
"Kyra, sudah belum?" teriak Eric dari balik pintu kamar Kyra.
"Sebentar" sahut Kyra dari dalam kamar.
Beberapa saat kemudian Kyra pun keluar dari kamarnya dengan memakai gaun warna merah muda dan makeup tipis yang menghiasi wajahnya. Begitu sederhana namun mampu membuat Eric terkesima melihatnya.
"Kakak, kenapa diam saja? Jelek ya?" kata Kyra yang terheran saat melihat Eric melihat dirinya tanpa berkedip.
"Cantik" gumam Eric.
"Apa?" tanya Kyra.
"Kamu cantik, jadi pengen makan kamu" ucap Eric lalu menggandeng tangan Kyra.
Terlihat pipi Kyra pun memerah mendengar ucapan Eric.
"Kakak, apa beneran tidak apa, jika aku ikut makan malam?"
"Tentu saja, memangnya kenapa?"
"Aku agak canggung, ini kan acara perusahaannya kakak. Aku kan orang luar jadi..."
"Kamu bukan orang luar, kamu adalah pemilik perusahaan yang sebenarnya" kata Eric.
"Hah? maksudnya?" ucap Kyra tak mengerti.
"Sudahlah, ayo pergi"
...----------------...
Beberapa saat kemudian, mereka pun sampai di sebuah restoran elit yang terletak di tengah kota. Sesampainya di dalam, terlihat beberapa karyawan andalan Eric telah menunggu mereka.
"Kyra" sapa seorang wanita cantik yang tak asing bagi Kyra.
Kyra pun menoleh ke samping. "Kak Susan" ucap Kyra.
Dengan penuh gembira Susan pun memeluk Kyra dan di balas olehnya. "Uhhh, adikku. Aku sudah lama tidak bertemu dengan mu. Apa kabarmu sayang" ucap Susan.
Kyra pun melepaskan pelukannya. "Kabar baik kak, kakak sendiri"
"Sangat baik" ucap Susan sambil mencubit kecil pipi Kyra.
"Kak, Susan kemana aja selama ini? Sejak di rumah sakit waktu itu, aku sudah tidak melihat kakak lagi"
"Ah, aku pergi ke luar kota bersama tuan Lee untuk mengerjakan proyek. Oh ya, ngomong-ngomong kamu cantik sekali malam ini" kata Susan dengan senyum tulusnya.
"Kakak bisa aja, kakak juga cantik sekali"
"Ehem" suara Eric yang kini berada di belakang Kyra.
"Apa sih, ganggu aja" gerutu Susan.
Eric pun menarik tangan Kyra. "Malam ini dia hanya milikku" ucap Eric.
"Apa sih kak"
"Ya ya ya, milikmu milikmu. Dasar ... Aku kan juga pengen dekat dengannya" gerutu Susan.
"Ayo pergi ke sana" ucap Eric.
Kyra pun mengikuti Eric dan tak lupa memberikan senyum kepada Susan.
"Kakak, kenapa kamu posesif sekali"
"Aku hanya tidak mau kamu mengabaikan ku" kata Eric yang masih menggenggam tangan Kyra.
"Aku tidak pernah mengabaikan kakak"
"Benarkah?"
"Hemm... Kakak malam ini juga sangat tampan" Kata Kyra sambil tersenyum manis pada Eric.
Cup
Satu ciuman mendarat di bibir Kyra.
"Kakak, apa yang kamu lakukan? Malu ih diliat orang" protes Kyra.
"Salah sendiri kamu begitu cantik, jadinya aku gak tahan pengen gigit bibir kamu"
"Kakak ..." kata Kyra sambil memukul ringan lengan Eric.
Eric pun hanya tersenyum.
"Kyra"
"Ya?" ucap Kyra lalu menoleh ke belakang. "Kak Farrel ..." gumam Kyra saat tau Farrel ada di hadapannya sekarang.
"Kyra, untuk yang waktu itu ... Aku ..." ucap Farrel.
Kyra pun mengeratkan genggaman tangannya kepada Eric. Sesaat Eric pun melirik Kyra.
"Farrel, aku harap kamu tidak akan mendekati Kyra lagi. Aku tidak ingin dia ketakutan karena kamu" ucap Eric dengan nada sedikit menekan.
"Aku hanya ingin minta maaf secara pribadi kepada Kyra" kata Farrel.
"K-kak Farrel, aku sudah memaafkan kakak dan sudah melupakan hal itu. Jadi ... kak Farrel tidak perlu minta maaf lagi" kata Kyra.
