What's Wrong With My Brother?

What's Wrong With My Brother?
Episode. 67



Kyra yang merasa syok dan marah, kini berlari keluar dari rumah merah. Dengan badan yang masih lemas, ia pun melangkahkan kakinya tak tau arah.


"Kakak ... Kenapa kamu melakukan ini? Kenapa kamu tidak mau mengakui kalau ini adalah anakmu? Kenapa kamu mau membunuhnya?" batin Kyra dengan terus berlari di tepi jalan.


Ardan yang mengetahui Kyra keluar dari rumah merah hanya bisa mengikutinya dari jauh, memastikan dia baik-baik saja seperti yang sudah di perintahkan Farhan untuknya.


Beberapa saat kemudian, ada sebuah mobil hitam yang berhenti di pinggir jalan.


"Kyra" teriak seseorang dari dalam mobil tersebut.


Kyra pun menghentikan langkahnya dan menoleh ke arah mobil.


"T-tuan Lee?" gumam Kyra saat melihat orang tersebut.


Lee MinHyung pun turun dari mobil dan berjalan menghampiri Kyra.


"Kyra, sedang apa kamu di sini?"


Kyra hanya diam saja dan Menundukkan kepalanya.


Lee MinHyung yang merasa keheranan, melihat Kyra dari atas sampai bawah. Gadis yang biasanya terlihat galak dan cuek di hadapannya, kini terlihat lemah dan sedang sangat bersedih.


"Kyra, apa kamu tidak apa-apa?" kata MinHyung hendak memegang bahu Kyra namun di tepis olehnya.


"Jangan sentuh aku" kata Kyra dengan suara parau.


"Kyra, sepertinya kamu tidak baik-baik saja. Apa ada masalah? Apa kamu sakit?"


Lee MinHyung pun berusaha menggenggam tangan Kyra namun Kyra lagi-lagi menepisnya.


"Sudah ku bilang jangan sentuh aku" kata Kyra sedikit berteriak.


"Ada apa dengannya? Sepertinya dia sangat marah dan ketakutan? Apa ada sesuatu yang terjadi beberapa hari ini saat aku tidak bertemu dengannya?" batin MinHyung yang tak biasa melihat tingkah Kyra saat ini.


"Kyra ..." ucap MinHyung penuh kelembutan lalu menarik Kyra ke dalam pelukannya.


"Lepaskan aku" teriak Kyra sambil meronta-ronta.


"Kyra ... Tenangkan dirimu"


"Lepas" teriak Kyra.


Dengan sekuat tenaga Kyra pun mendorong MinHyung dari hadapannya.


MinHyung pun terdorong dan melepaskan dekapannya. Sesaat Kyra langsung saja berlari dari sana dengan air mata yang membasahi pipinya.


"Kyra, ada apa denganmu?" gumam Lee MinHyung.


MinHyung pun segera bergegas masuk ke dalam mobilnya dan mengikuti Kyra. Namun beberapa saat, MinHyung pun kehilangan jejaknya.


"Ada apa dengannya?"


Kyra terus saja melangkahkan kakinya, tak tau kemana arah yang ia tuju. Ia kini hanya berpikir ingin sendirian. Ingin melupakan apa yang baru saja terjadi. Ingin melupakan kekasaran Eric yang baru ia terima. Ia ingin melupakan Eric barang sejenak.


Perlakuan Eric membuat Kyra sakit hati dan juga sedih. Ia tak habis pikir, jika Eric tak mengakui anak yang ada di dalam perutnya, Kyra tak masalah. Tapi kini, Eric malah ingin membunuhnya. Kyra benar-benar merasa kecewa kepada Eric.


Perasaan sedih masih menyelimuti Kyra, hingga ia pun merasa kelelahan dan sejenak ia pun duduk di bangku pinggir jalan.


Merasa badannya sangat lemas dan tak bertenaga, Kyra masih saja terus menangis sesenggukan. Matanya menatap kosong ke depan. Apa yang akan dia lakukan setelah ini? Apa yang akan terjadi setelah ini?. Pikiran seperti itu kini terbayang bayang dalam benaknya.


