Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Serangan Monster Bersayap Putih



Masing-masing dibagi dua kelompok, kelompok pertama yaitu Zea dan Luis. Karena Zea dan Veronica tidak mau dengan mereka, jadinya bersama dengan Si Kembar.Veronica tentunya bersama dengan Lucas, mereka pergi ke desa sebelah kanan sedangkan Zea dan Luis ke sebelah kiri.


Untuk saat ini mereka semua tidak bersama dengan prajurit, karena oleh Si Kembar mereka disuruh untuk menjaga warga desa. Yah, untuk jaga-jaga jika tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga. Mereka semua berpencar menanyai berbagai informasi mengenai monster itu.


Banyak sekali informasi yang mereka dapatkan dan berhubung matahari sudah terik mereka akan melakukan rencana mereka untuk membasmi monster-monster putih itu. Yah, Zea harus berdua dengan Veronica, sungguh menyebalkan bersama dengan orang yang Zea tidak sukai.Luis dan Lucas sudah mulai pergi ke tempat retakan dimensi itu, tepat di tengah hutan yang gelap.


Seperti nya jika matahari terik saja, hutan di sini tetap gelap gulita bagai malam hari. Di hutan memiliki suasana yang seram sekali, pohon di hutan-hutan itu sangat lah besar, apalagi pohon ek di sana berkali-kali lipat besarnya dari pada pohon biasanya. Sepertinya monster disana banyak sekali yang bersembunyi di hutan, maka dari itu di seberangan hutan dan desa dijaga prajurit-prajurit Kerajaan Echthra.


Zea dan Veronica tinggal mengawasi lingkungan sekitar saja, mungkin untuk Si Kembar ini adalah misi yang cukup sulit. Zea sedikit mengkhawatirkan Si Kembar, Zea takut mereka berdua terluka jauh di dalam hutan. Maka dari itu mereka semua tetap selalu berhubungan dengan alat.


Luis dan Lucas sudah mulai masuk ke lokasi retakan dimensi, retakan dimensi disana lumayan lebar, sehingga memungkinkan banyak sekali monster-monster yang keluar. Mungkin di desa ini sudah banyak monster bersayap putih itu.


Luis dan Lucas menelan ludah mereka dengan keras, mereka sedikit gemetar karena retakan tersebut memperlihatkan sebuah tempat yang mengerikan. Tempat itu dipenuhi dengan rawa-rawa kotor yang bewarna hitam kehijauan dengan beberapa bukit yang gelap gulita dan berbagai tulang binatang. Sunyi dan gelap, itu yang dapat dikatakan mengenai tempat itu.


Dengan mata milik Lucas, dia melihat sekitar portal tersebut, melihat apakah ada monster itu di dekat portal, tapi tidak ada tanda-tanda sihir di dekat portal itu, jadi secara hati-hati mereka mulai mendekati retakan dimensi itu. Mereka secara hati-hati mendekati retakan dimensi itu sembari diawasi oleh Lucas. Takut nanti tiba-tiba monster itu datang menyerang.


Sementara para penduduk desa berlindung di gedung yang ada di sana disediakan untuk mengungsi, biasanya jika ada rumah warga yang mengalami masalah maka mereka akan diungsikan ke sana, gedung yang sangat besar. Supaya Zea dan Veronica serta prajurit dapat menjaga mereka dengan mudah.


Zea tetap berkomunikasi dengan Luis agar mengawasi dengan mudah.Lalu Luis mulai menutup retakan dimensi itu dengan sihir nya, semuanya berjalan lancar, monster-monster itu pun tidak datang ke Si Kembar dan penduduk desa, tapi saat retakan dimensi akan benar-benar tertutup, tiba-tiba terjadi hal yang tidak terduga.


