Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Kebenaran Yang Menyakitkan



*TIGA BELAS TAHUN KEMUDIAN*


Di pagi hari pada suatu rumah yang mewah, matahari menembus jendela sebuah kamar. Ada seorang gadis cantik berbaring disana, di samping tempat tidurnya terdapat sebuah meja kecil, diatas meja itu terdapat foto keluarga.


Terdapat seorang pria yang memakai kacamata dan wanita cantik berambut pirang, dan terdapat dua anak-anak yang satunya laki laki-laki tampan seperti bule berambut hitam tapi wajahnya seperti bule dan seorang gadis terlihat seumuran dengan laki-laki tadi.


Tapi gadis kecil itu terlihat berbeda dari tiga orang itu, dia memiliki wajah yang cantik dan seperti bule tapi di tidak mirip dengannya, warna rambutnya bewarna cokelat berponi dan bagian menariknya gadis itu memiliki warna bola mata uang berbeda.Mata sebelah kanan bewarna cokelat dan satunya bewarna ungu, seperti kelainan tapi dia tetap cantik.


Saat cahaya matahari mulai menyinari sepenuhnya, gadis itu terbangun dari tidurnya. Dia melihat jam dan langsung membuka korden dan menguap,dia Bersiap turun ke bawah.


"Hai Zea, kau sudah bangun?" kata Adnan sembari duduk di sofa dan meminum secangkir kopi.


"Iya, paman, baru saja" tanya Zea pada Adnan.


"Halo Zea, good morning. Kita akan sarapan nasi goreng, You like it Zea?"kata bibinya, Maggie.


"Yah, aku menyukainya. Terimakasih bi" jawab Zea sembari ke ruang makan untuk sarapan.


"Where are Gabriel? Apakah dia masih tidur?" kata Maggie menaruh nasi goreng nya.


"Hi Mommy,I'm here" kata Gabriel yang turun dari tangga.


"Good, come here, baby! "ajak Maggie,ketika semua sudah berkumpul di ruang makan dan mulai sarapan. Setelah selesai,mereka melakukan aktivitas nya masing-masing.


Hari ini merupakan hari liburan yang terakhir, Zea mulai besok sudah masuk semester baru, ia akan bersekolah di SMP bersama dengan Gabriel. Mereka akan bersekolah di salah satu sekolah yang elite, disamping sekolah SMP juga terdapat sekolah SMA dan SD.


Hari ini Zea sedang di kamarnya, ia memandang kalung yang merupakan peninggalan milik ibunya. Setiap kali dia memikirkan mendiang ibunya di sedih sekali.


Setahu Zea yang selama ini diceritakan, paman dan bibi yang tinggal bersamanya adalah teman baik mendiang ibunya, terutama paman Adnan dia teman dulu saat SMP. Dan keluarga kandung ibunya memang punya tapi entah kenapa pamannya Adnan tidak mau mempertemukan mereka.


Tapi saat Zea tidak sengaja mendengar perbincangan paman dan bibinya, ia mendengar jika keluarga kandung nya lah yang mencelakai ibunya. Bahwa jika kakak dari ibunya menabrak mobil ibunya karena sakit hati pada ibunya dalam perjalanan pulang dari rumah sakit.


Kakak dari ibunya bernama Sarah, dia juga memiliki seorang anak, tapi Zea tidak tahu siapa anak itu, paman dan bibinya tidak berkata apa-apa. Saat mendengar ini Zea sangat terpukul dia bahkan sampai tidak mau makan dan selalu mengunci diri di kamar.


Karena tingkah laku Zea yang aneh., paman dan bibinya pun tahu yang membuat Zea seperti ini. Akhirnya saat itu paman Adnan memberikan sebuah kotak yang milik peninggalan penting ibunya.


