What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 78



"Kak Farhan" gumam Kyra.


"Kalian ... Sedang ..." ucap Farhan menggantung sambil berdiri di depan pintu.


Kyra pun sekuat tenaga mendorong Eric agar melepaskan pelukannya, namun Eric tak bergeming dan malah semakin memeluknya dengan erat.


"Kakak, lepaskan aku" bisik Kyra geram sambil menggeliat badannya.


"Tidak mau, sebelum kamu memaafkan aku. Aku tidak akan melepaskan mu" ucap Eric lirik di telinga Kyra.


"Kakak ... Lepas" kata Kyra dengan kesal.


"Kenapa? Kamu takut Farhan akan salah paham? Kenapa kamu peduli dengannya?" gumam Eric.


"Kakak!!"


"Gak mau, sudah aku bilang. Aku tidak akan melepaskan mu sebelum kamu memaafkan aku" kata Eric sambil lebih mengeratkan pelukannya.


"Ric, lepaskan dia" kata Farhan yang melihat Kyra meronta-ronta lalu ia pun pergi menghampiri mereka.


"Kakak ..." gumam Kyra sambil menggertakkan giginya. "Baiklah, aku maafkan, sekarang lepaskan aku"


"Beneran?"


"Iya, cepat lepaskan aku"


"Baiklah" kata Eric sambil melepaskan pelukannya dan tersenyum lebar.


"Kyra, kamu tidak apa-apa?" kata Farhan yang kini sudah berada di samping Kyra.


"Eric ... Demi mendapatkan hatinya kembali, kamu sampai berbuat kekanak-kanakan seperti ini" batin Farhan.


"Tidak kak"


"Apa perutmu sakit?" tanya Farhan yang khawatir karena melihat Eric yang terlalu kuat memeluk Kyra tadi.


"Tidak"


"Ini, ayo. Sarapan dulu" kata Eric yang sudah memegang mangkuk sup dan hendak menyuapi Kyra.


Farhan pun menghentikan Eric. "Biar aku saja, bukankah kamu sebentar lagi ada rapat?" ucap Farhan hendak merebut mangkuk dari tangan Eric.


"Ya, kamu kan asistenku. Kamu bisa mengundur rapat hari ini" lanjut Eric sambil menarik lagi mangkuk dari tangan Farhan.


"Jangan mengada-ada Ric. Rapat hari ini sangat penting" ucap Farhan sambil menatap tajam kearah Eric.


"Hemm ... Setelah aku menyuapi Kyra aku akan pergi" kata Eric sambil menarik mangkuk agar terlepas dari tangan Farhan.


"Aku bisa melakukannya, kamu pergi saja sekarang" Farhan pun tak mau kalah.


"Apa kamu bercanda? Aku tidak akan membiarkan mu di sini bersama Kyra. Jangan kamu pikir aku tidak dengar pembicaraan kalian kemarin. Kamu mau mengambil hati Kyra agar dia mau menikah denganmu? Jangan harap Farhan. Aku masih bernafas, jadi aku tidak akan membiarkan kamu merebut Kyra ku" batin Eric.


"Dasar Eric, kamu mau terus-terusan berebut mangkuk denganku? Jangan kamu pikir aku akan mengalah kepadamu" batin Farhan.


Mereka pun saling menatap tajam dan berebut mangkuk sup milik Kyra. Karena sibuk berperang dengan batin mereka, tanpa mereka sadari mangkuk sup itupun tumpah dan mengenai baju Kyra.


"Akh" gumam Kyra.


"Kyra!!" ucap Farhan dan Eric secara bersamaan.


"Kamu tidak apa-apa?" kata Farhan memegang bahu Kyra.


"Sayang, kamu tidak apa-apa?" ucap Eric. "Lepaskan tanganmu dari Kyra" Eric pun menepis tangan Farhan.


"Lihatlah karena kamu terlalu kekanak-kanakan baju Kyra jadi ketumpahan sup" kata Farhan menyalahkan.


"Ini semua salahmu, kamu merebut mangkuknya dariku" kata Eric tak mau kalah.


"Kalian" kata Kyra kesal.


"Sayang, aku akan membantumu mengganti pakaian" ucap Eric.


"Mereka ini kenapa sih?" batin Kyra.


"Tapi, kamu kan masih sakit. Aku bisa kok membantumu mengganti pakaian" lanjut Eric.


Kyra pun memutar bola matanya malas.


"Kak Farhan, aku mau mengganti pakaian ku"


"Lalu?" kata Farhan bingung. "Apa dia mau minta bantuan ku untuk mengganti pakaian?" batin Farhan.


