
Di siang hari Kyra dan Mikha pergi ke kantor Eric untuk mengantarkan makan siang sekaligus untuk membantu Mikha bertemu Farhan. Saat kaki mereka melangkah menuju ke kantor Eric, semua pandangan karyawan tertuju kepada mereka.
"Eh lihat, bukankah wanita yang itu dia pernah datang ke sini. Apa dia adalah pacar bos kita? Aku sering lihat dia mengunjungi pak bos" ucap salah satu karyawan perempuan sambil melihat ke arah Kyra.
"Mungkin saja, waktu dia datang ke sini. Aku melihat mereka keluar dari kantor sudah larut malam, mungkin terjadi sesuatu di kantor Pak Eric"
"Eh iya, kamu benar. Waktu itu kita kan sedang lembur. Kita melihat mereka berdua keluar dari ruangan secara bersama-sama"
"Iya"
"Apa yang kalian bicarakan?" ucap Yeni tiba-tiba berada di belakang para karyawan perempuan tersebut.
"Eh Yeni, tidak ada. Kita hanya membicarakan kan wanita itu" kata salah satu dari mereka sambil menunjuk Kyra dan Mikha yang hendak masuk ke dalam lift.
Yeni pun mengikuti arah yang ditunjuk oleh mereka.
"Dia bukannya gadis waktu itu? Kenapa Tuan Eric masih membiarkan dia tetap berkeliaran di sini? Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak mau wanita jal*ng ini selalu mengganggu Tuan Eric. Lihatlah dia bahkan membawa teman jal*ngnya juga kesini" batin Yeni lalu segera pergi dari tempat tidur.
Tak berselang lama, Kyra pun masuk ke ruangan Eric bersama Mikha, namun tidak ada seorangpun di sana.
"Kantor kakakmu lumayan besar juga ya Kyra. Desain interiornya juga sangat bagus, berbeda sekali dengan punya papaku"
Kyra hanya membalas Mikha dengan senyuman.
"Kenapa di sini sepi sekali?" kata Mikha sambil duduk di sofa kantor Eric
"Mungkin masih ada rapat, kita tunggu saja di sini"
Beberapa menit kemudian pintu ruangan terbuka dan terlihat Eric dan ketiga temannya masuk ke dalam ruangan. Tak hanya itu Farel dan Tuan Lee min Hyung juga masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Kenapa kamu ada di sini? Sajak kapan kamu datang"
"Baru saja, aku kesini bersama Mikha" kata Kyra sambil mengedipkan sebelah matanya mengisyaratkan sesuatu kepada Eric.
"Oh begitu" ucap Eric yang mengerti akan maksud Kyra.
"Sudah lama aku tidak bertemu denganmu Kyra. Bagaimana kabarmu?" kata Farhan.
"Iya aku juga sudah lama tidak bertemu denganmu" imbuh Susan.
Melihat Kyra yang berada di sana, Farel pun teringat kejadian terakhir hari dia bertemu dengan Kyra. Dia menangis bahkan sangat ketakutan ketika melihat Farel. Karena hal itu Farel malah mundur dan bersembunyi di belakang tubuh Jacob yang bertubuh tinggi dan kekar.
"Apalagi aku, aku bahkan sangat lama tidak bertemu denganmu" kata Lee Min Hyung lalu dia berjalan menghampiri Kyra. "Terakhir kali aku melihatmu, kamu sedang menangis di pinggir jalan. Apakah kamu tidak apa-apa?"
Saat Lee Min Hyung tepat berada dihadapan Kyra, Kyra pun merasa mual dan ingin muntah.
"Uuuukk"
"Ada apa denganmu Kyra?" kata Eric khawatir.
"Apa kamu tidak enak badan?" imbuh Susan.
Kyra hanya menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menutup hidungnya.
"Tuan Lee, bisakah anda mundur beberapa meter dari hadapan saya? Saya tidak tahan dengan bau parfum anda" ucap Kyra sambil menahan rasa mualnya.
"Memangnya ada apa dengan parfum ku? Aku rasa parfum ku wangi kok" kata Lee Min Hyung keheranan sambil mengendus-endus jasnya.
Eric lalu memegang bahu Lee Min Hyung dan menariknya untuk menjauh dari Kyra. "Maaf tuan Lee, tapi akhir-akhir ini Kyra sedang sensitif terhadap bau-bauan yang terlalu wangi atau terlalu menyengat di hidung" jelas Eric.
"Tapi kenapa? Apakah dia sakit?"
"Tidak ada apa-apa, dia hanya tidak suka" ucap Eric mencoba menyembunyikan kehamilan Kyra.
"Baiklah kalau begitu"
"Sudah mendingan Kyra? Apa perlu aku ambilkan obat untukmu?" kata Susan.
"Tidak kak, aku sudah mendingan"
"Baiklah kalau begitu, sebaiknya kita semua pergi dari sini karena mungkin Kyra ada sesuatu yang ingin dibicarakan dengan Eric" ucap Jacob.
"Iya, kalau begitu saya permisi dulu tuan" kata Farel mendahului dan segera pergi dari ruangan Eric, karena tidak ingin Kyra merasa ketakutan lagi setelah melihatnya.
"Ayo Susan. Kita juga harus pergi dari sini" kata Jacob sambil menggandeng tangan Susan.
Di ruangan itu hanya tertinggal Lee Min Hyung dan Farhan saja di sana. Ketika Farhan hendak pergi juga dari ruangan Eric, tiba-tiba Mikha berdiri dan menghentikannya.