Ingin sekali ia pulang ke rumah orang tuanya dan memeluk ibunya saat ini. Tapi, ia tak mau kedua orang tuanya melihat keadaannya saat ini. Ia tak mau membuat orang tuanya kepikiran tentang masalahnya saat ini. Apalagi ayahnya yang mempunyai riwayat penyakit jantung.


"Apa yang harus aku lakukan?" gumam Kyra sambil menyeka air matanya. "Aku tidak ingin kembali ke kakak, dia pasti akan menyuruh ku untuk membunuh anakku. Tapi aku juga tidak bisa pulang" lanjutnya. "Sayang ... maafkan mama ... Mama hampir saja tidak bisa melindungimu. Meskipun papamu tidak menginginkan mu. Masih ada mama di sini, mama akan melindungimu. Mama berjanji akan membiarkanmu melihat dunia ini, jadi ... kamu harus kuat ya ... temani mama melewati cobaan ini" gumam Kyra sambil mengusap perut ratanya.


Disaat Kyra sedang termenung sendiri, tiba-tiba datang seorang laki-laki paruh baya di hadapannya.


Kyra yang tadinya Melihat ke bawah, kini mendongakkan kepalanya melihat wajah orang tersebut. Dia tersenyum melihat Kyra, namun di balik senyumannya terselip rasa menakutkan di dalamnya.


"A-anda siapa?" kata Kyra gugup.


"Aku? ... Ah, apa kamu adiknya Eric?" ucap laki-laki paruh baya tersebut.


"Iya ... Apa anda kenal kakak saya?"


Laki-laki itu pun tersenyum dan membungkukkan badannya.


"Tentu saja aku kenal"


Laki-laki paruh baya itu dengan cepat mengeluarkan sapu tangan dari balik sakunya dan membekap mulut Kyra.


"Memhh mmmhh" gumam Kyra sambil meronta-ronta.


Laki-laki paruh baya itu pun, dengan sigap menarik Kyra. Dalam hitungan detik, Kyra pun Mulai tak sadarkan diri.


Ketika hendak membawa Kyra masuk ke dalam mobil, tiba-tiba Ardan muncul di hadapan laki-laki paruh baya tersebut.


"Lepaskan dia" kata Ardan.


Laki-laki itu pun mengeluarkan seringainya.


"Bocah, kamu bukan tandingan ku" katanya.


Dengan cepat, Ardan menyerang laki-laki paruh baya tersebut namun ia berhasil menghindar. Setelah ia meletakkan Kyra di tanah, ia pun mengeluarkan pisau dari balik sakunya.


Saat Ardan mulai menyerang, laki-laki itu hanya berfokus ingin menancapkan pisaunya ke tubuh Ardan. Namun berkali-kali Ardan juga berhasil menghindar.


"Orang ini bukan orang sembarangan" gumam Ardan. "Aku harus berhati-hati"


Ardan pun berusaha mengalahkan laki-laki itu namun sayang, ketika dia lengah. laki-laki paruh baya tersebut berhasil menusuk perutnya.


"Ugh" gumam Ardan yang tergeletak di tanah.


"Sudah ku bilang, aku bukan tandingan mu bocah" kata laki-laki tersebut.


Ia lalu berjalan ke arah Kyra dan membawanya masuk ke dalam mobil.


"B-berhenti .. ugh" Ardan pun tak sanggup mengejar laki-laki tersebut dan tergeletak tak berdaya melihat Kyra di bawa pergi olehnya. "Ah, sial ... Ada sesuatu di dalam pisaunya"


Ardan merasa seluruh tubuhnya dingin dan tak bertenaga. Sebelum ia kehilangan kesadaran, Ardan berusaha mengambil ponselnya dan menelepon Farhan.


"Halo Ardan, apa kamu tau Kyra kemana?" ucap Farhan dari balik telepon segera setelah panggilan tersambung.


"B-boss ... T-tolong k-kyra ... Dia di culik" kata Ardan terbata sambil sekuat tenaga mempertahankan kesadarannya.


"Apa? Ada apa denganmu Ardan? Kamu dimana sekarang?" ucap Farhan setengah berteriak.


"A-ku ... Di jalan xx"


"Tunggu aku, aku akan segera kesana"


Tut Tut Tut Tut


Panggilan pun langsung di putus oleh Farhan.


Dan tak lama kemudian, Ardan sudah tak sadarkan diri.