
Eric dan Farhan yang kini sedang mencari Kyra, sudah berada di parkiran hotel yang dimaksud oleh Jacob, Mereka berdua pun masuk ke dalam hotel.
"Kamu sudah cari tahu nomor kamarnya?" kata Eric kepada Farhan.
"Sudah, kamar nomor 219 di lantai 3" ucap Farhan yang kembali dari tempat resepsionis.
"Tapi, apakah kamu tidak curiga? ini bahkan terlalu mudah untuk kita mencari tahu keberadaannya" ucap Farhan yang berjalan di belakang Eric menuju lift.
"Di lihat dari gerak-geriknya dia sepertinya bukan orang yang profesional" lanjut Farhan.
"Kita akan tahu setelah kita sampai" ucap Eric sembari menunggu lift terbuka.
"Ini terlalu lama, aku akan naik lewat tangga" kata Eric lalu berlari menuju tangga darurat.
Sesampainya di depan pintu kamar hotel yang di maksud, Eric pun mencoba membukanya namun di kunci dari dalam. Dengan cepat Eric pun mendobrak pintu tersebut hingga terbuka.
Braaaakkkk
Setelah pintu terbuka, Eric pun tercengang dengan pemandangan yang ia temui di sana, ia melihat tubuh Kyra tengah terikat di atas ranjang dengan seorang pria yang ada di atas tubuhnya.
"Ric, apa sudah ketemu?" kata Farhan yang keluar dari lift dan berjalan menghampirinya.
"Tetaplah di situ Farhan, jangan masuk!" seru Eric tanpa melihat ke arah Farhan dan berjalan masuk menuju kamar lalu menutup pintunya dengan keras.
Eric tidak mengizinkan Farhan masuk sebab ia tidak ingin ada seorang laki-laki lain lagi yang melihat tubuh telanjang Kyra.
"Oh kak Eric rupanya, silahkan masuk" ucap Farel yang melihat Eric masuk ke dalam kamar.
Eric yang sedari tadi sudah sangat geram, dengan cepat ia menghampiri Farel dan menarik tubuhnya yang sedang berada di atas ranjang.
Tanpa sepatah kata pun Eric langsung memukul wajah Farel dengan keras, sehingga membuatnya jatuh tersungkur ke lantai.
"Cih, kakak dan adik sama-sama suka sekali ya memukul wajah orang" kata Farel yang mencoba bangkit.
Tanpa menunggu Farel berdiri, ia kembali memukul wajah Farel dan Farel pun kembali tersungkur.
"Berani-beraninya kamu menyentuh tubuh Kyra, ingin mati rupanya" ucap Eric sambil mengangkat kerah baju Farel lalu memukulnya kembali.
Farel yang juga sangat marah kepada Eric, ia mencoba melayangkan pukulannya ke arah wajah Eric namun berhasil di tahan oleh Eric, alhasil malah Farel yang kena pukulan berkali-kali di wajah dan perutnya.
Farel yang sudah lemas karena serangan bertubi-tubi dari Eric mencoba untuk membalasnya. Farel pun mengambil sebuah vas bunga yang ada di atas meja dan hendak memukulkannya ke kepala Eric.
Dan lagi-lagi serangan Farel bisa di tebak oleh Eric, dengan sigap Eric menghindar dan malah merebut vas tersebut dari tangan Farel.
"Kamu akan membayar semua perbuatan mu kepada Kyra" kata Eric sembari berjalan menghampiri Farel yang sudah tergeletak di atas lantai.
"Cih, aku tidak takut denganmu" ucap Farel.
"Baguslah, aku akan mengantarmu ke neraka secepatnya" kata Eric dan langsung memukulkan vas bunga yang ia pegang ke arah kepala Farel hingga pecah.
Melihat Farel yang sudah pingsan, Eric pun berjalan menghampiri Kyra yang ada di atas ranjang.
"Kyra ..." ucap Eric lembut sembari mengusap wajah adiknya tersebut.
Eric pun melepaskan ikatan yang ada di tangan Kyra saking kuatnya tali yang mengikat tangan Kyra hingga meninggalkan bekas merah di sana.
