
Saat itu Zea baru pertama kali ke studio foto itu, makanya dia masih bingung dengan lingkungan nya. Mereka yang melihat foto Zea langsung terpesona dengan kecantikan Zea, Zea terlihat imut dengan rambut yang digerai,kakinya wajah nya yang imut. Mereka jadi tersenyum- senyum sendiri.
"Wah.. Cantiknya,dia telihat imut.."
"Iya, beruntung si Alex itu mendapatkan gadis cantik ini.."
"Hei,aku menemukan informasi nya. Lihat di media sosial milik anaknya Maggie, ada Zea yang terlihat di sini"kata laki-laki yang sedang memegang ponsel, seru anak-anak yang lain langsung mengerubungi nya.
"Memang cantik ya, tidak heran kalau Alex menyukai nya"
"Berikan padaku foto Zea itu!" Kata Ega, kemudian mereka pun memberikan ponsel mereka kepada Ega sehingga Ega dapat melihat foto Zea. Ega pun langsung tersenyum lebar,dia sepertinya sudah memiliki ide yang mengerikan.
Di samping itu, Zea dan Alex pergi menuju ke toko waffle, mereka masih dalam posisi bermesraan. Tapi saat sudah semakin jauh dari mereka bertiga,Zea dan kemudian melepaskan pegangannya dan bergidik. Dia sangat malu mengingat apa yang ia lakukan dengan Alex, sangat memalukan. Dia kemudian menatap Alex yang sedang menatapnya senang dan penuh dengan senyuman.
"Kau jangan bicarakan ini pada siapapun! Anggap saja tadi hanya mimpi saja dan lupakan itu!" Kata Zea tajam,dia tidak ingin salah paham dengan Gabriel dan Veronica, Zea dan Alex tidak memiliki hubungan apa pun.
"Kenapa? Padahal aku ingin menceritakan kisah ini ke semua orang" kata Alex pelan dan merasa tidak adil,dia ingin memamerkan ini pada teman- temannya nanti.
"Ha? Kakak bicara yang jelas!" Kata Zea yang kurang jelas dengan ucapan Alex itu, sehingga Alex menggeleng kuat.
"Aku... Maksudku aku boleh mengatakan pada teman-temanku? Hanya mereka berdua saja, sungguh" kata Alex memelas, sebenarnya dia tidak di perintah Zea juga akan mengatakannya pada teman-teman nya itu.
"Tidak boleh! Aku tidak mau tahu, kakak tidak boleh mengatakan nya pada siapapun!"perintah Zea tegas, Zea benar-benar tidak mau ada yang tahu kejadian ini.
"Baiklah kalau begitu,aku akan menurut pada Zea. Terimakasih atas bantuan mu hari ini,aku sangat berterimakasih kepadamu" kata Alex senang,dia mengatakan nya dengan wajah yang tulus yang sebenarnya modus ia juga.
"Iya, terimakasih juga. Ayo kita mengampiri yang lain,aku takut Veronica mencemaskanku" kata Zea sembari mengajak Alex pergi.Kemudian Alex pun mengangguk senang dan ia pun pergi menyusul Zea yang sudah pergi duluan.
Mereka berdua pun berjalan menuju toko waffle, tempat Veronica dan yang lain berada. Di perjalanan ke sana, Alex bertanya pada Zea beberapa hal tentang Zea,dia sedikit penasaran dengan keluarga Zea, tahu-tahu nanti Zea akan menceritakan nya pada Zea.
"Ha? Eh... Aku-,Aku datang ke sini bersama dengan jet pribadi,yah... Jet pribadi milik ayahku. Aku hanya datang bersama dengan Veronica saja" kata Zea yang gugup,dia bingung menjelaskan bahwa dia naik apa,lebih baik mengatakan itu.
"Wah...Ayahmu kaya,ya? Aku juga kadang-kadang naik jet pribadi juga,tapi saat aku liburan. Kau berapa bersaudara?" tanya Alex,dia juga belum tahu berapa saudara Zea yang sebenarnya.
"Aku lima saudara. Kakak- kakakku orang asing semua, begitu pun dengan ayahku dan ibu tiri ku. Aku mempunyai ibu tiri, aku mempunyai tiga kakak laki-laki dan satu kakak perempuan" kata Zea menjelaskan,dia sudah bisa berbincang dengan Alex sekarang.
"Oh..Begitu ya, pasti menyenangkan mempunyai saudara yang akrab seperti itu ya?"kata Alex yang muram,dia mengingat keluarga tirinya itu.Zea kemudian menoleh pada Alex dan menatapnya dengan tatapan yang penuh penasaran. Alex pun tersenyum menanggapi ekspresi Zea itu.
"Aku bukan lah anak kandung ayahku, maksudku ayah nya Chelsea. Aku mempunyai ayah kandung ku di luar sana,tapi sekarang aku tidak pernah menemui nya lagi" kata Alex dengan wajah yang sedih dan muram serta suara nya yang sedih.
"Apa kakak sekarang tidak pernah berhubungan dengan ayah kandung kakak?"tanya Zea penasaran dengan keluarga Alex.
"Tidak pernah, semenjak ayah dan ibu berpisah dan ibu menikah lagi aku tidak pernah berhubungan dengan nya" kata Alex yang semakin sedih. Zea pun dapat merasakan kesedihan itu, Zea juga merasakan nya, Zea juga kadang-kadang merindukan ibunya yang telah tiada itu.
"Kakak pasti merindukan ayah kakak,ya? Aku mengerti perasaan kakak" kata Zea yang ikut sedih mendengar nya.
"Yeah,aku sangat merindukannya. Tapi bagaimana kau tahu perasaan ku? Apakah ikai tidak pernah bertemu dengan ibu kandung mu?"tanya Alex yang pura-pura tidak tahu.
"Ibuku sudah meninggal sejak aku masih bayi,jadi kau tahu perasaan kakak" kata Zea yang ikut mengingat mendiang ibunya itu.
"Ah...Maaf Zea, kakak tidak tahu. Memang rindu itu berat ya?" Kata Alex yang muram dan sedikit lebih baik.
" Yah, memang berat sekali. Lebih baik kita lupakan itu,aku akan membantu kakak untuk bertemu dengan ayah kandung kakak. Aku berjanji kakak,aku akan membantu kakak"kata Zea yang tersenyum pada Alex, membuat jantung Alex berdebar- debar. Hatinya sangat lah gugup melihat wajah Zea yang tersenyum itu.
Mereka berdua pun sama- sama tersenyum dan tertawa bersama, Zea sekarang menjadi akrab dengan Alex, Alex ternyata seru juga. Mereka terlihat seperti sepasang kekasih sungguhan yang sedang berkencan, karena itu lah diam-diam dari salah satu bangunan,ada yang mengawasi mereka berdua. Mengawasi sembari diam-diam memotret mereka yang terlihat mesra itu.
Setelah mendapatkan beberapa foto Alex dan Zea, orang itu pun tersenyum dan pergi meninggalkan tempat itu dengan diam-diam agar tidak ketahuan oleh mereka berdua. Perlahan, Zea merasa ada orang yang sedang mengawasi mereka berdua,ini membuat Zea perasaan Zea tidak nyaman, tapi karena Zea tidak melihat siapa-siapa,jadi dia hanya berpikir positif saja.