"Tolong keluarlah dari sini, dan bawa kakak juga" kata Kyra sambil melirik Eric.


"Oh ... Baiklah" gumam Farhan. "Haish ... Aku pikir tadi kamu mau aku ... Ah, dasar otakku"


"Tidak mau, aku tidak akan pergi dari sini" ucap Eric sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Dasar keras kepala" gumam Kyra.


"Ayo, pergi" kata Farhan lalu menarik tangan Eric.


"Hey hey, lepaskan tanganmu"


"Kamu terlalu banyak bicara" gumam Farhan sambil menyeret Eric keluar dari ruang inap Kyra.


Kyra pun memandangi mereka yang keluar dari ruangan, ia lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Hehhh ... Ada apa dengan mereka. Terlihat aneh sekali, biasanya juga anteng, akur. Kenapa hari ini aku merasa mereka seperti kucing yang berebut ikan asin" gumam Kyra sambil turun dari ranjang.


Kyra pun berjalan mencari baju gantinya di dalam laci sambil membawa infus di tangannya.


"Apa kakak dari semalam tidur di sini?" gumam Kyra sambil berjalan ke arah kamar mandi. "Lalu apa arti kata-katanya tadi? Apa benar-benar dia tidak ingat akan malam itu? Dia juga tadi menyebut anak ini dengan anak kita. Apa di antara kita terjadi kesalahpahaman? Mengingat betapa kakak sangat menyayangi ku selama ini. Dia memang tidak mungkin menyakitiku dan berbuat seperti itu tanpa alasan" ucapnya lalu melepaskan semua pakaiannya.


Sesaat Kyra pun melihat perutnya yang memang sedikit memar.


Ia lalu mengelus perut ratanya tersebut. "Sayang, untung kamu baik-baik saja di dalam sana. Kamu dengar tadi ... Sepertinya papamu mau mengakui mu sebagai anaknya. Tapi ... " Kyra pun mengingat kembali bahwa status Eric dan dirinya adalah saudara kandung. "Tidak apa, itu semua sudah lebih dari cukup. Selanjutnya mari temani mama untuk melanjutkan perjalanan hidup kita ya. Ada atupun tidak ada papamu di sisi kita, mama berjanji akan menjaga dan menyayangi mu"


Di waktu yang sama, Farhan dan Eric kini sedang di depan pintu ruang inap Kyra.


"Haish, lepaskan aku" ucap Eric sambil menghentakkan tangannya.


"Kamu ini terlalu memaksa Ric" ucap Farhan sambil menyilangkan kedua tangannya.


"Memaksa apa?"


"Jika dia tidak mau ya jangan kamu paksa. Dasar" kata Farhan mendecih.


"Terserah aku lah. Oh ya ... Dan aku ingatkan kamu sekali lagi Farhan. Jangan kamu berharap bisa mendapatkan dia. Karena aku pasti tidak akan membiarkan itu terjadi" ucap Eric dengan penuh percaya diri.


"Ck, kita lihat saja nanti Ric. Siapa akhirnya yang akan di pilih oleh Kyra. Lagipula, aku rasa Kyra belum tau jika kamu bukan kakak kandungnya. Jika begitu, aku masih ada banyak peluang" Farhan pun tak mau kalah.


"Oh ya? Dan aku masih punya banyak cara untuk merebut hatinya. Dan aku tekankan sekali lagi, aku tidak akan membiarkanmu memiliki dia"


"Dengan cara apa? Apa kamu akan terus bersikap kayak anak kecil seperti tadi? Atau kamu mau menyingkirkanku? Kamu mau membunuh ku?" kata Farhan sambil menyeringai.


"Enak aja" Eric pun memukul bahu Farhan. "Aku masih membutuhkan mu. Aku akan bersaing dengan mu untuk merebut hati Kyra. Tapi aku tidak akan membiarkanmu mati. Ingat itu" lanjutnya sambil memeluk bahu Farhan.


"Pfftt, sudah ku duga. Aku tau, kau masih sangat mencintaiku"


kelakar Farhan.


"Najis. Kamu terlalu percaya diri" kata Eric lalu memukul tengkuk Farhan.


"Oh ya, semalam aku sudah pergi menemuinya. Apa aku perlu membereskannya?"


Mendengar ucapan Farhan, Eric yang tadinya tersenyum kini wajahnya berubah menjadi serius.


"Tidak perlu, aku sendiri yang akan mengurusnya"