Sesaat ia pun melihat tubuh Kyra, tubuh telanjang dengan bekas memar dan merah, baju Kyra pun juga terkoyak tak tersisa. Eric pun melepaskan jaket Hoodie yang ia kenakan dan memakaikannya ke Kyra. Eric pun mengangkat tubuh Kyra dan berjalan keluar kamar.
Sesaat ia melihat ke arah ranjang dan tidak menemukan bekas darah di sana, ia merasa lega sekali karena datang tepat waktu sebelum Farel melakukannya kepada Kyra.
Farhan yang menunggu di luar kamar terkejut ketika melihat Kyra yang tengah di gendong oleh Eric dan hanya memakai jaket milik Eric yang hanya bisa menutupi sebagian tubuhnya saja dan masih menampakkan sebagian tubuh bagian bawahnya.
Farhan yang merasa kasihan melihat keadaan Kyra ia pun melepaskan jaketnya dan menutupi paha Kyra dengan jaketnya.
"Bawa dan kurung dia di rumah merah" ucap Eric sembari melirik ke dalam kamar.
Rumah merah yang di maksud Eric adalah rumah yang baru saja dia beli, yang kini tengah di tinggali oleh Jacob dan Susan.
"Sekalian bawa mobilku, aku akan naik taksi" lanjut Eric dan segera pergi bersama Kyra.
Farhan hanya mengangguk dan menuruti perintah Eric, ia pun pergi menghampiri Farel yang tengah pingsan.
......................
Eric membawa Kyra pulang dengan naik taksi, di sepanjang perjalanan Kyra hanya bisa menyandarkan kepalanya dengan lemas dan memeluk pinggang Eric.
Sesampainya di rumah, Pak Samit pun menghampiri Eric yang baru saja datang dan membawa Kyra yang tengah tertidur di pelukannya.
"Tuan, apakah Nona baik-baik saja?" tanya Pak Samit.
"Jangan sampai kejadian hari ini ibu dan ayah tau, aku tidak ingin mereka khawatir" ucap Eric. "Dan satu hal lagi Pak Samit, jangan sampai kejadian ini terulang lagi. Kalau tidak, kamu tau sendiri akibatnya" kata Eric sambil berjalan menuju kamar Kyra.
"Tuan Eric terlihat marah sekali hari ini, matilah aku" gerutu Pak Samit.
Sesampainya di kamar, Eric pun membaringkan tubuh Kyra ke atas ranjang. Ia merasa bersalah sekali ketika melihat Kyra.
"Maafkan aku Kyra, kalau saja tadi aku tidak pergi ke bandara mungkin ini tidak akan pernah terjadi kepadamu" batin Eric sambil mengusap lembut wajah Kyra.
Beberapa saat kemudian, Eric pergi mengambil air hangat dan kotak obat. Ia pun melepaskan jaket yang Kyra kenakan dan mengelap tubuh Kyra dengan handuk kecil yang sudah di celupkan ke air hangat.
Dengan sabar Eric juga mengoleskan obat ke luka Kyra yang ada di leher dan memar yang ada di tangan Kyra akibat tali yang mengikatnya.
"Berani sekali dia mencekik mu Kyra, aku pasti akan membalasnya" batin Eric sambil mengusap lembut leher Kyra.
Setelah selesai Eric pun menutupi tubuh telanjang Kyra dengan selimut dan ikut berbaring di sampingnya, ia pun memandangi wajah kyra sambil mengusap-usap rambut Kyra.
"Hiks, hiks, hiks, jangan ... jangan lakukan ini kepadaku" gumam Kyra dalam tidurnya.
"Sssstt, cup cup cup, aku sudah ada di sini sekarang kamu jangan takut lagi" ucap Eric sembari menarik tubuh Kyra ke dalam pelukannya.
"Aku sudah berjanji akan melindungimu Kyra, tak kan ku biarkan seorang pun menyakitimu, aku pasti akan membalaskan sakit yang kamu rasakan saat ini" ucap Eric.
Ia pun mengecup kening Kyra yang kini tengah tertidur di pelukannya.