Lucas mengambil pedang milik nya dan mulai mengarahkan nya di udara, seketika monster itu menyerang Lucas tapi Lucas menebasnya dengan pedang nya sehingga monster itu jatuh tersungkur. Luis pun kaget dan dia juga menghentikan sihir nya, para prajurit langsung waspada dan mereka semua langsung melihat ke langit. Ada banyak sekali monster-monster bersayap putih terbang melingkari tempat itu.


"Akh... Sial, bentuk formasi sekarang juga! Luis kau tetap menutup retakan dimensi itu dan aku akan melawan mereka, Cepat!!! " kata Lucas, dia kemudian menggunakan pedang nya untuk menyerang, sedangkan prajurit yang lain mengangkat tameng milik nya dan mengangkat tombak nya ke langit tinggi tinggi.


"Zea! Zea! Veronica! Kau ada disana?" kata Luis panik sembari menutup retakan dimensi.


"Ah.. Kami disini, tiba-tiba saja monster itu menyerang kami.. Apa kau disana baik-baik saja" kata Zea, dia sekarang sedang bersembunyi dari semak-semak.


"Kami juga, kalian bertahanlah! Aku akan segera kesana" kata Luis, lalu dia melanjutkan sihir nya, sedangkan Lucas dan prajurit yang lain sedang menyerang monster-monster itu. Monster itu sangat lah banyak, sehingga Lucas dan prajurit yang lain sedikit kewalahan.


Sedangkan di sisi lain, Zea sedang bertahan dari cakaran-cakarwn monster yang menyerang dari dalam hutan. Veronica menggunakan kekuatan matanya untuk menghipnotis mereka, monster-monster itu pun berhenti tidak berkutik sehingga ini kesempatan Zea dan prajurit lain untuk menyerang.


Ini lumayan berhasil, serangan-serangan mereka berhasil dipatahkan oleh Zea dan Veronica, Veronica lumayan hebat dalam menggunakan pedang, begitu pun dengan Zea yang sudah lumayan ahli menggunakan pedang juga. Tapi walaupun begitu sepertinya monster-monster ini tidak ada habisnya karena setiap ada monster yang jatuh tersungkur maka akan ada banyak lagi monster yang datang.


Di tempat Si Kembar pun sama, tapi untung nya Luis sudah berhasil menutup retakan dimensi itu, sehingga monster-monster itu terjebak di desa ini. Tapi mereka juga kewalahan karena monster itu tidak ada habisnya, mereka pergi menuju tempat semua orang berada sembari melawan monster itu, memang Si Kembar dan prajurit yang lain mendapatkan beberapa luka karena mereka kelelahan akibat banyak nya monster.


Dan Zea serta Veronica juga, mereka mendapat beberapa luka di tubuhnya, karena mereka juga kelelahan akibat banyak nya monster.Ini aneh karena monster-monster itu tidak ada habisnya padahal retakan dimensi itu sudah tertutup. Sepertinya monster-monster itu mempunyai sarang di desa ini, sehingga dapat berkembang biak dengan cepat.


Karena menurut informasi,Monster Bersayap Putih itu berkembang biak dengan cepat, sehingga banyak sekali monster yang datang. Walaupun ini hari ini sangat terik tapi monster itu keluar dari balik hutan yang lebar, ini karena mereka sensitif cahaya matahari.. Tunggu cahaya matahari, Zea tahu...


"Hei.. Bagaimana.. Kalau kita-,menggunakan kelemahan mereka... " kata Zea lelah, dia berkeringat bercucuran karena saking lelah nya, apalagi serangan-serangan monster itu makin lama makin brutal. Semua prajurit juga kewalahan, malah ada beberapa yang terluka parah dan dia tidak bisa melawan lagi.


"Itu.. uhuk... Ide yang bagus, tapi.. uhuk.. uhuk.. bagaimana caranya, Tuan Putri?"kata salah satu prajurit yang sedang kewalahan.


"Hei!... Kau jangan.. huh..macam-macam,kita tunggu saja arahan dari Luis dan Lucas!" kata Veronica yang tidak setuju dengan ide Zea.