"Tapi ..."
"Ayo kita pergi kak" kata Kyra sambil menarik tangan Eric.
Mereka pun berjalan menuju sofa dan duduk di sana.
"Tidak perlu kak"
"Heeemm ... lagipula kenapa harus takut, ada kakak di sini" ucap Eric sambil mengusap lembut kepala Kyra.
"Ric, waktunya membuka acara ini" kata Farhan yang tiba-tiba mengahampiri mereka.
"Kamu mau ikut?" tanya Eric kepada Kyra.
"Tidak, kakak pergi saja. Aku akan menunggu di sini"
"Baiklah, tunggu sebentar"
Eric pun pergi bersama Farhan dan kini Kyra tengah duduk di sofa menunggu Eric.
Tak berselang lama, datanglah seorang pemuda yang kini mengahampiri Kyra.
"Hay cantik" sapa pemuda tersebut.
"Kak Zian?" ucap Kyra terkaget karena Zian bisa ada di acara tersebut. "Kok kakak bisa ada di sini?"
"Hem, aku tadi datang bersama kakakku" kata Zian. "Oh ya Kyra, malam ini kamu cantik sekali"
"Ah, terimakasih"
"Apa kamu mau minum? aku bisa ambilkan untukmu" tanya Zian.
"Tidak kak"
"Hemm ..."
"Kamu ... kenapa kamu bisa ada di sini?"
Kyra dan Zian pun menoleh ke sumber suara.
"Kakak, kamu sudah selesai?" Kyra pun bangun dari tempat duduknya dan pergi menggandeng tangan Eric.
"Kenapa tidak menjawab?" ucap Eric dengan menatap tak suka kenapa Zian.
Zian pun berdiri dari tempatnya. "Oh, saya ..."
"Dia datang bersama ku" kata Serlyn yang tiba-tiba muncul di belakang Zian.
"Kamu ..." kata Kyra yang tak suka melihat Serlyn.
"Siapa yang mengundangmu ke sini. Ini adalah acara kantorku" ucap Eric.
"Aku yang mengundangnya Ric. Apa kamu keberatan?" kata Susan yang menghampiri mereka bersama Jacob dan Farhan.
"Hey hey, duduk dulu. Kenapa wajah kalian begitu tegang hah?" ucap Farhan memecah suasana.
Akhirnya mereka semua pun duduk. Namun pandangan Eric tak berhenti menatap Serlyn dengan penuh curiga.
"Pelayan, siapkan makanannya" kata Jacob.
Beberapa pelayan pun pergi memenuhi perintah Jacob, dan tak berselang lama mereka pun datang membawa beberapa minuman.
"Ambilkan jus anggur untuk Kyra" perintah Eric kepada pelayan.
"Baik tuan"
"Kak, kenapa jus anggur? Memangnya aku tidak boleh meminum ini?" kata Kyra sambil menunjuk beberapa minuman di meja.
"Tidak boleh, besok kamu masih kuliah. Gak boleh mabuk-mabukkan" ucap Eric sambil mengusap pipi Kyra.
Tak di sangka, sepasang mata kini tengah memandang mereka dengan penuh rasa cemburu dan tidak suka.
"Aish, selalu saja seperti ini kakak beradik itu" gerutu Susan.
"Memangnya kenapa? itu sudah biasa" kata Jacob.
"Ya, tapi membuat jiwa jomblo ku bergejolak" tambah Susan.
"Salah sendiri, kenapa selalu menolak ku" lanjut Jacob.
"Heh? kamunya aja gak serius. Mana mau aku sama kamu"
"Ehem" suara Serlyn menyita perhatian mereka.
"Ah, semuanya. Kenalkan ini Serlyn teman ku saat aku kuliah. Dia seorang dokter" kata Susan.
"Hay semuanya" sapa Serlyn namun tidak ada yang menjawab.
"Wanita ini sepertinya sedang merencanakan sesuatu" batin Farhan yang kini tengah menenggak minumannya.
"Dan dia adalah adik Serlyn namanya ..."
"Zian, namaku Zian"
"Apa?" kata Kyra.
"Ada apa?" tanya Eric.
"Dia adiknya si nenek lampir?" bisik Kyra.
"Hemm ... aku juga gak tau sebelumnya"
"Ah, hari ini. Aku ada sedikit pengumuman untuk kalian" kata Serlyn dengan percaya diri. "Dalam waktu dekat aku akan menikah dengan Eric"
"APA?" kata semua orang yang ada di sana.