"Tuan Farhan"
Farhan pun menoleh kearah Mikha. "Ya, ada apa?"
"Aku kesini membawakan mu makan siang" Mikha pun menyodorkan kotak makan kepada Farhan.
"Oh maaf, tapi aku hendak makan siang di luar"
"Tapi kak Farhan, aku dan Mikha bekerja keras untuk membuat ini lho. Apakah kak Farhan tidak mau memakannya? Lagi pula aku tidak menaruh racun di dalamnya" kata Kyra supaya Farhan mau menerimanya.
"Tapi ..."
Kyra pun segera melirik ke arah Eric untuk membantunya mencari alasan, supaya Farhan mau makan siang berdua dengan Mikha.
"Terima saja Farhan. Apa kamu tidak kasihan dengan Kyra dan juga Mikha? Mereka sampai pergi ke sini untuk membawakan makan siang ini"
"Kalau kamu tidak mau biar aku saja yang makan. Lagipula ini masakan Kyra, sayang sekali kalau tidak di makan" kata Lee Min Hyung yang sambil menarik kotak makan dari tangan Mikha.
"Tapi ..." kata Mikha keberatan.
"Ada apa nona cantik? Lagipula Tuan Farhan tidak mau menerimanya, akan mubazir jika ini tidak dimakan"
Farhan pun segera merebut kotak makan dari tangan Lee Min Hyung. "Bagaimanapun juga mereka sudah mengantarnya untukku, berarti ini milikku" ucapnya "Apa kamu mau ikut ke ruangan ku?"
Mikha pun terkejut karena Farhan tiba-tiba mengajaknya keruangannya. "Baiklah" Mikha pun segera mengikuti Farhan keluar dari ruangan Eric.
"Bukankah aku sangat pintar? Aku tahu kalau kalian berdua ingin menjodohkan Farhan dengan gadis itu" ucap Lee Min Hyung dengan bangganya sambil menyilangkan kedua tangannya.
"Bagaimana anda bisa tahu?"
"Aku sudah lama bekerja di industri hiburan, hal semacam itu aku sering melihatnya. Tapi tidak apa, mereka terlihat cocok dan sepertinya gadis itu lumayan baik"
"Ya dia memang sangat baik. Kalau begitu terima kasih atas bantuannya Tuan Lee Min Hyung. Anda boleh pergi dari ruanganku" kata Eric.
"Apa?" Lee min Hyung merasa kesal. "Kenapa anda mengusirku dari sini? Aku tidak mau, aku ingin mengobrol dengan nona Kyra. Ya kan nona Kyra"
Kyra pun tersenyum canggung.
"Tidak bisa, anda harus keluar sekarang. Bukankah anda sangat sibuk hari ini? Besok anda akan mengesahkan kantor cabang anda. Jadi, sekarang pergilah dan urusi urusanmu" tegas Eric.
"Baiklah, baiklah aku akan pergi dari sini. Tapi nona Kyra, bisakah kapan-kapan kita makan siang bersama?"
Kyra pun hendak menjawab namun langsung didahului oleh Eric. "Tidak bisa Kyra sedang sibuk akhir-akhir ini. Jadi tuan Lee min Hyung silakan makan siang sendiri"
"Dasar" gumam Lee Min Hyung. "Baiklah kalau begitu aku akan pergi, sampai jumpa lagi nona Kyra" Lee min Hyung pun bergegas segera keluar dari ruangan Eric.
"Dasar" gumam Eric kesal.
"Ada apa kak? Kamu terlihat sangat kesal?
"Aku tidak suka dengannya, setiap bertemu denganmu dia pasti mencari-cari kesempatan untuk mendekatimu" katanya sambil duduk di sofa diikuti oleh Kyra di sampingnya.
"Biarkan saja lagi pula aku tidak suka dengannya. Jadi kakak tidak perlu khawatir kalau aku akan melirik pria lain" kata Kyra lalu mengedipkan sebelah matanya.
"Aku tahu aku percaya kepadamu. Tapi aku tidak percaya kepadanya"
"Baiklah, daripada kesal begitu, ayo cepat makan"
"Tapi ingat, kalau kamu bertemu dengannya. sebaiknya kamu menjauhinya"
"Iya, iya ... Dasar bawel"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Yehey ... Selamat kepada author karena sudah mencapai 100 episode.
Sebenarnya, tidak mudah bagi author untuk berada di titik ini. Karena author baru pemula banget nulis novel, terkadang terkendala kondisi fisik yang sudah kecapekan karena pekerjaan sehari-hari. Juga terkadang author lagi kehilangan arah, karena fokus sama masalah di kehidupan nyata.
Tapi ... Author banyak-banyak berterima kasih kepada kalian readers semua. Meskipun author telat update, gak bisa update setiap hari. Kelian masih setia baca novel ini. Tanpa kalian author bukanlah apa-apa. Terimakasih Sudah mensupport dan setia dengan novel ini dari awal hingga akhir. Author sangat bersyukur sekali atas dukungan kalian semua. Terimakasih bagi yang sudah baca, yang menyempatkan ngelike, yang meninggalkan komentar, yang beri hadiah, vote. Terimakasih terimakasih banyak pokonya. Terus dukung author agar bisa berkembang jadi lebih baik.
Terimakasih semuanya, love u so much all 😘😘😘😘