What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 74



"Apa sih kak. Jangan bercanda deh" kata Kyra berusaha tak menghiraukan ucapan Farhan sambil kembali memakan potongan buah yang ada di atas piring.


"Apa kak Farhan sudah gila? Bagaimana bisa dia ingin menikahi ku yang sudah punya anak dari orang lain?"


"Apa ucapan ku tadi terdengar bercanda?" kata Farhan sambil menatap intens Kyra.


Kyra hanya diam saja dan sesekali melirik Farhan yang duduk di sebelahnya.


"Kyra, aku serius dengan perkataan ku tadi. Menikahlah denganku, dengan begitu kedua orang tuamu pasti tidak akan mempertanyakan ayah dari bayi yang ada di dalam perutmu itu"


"Mana mungkin aku bisa melakukan itu kak Farhan. Itu tidak adil untukmu" kata Kyra lirih.


"Apa yang tidak adil untukku? Aku akan menjagamu dan memenuhi kewajiban ku sebagai suami. Aku juga akan menyayangi anak ini seperti anakku sendiri. Apa semua itu perlu kamu ragukan?" ucap Farhan meyakinkan Kyra.


"Bukan begitu. Aku tau kak Farhan orangnya bertanggung jawab ... Tapi ..." ucap Kyra menggantung.


"Tapi apa? Apa karena kamu tidak mencintaiku? Tidak masalah. Kamu bisa menceraikan ku nanti ketika kamu sudah melahirkan anak ini" kata Farhan dengan penuh keyakinan. "Aku hanya ingin melindungimu dan juga anak ini. Pikirkan apa yang akan orang lain katakan jika kamu melahirkan anak ini tanpa memiliki seorang suami. Bukan hanya nama baikmu, tapi juga keluarga mu akan ikut tercemar karena hal ini. Aku tau ini terlalu mendadak untukmu. Tapi pikirkan lagi Kyra. Aku akan bertanggung jawab dan menikahi mu. Setelah itu kamu bisa pergi meninggalkan ku"


"Bagaimana bisa-" ucap Kyra dan dengan cepat menoleh ke samping. Seketika ia terdiam ketika melihat wajah Farhan yang tepat di depan wajahnya. Kedua mata mereka bertemu dan saling memandang sepersekian detik. "B-bagaimana bisa kak Farhan bicara seperti itu?" ucap Kyra lirih sambil mengalihkan pandangannya.


"Aku serius Kyra. Pikirkanlah lagi tawaranku ini" kata Farhan sambil menarik pelan wajah Kyra agar memandangnya.


"Aku tidak bisa kak Farhan" kata Kyra sambil menarik tangan Farhan dari pipinya. "Aku tidak mungkin melakukan itu. Ini semua adalah masalah ku, kak Farhan tidak perlu melakukan ini untukku. Itu tidak adil untuk kak Farhan. Kak Farhan tidak perlu mengorbankan masa depan kakak untukku. Meskipun sekarang aku masih belum memikirkan solusi untuk ini, tapi aku tidak mungkin membuat kak Farhan menanggung ini semua. Lagipula, masih banyak wanita sempurna di luar sana. Sedangkan aku ..." ucap Kyra menggantung sambil menundukkan kepalanya.


"Bagiku kamu adalah wanita sempurna" kata Farhan singkat.


"Tapi, tetap saja. Aku tidak akan menikah dengan mu kak. Bagaimana bisa aku membebanimu dengan tanggung jawab dari kesalahan yang bahkan tidak kamu lakukan" kata Kyra.


"Aku tidak terbebani karena itu Kyra. Aku malah senang bisa menjagamu dan anakmu" kata Farhan.


"Kenapa? Kenapa kakak mau melakukan itu untukku? Kenapa kak Farhan mau menikahi ku meski tau aku sudah mengandung anak orang lain?" kata Kyra sambil mengangkat dagunya dan menatap Farhan.


Farhan pun menatap dalam bola mata Kyra. "Karena sudah lama ku menyukaimu. Dan aku melakukannya karena aku tidak ingin kamu sedih ataupun susah di kemudian hari Kyra. Aku ingin menjadi orang pertama yang menerima mu setelah semua orang menolakmu. Aku ingin menjadi tempat bersandar mu ketika tidak ada orang yang meminjamkan bahunya untukmu. Aku tidak ingin kamu terluka dan sedih, hanya itu. Apa aku terlalu berlebihan jika aku memintamu untuk menikah dengan ku?"


