
Saat Ella dalam perjalanan pulang ia terus memikirkan hari yang telah ia lalui itu.Perasaan Ella,hatinya berdebar-debar jika memikirkan Anthony.'Apakah ini perasaan menyukai seseorang? Apakah aku jatuh cinta pada pandangan pertama?'.Ella hanya tersenyum sendiri, memikirkan pria yang akan bekerja dengannya.
Dan ini membuat Adnan disampingnya hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan Ella yang senyum tanpa ada alasan.
"Ella!!! Jangan melamun terus nanti kesambet" teriak Adnan.
"Eh? Adnan!Jangan teriak,nanti jantungku copot. Aku kaget tahu" kata Ella yang sadar dari lamunannya.
"Yah, habisnya kamu. Kenapa senyum-senyum sendiri seperti orang gila saja, Ohh.. atau Jangan-jangan kamu suka ya sama Wakil Direktur yang baru itu?" kata Adnan menebak.
"Idih... Mana mungkin aku suka dengan dia, dia sekarangkan bos ku dan juga dia orangnya sangat dingin" kata Ella menyela tapi punya merona.
"La, kamu tahu kan kita itu berteman sejak SMP dan aku juga tahu sifat kamu lebih dari siapapun atau keluargamu itu. Mengerti?! " kata Adnan.
"Iyaa.. aku tahu kamu memang sahabat terbaik aku, tapi bicara soal keluarga kurasa kakakku ingin bertemu denganmu lagi dan juga minta kamu untuk selalu menjawab teleponnya.Boleh tidak nanti?"tanya Ella ragu.
" Ih, kamu mau saja ya disuruh-suruh oleh keluargamu yang jahat itu. Bukankah aku sudah bilang aku tidak suka kakakmu yang genit itu. Pasti dia mau deketin aku karena aku kaya kan,kakakmu itu jika bersamaku pasti minta dibeliin macam-macam. Dia itu cewek matre, Maaf ya aku menghina kakakmu "kata Adnan tiba-tiba dia mengecilkan suaranya.
" Tidak apa-apa, aku tahu itu dia memang sifatnya seperti itu mirip dengan ibu tiriku "kata Ella sedih.
"Kurasa, ibu tiri dan kakak tirimu masih membencimu ya? Apakah karena warisan ayahmu?" kata Adnan merasa bersalah.
"Yah, kurasa. Memang kami bukan keluarga terpandang tapi ayahku memiliki cukup banyak harta warisan, ayah memberikan hartanya untuk aku gunakan di masa mendatang. Tapi karena ibu dan kakak tiriku tidak menyukainya, mereka selalu memperlakukanku seperti ini.
Berbuat semena-mena kepadaku" kata Ella sedih.
"Ella, kita sudah berteman bertahun-tahun jika kau butuh sesuatu kau bisa bicara denganku atau minta bantuan ku juga boleh. Kau tahu kan? Dulu teman-teman hanya mendekatiku karena uang, mereka ingin memanfaatkan uangku. Tetapi kau tidak kau berteman tulus padaku, itulah yang membuat aku sekarang menjadi bahagia"kata Adnan.
PLAK
"Duh.. kenapa aku dipukul Ella? Sakit tahu"kata Adnan yang tiba-tiba dipukul oleh Ella.
"Hehe..maaf, habisnya dari tadi kita cerita sedih terus dan aku tidak menyukainya. Aku jadi terharu" kata Ella sambil menyeka air matanya.
"Ya kan, memang kenyataanya seperti itu. Eh, la kita sudah sampai di rumahmu. Tidak terasa ya karena kita curhat terus" kata Adnan sambil menepikan mobilnya ke sebuah rumah yang sederhana tapi lumayan luas.
"Eh iya, kalau begitu aku duluan ya. Hati-hati dijalan Adnan, sampai jumpa besok di kantor ya" kata Ella sambil turun dari mobil.
Ella melambaikan tangannya pada mobil Adnan dan setelah Adnan pergi Ella menghela nafas sebentar dan masuk kerumahnya.Saat masuk ke dalam rumah Ella disambut dengan suara nyaring kakak tirinya.
