinga Eric kini berubah menjadi merah karena kesal dan cemburu kepada Kyra. Dia tidak menyangka, Kyra benar-benar ingin menjauh darinya. Eric juga tidak bisa menekan Kyra dengan perasaannya, dia ingin Kyra bisa menyadari perasaannya yang sesungguhnya.