Kyra hanya diam saja, matanya tak beralih dan masih menatap mata Farhan. Dia melihat terdapat ketulusan di sana. Ia tak menyangka, selama ini ternyata Farhan menyukainya. Itu sebabnya kenapa dia bersedia mengorbankan nyawanya untuk menolong Kyra saat hendak tertabrak mobil. Dan sekarang, bahkan dia ingin menikah dengan Kyra yang jelas-jelas sudah hamil anak orang lain.


"Kak Farhan ..." ucap Kyra lirih tanpa mengalihkan pandangannya.


"Kenapa kamu bodoh sekali? Kamu bersikeras untuk menikahi ku dan juga melindungiku. Kamu benar-benar gila kak Farhan. Tapi ... Bukankah aku juga bodoh, aku bahkan mencintai kakakku dan juga mau mengandung anak darinya tanpa sebuah syarat. Hanya semata karena aku mencintainya. Bahkan kakak sebentar lagi akan menikah dengan wanita lain. Jelas-jelas aku tau bahwa aku dan kakak selamanya pasti tidak akan bisa bersama. Apakah cinta memang membuat orang menjadi gila dan buta? Aku bahkan bersedia merelakan masa depanku demi melindungi bayi ini"


"Tidak ada yang bisa kamu harapkan dariku kak" kata Kyra lirih sambil mengalihkan pandangannya.


"Ya, aku tau. Aku juga tidak banyak berharap kepadamu. Aku hanya ingin kamu bahagia dan tidak terluka. Hanya itu" ucap Farhan. "Setelah menikah dengan ku, jika kamu tidak bahagia. Kamu bisa bercerai dengan ku. Yang penting, setelah anak ini lahir. Dia akan mendapatkan nama dan juga sebuah keluarga. Dengan begitu tidak akan ada orang yang akan mempertanyakan indentitasnya kemudian hari"


"Kak Farhan ... Kenapa kamu keras kepala sekali"


"Percayalah Kyra, selain karena aku mencintaimu. Aku hanya ingin melindungimu. Tidak ada hal lain lagi selain itu"


Kyra hanya termenung mendengar ucapan Farhan dengan piring yang masih ada di atas pahanya.


"Sudahlah, kita bisa bahas ini lagi setelah kamu keluar dari rumah sakit. Aku tidak ingin kamu malah banyak pikiran. Istirahatlah" ucap Farhan sambil beranjak dari ranjang Kyra. "Apa kamu masih ingin makan yang lain?"


Kyra tak menjawab dia masih termenung dan menundukkan kepalanya.


"Hey ..." ucap Farhan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kyra dan mengusap pipinya. "Apa aku terlalu membuatmu stress? lihatlah wajahmu sedikit pucat?"


"Kak Farhan-"


Cup


Satu ciuman Farhan mendarat di pucuk kepala Kyra.


"Sudah ku bilang jangan terlalu stress. Kamu bisa memikirkan ini lagi saat kamu sudah keluar dari rumah sakit. Itu tadi hanyalah masukkan dariku yang bisa kamu pertimbangan lain hari. Jadi jangan terlalu tertekan. Aku tidak mau kamu membuat anak ini jadi ikut stress"


"Y-ya, baiklah" ucap Kyra gugup.


"Bagus" kata Farhan sambil tersenyum lebar. "Apa kamu mau makan sesuatu lagi?" kata Farhan sambil Mengambil piring dari tangan Kyra.


"Tidak, aku sudah kenyang"


"Baiklah, kamu bisa istirahat sekarang. Aku akan ke kamar mandi sebentar" kata Farhan dan beranjak pergi dari sana.


"Bagaimana bisa dia bilang seperti itu? Dia bahkan tenang sekali setelah berbicara seperti itu. Dia dan kakak sama saja, bersikap tenang setelah membuat anak orang jantungan" gumam Kyra setelah melihat Farhan masuk ke kamar mandi.


Sedangkan Farhan, setelah masuk ke kamar mandi dia pun menyandarkan punggungnya di pintu.


"Huhhft ... Ah sial, jantungku hampir meledak karena berhadapan dengan Kyra. Ini adalah pertama kalinya aku mengungkapkan perasaanku kepada seorang wanita" gerutu Farhan. "Bagaimana kalau dia menolak ku?" Farhan pun terdiam sejenak dan pergi ke arah wastafel. "Huh, tidak apa Farhan. Hargai keputusannya. Yang terpenting adalah lindungi dia jangan sampai dia terluka" kata Farhan yang kini menatap pantulan dirinya di cermin.