"Ella!!!kamu sudah pulang?" kata Sarah,Darah adalah nama kakak tirinya Ella. Dia memiliki rambut bewarna pirang karena di semir dan badan yang cukup tinggi serta norak,genit dan matre. Intinya menyebalkan.
"Iya, aku sudah pulang.Ada apa?kakak mau tanya Adnan" kata Ella bersikap ramah.
"Bukan itu, kamu ini kenapa tidak bilang-bilang kalau kamu punya bos yang tampan, aku juga mau ketemu sama dia" Kata Sarah.
"Astaga, Ella. Kamu lupa ya, aku punya teman di kantor yang sama denganmu dan berita adalah dia sekertaris mu itu sudah tersebar. Aku ingin bertemu dengannya" kata Sarah.
"Ohh itu, aku baru saja akan bekerja besok dengannya"Ella.
"Yah, kamu tolong bilang sama bos kamu atau siapapun aku mau bekerja disana. Aku ingin melihat dia, kamu bantuin aku supaya aku bisa kerja disana, paham?" kata Sarah sambil melotot pada Ella.
"Tapi bukannya aku bukan bosnya, jadi untuk-" kata Ella yang pembicaraannya berhenti disela oleh Sarah.
"Aku tidak mau tahu, aku hanya ingin bertemu dengan pria itu.TITIK!!!"teriak Sarah yang langsung pergi ke kamarnya dengan hidung ke atas.
Ella hanya menangis terisak satu dua kali. Dia hanya menatap foto ibu dan ayahnya yang sudah meninggal. Dia berharap suatu saat nanti hidupnya akan berubah.
•
•
Pagi hari di kantor Ella sedang berada di depan ruang bosnya yang dulu. Ia sedang berpikir keras tentang keinginan Sarah, ia ingat ibu tirinya berkata jika Sarah tidak bekerja di kantornya dia tidak akan di kasih makan oleh ibu tirinya.
Jadi mau tidak mau Ella memberanikan diri untuk ke raung itu, pertama ia mengetok pintu ruangan bosnya dan mulai masuk.
"Halo bos, selamat pagi" kata Ella berusaha bersikap biasa saja.
"Ohh Ella, kenapa kau ada disini. Bukanya kau sudah mulai kerja dengan Pak Anthony?Kau rindu dengan bos mu yang tampan ini ya?" kata bosnya menggoda Ella.
"Ohh, tidak juga pak, saya hanya mau bicara dengan bapak. Soalnya ini penting pak" kat Ella.
"Ohh kirain apa? Ayo silahkan duduk!"
Ella pun duduk di kursi berhadapan dengan bosnya. Ella tidak tahu harus bagaimana, tapi apa boleh buat dia harus mencoba bertanya kan.
"Ada apa,El? "kata bosnya Ella yang sepertinya merasa ada yang aneh dengan Ella hari ini.
" Bos butuh orang untuk Penggantiku tidak pak, soalnya aku punya seorang kakak.Dia sedang mencari pekerjaan jadi saya rasa saya dia bisa bekerja di sini. Jadi menurut Bos bagaimana?" tanya Ella gugup.
"Hmm..... menurut saya...... Itu bagus, lagipula itu kakakmu kan pasti dia sehebat kamu saat bekerja" kata Pak Bos.
"Eh!? Beneran Bos bisa? Wah.. terimakasih bos" kata Ella senang.
"Iya sama-sama Ella,tapi dia harus mengisi formulir dan membawa Syarat-syarat ya, jangan lupa disampaikan kepada kakakmu" tambah Pak Bos.
"Baik, Pak terimakasih sekali lagi Pak" kata Ella senang.
Ella pun pergi dengan hati yang gembira, ia senang tidak akan di hukum oleh ibu tirinya. Ini merupakan hari yang menyenangkan, sekarang Ella tinggal pergi ke ruang kerja barunya yang posisi nya berdampingan dengan ruang kerja pak Wakil Direktur.