Di sebuah kotak itu terdapat foto album milik ibunya dan foto dia masih bayi digendong ibunya,buku catatan milik ibunya dan sebuah video, ada juga cincin pernikahan,kalung permata berinisial nama ibunya (Ella), Zea, dan ayahnya? (Anthony ).


Ngomong-ngomong soal ayahnya, Zea tidak tahu siapa ayahnya. Jika ia bertanya pada paman dan bibinya, mereka pasti menjawab kalau ayahnya bekerja di luar negeri. Ini membuat Zea curiga bahwa ada yang disembunyikan darinya.


Saat itu Zea memiliki sebuah keinginan untuk menemui Ayah-nya dan menemui keluarga kandung ibunya. Dia ingin menemui keluarga kandungnya untuk membuat mereka meminta maaf pada ibunya.Karena jika bukan karena mereka ibunya pasti akan baik-baik saja.


Hari ini dia ingin berusaha keras untuk mencari keluarga ibunya dengan bantuan alat-alat canggih dan komputer pasti bisa melakukannya.Untung saja dia diasuh oleh orang yang baik dan berkecukupan, karena ayahnya Gabriel memiliki jabatan yang tinggi yaitu Wakil Direktur B.C. Company.


Dan untuk pertama kalinya Zea kembali membuka peninggalan ibunya. Pertama dia membuka foto album, disitu terdapat foto dirinya dan ibunya saat masih bayi dan foto ayahnya saat pernikahan dan saat Zea masih didalam perut ibunya. Melihat ini membuat Zea tersenyum dan tertawa.


Dan Zea tidak lupa melihat video yang dibuat. Video itu memori-memori milik ibunya. Dan harapan ibunya untuk Zea yang membuatnya terharu karena ibunya berkata:


"Zea jika kau melihat ini dan kau juga sudah cukup besar. Ibu ingin anak mama yang cantik ini dapat menolong sesama dan kuat ya.. juga dapat menerima kenyataan atau kebenaran walaupun itu sangat menyakitkan.Tapi nak, kebenaran itu sangat penting dan luar biasa hebat, ya. Sampai jumpa sayang, ibu menyayangimu"


Perlahan Zea meneteskan airmata,dia merasa bahwa dirinya itu tidak adil, dia selalu cemburu pada anak yang dimanja oleh keluarga atau bisa dibilang memiliki keluarga lengkap. Tapi bagaimana lagi Zea hanya bisa pasrah dan berusaha bersyukur.


Saat ia membuka catatan milik ibunya secara perlahan, ada sesuatu hal yang membuat Zea terbelalak. Di buku catatan itu terdapat tulisan 'Dunia Lain', apa maksud 'Dunia Lain' di situ?. Ada juga bentuk simbol seperti logo naga bewarna ungu dan dibawah logo tersebut ada tulisan 'Echthra'.Apa maksud dari buku catatan itu.


Karena Zea tidak tahu apa maksudnya, Zea berusaha untuk tidak memikirkannya dua kembali membaca baca catatan yang lain yang berisi perasaan ibunya yang penuh dika dan duka.


Dalam kertas terakhir ada harapan ibunya yang bertuliskan 'Aku akan menunggumu, Cepatlah kembali'. Apa arti tulisan ini,pikir Zea. Zea dengan cepat mengalihkan pandangannya pada kalung instal itu.


Kalung itu memiliki rantai yang bewarna perak dan memiliki bandul permata ungu yang dan dibelakang itu terdapat tulisan insial.Entah kenapa Zea menyukainya dan selalu dipakai sehari-hari, padahal dia tidak suka memakai aksesoris. Dia juga menemukan sarung tangan bewarna hitam dengan inisial A. Dia juga selalu memakainya.


Zea rasa barang-barang peninggalan ibunya itu pasti memiliki arti yang amat dalam bagi ibunya dan Zea berharap dia dapat menjadi apa yang ibunya harapkan. Dan dia dapat menemukan kembali ayahnya yang menghilang dan pergi meninggalkan-nya.