Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Memilih



Di rumah Gabriel,tepatnya di kamarnya Gabriel, Gabriel sedang memikirkan sesuatu. Dia memikirkan hadiah apa yang akan diberikan pada Zea. Gabriel belum tahu apakah ulang tahun Zea dirayakan di sini atau tidak, tapi bagaimanapun juga jika ulang tahun Zea jadi dirayakan di sini dia dapat memberikan kejutan juga.


Saat memikirkan itu, tiba-tiba saja ponsel milik Gabriel berdering, artinya ada pesan yang masuk.Ada pesan dari orang yang tidak Gabriel kenal, pasalnya nomor itu tidak terdaftar di kontak Gabriel, mula-mula Gabriel tidak mau menanggapinya, tapi kalau dipikir-pikir Gabriel penasaran juga, karena pesan itu mengirimkan foto. Lalu dengan ragu, Gabriel mengambil ponselnya dan mulai melihatnya.


Itu adalah foto hasil dari pemotretan dia dan Chelsea..., foto itu. memperlihatkan hasil pemotretan dengan Chelsea, nomor siapa ini, apakah milik fotografer itu. Saat memikirkan itu, tiba-tiba ada pesan yang masuk di bawah foto itu.


"Gabriel.. " kata nomor yang tidak dikenal.Dengan ragu Gabriel membalas pesan tersebut,"Siapa?" tanyanya.


"Ini aku Chelsea.. kau terus saja memblokirku, aku jadi memakai nomor baru, kan. Ohh.. iya, bagaimana hasil fotonya? Baguskan?"kata nomor itu, Chelsea.


Karena kaget Gabriel melemparkan ponselnya, dia kemudian mengumpat-umpat sendiri, ini di tunjukkan pada Chelsea, mungkin. Untung saja Gabriel tidak melemparkan ponselnya sampai pecah, karena itu tepat mendarat di kasurnya.


"Kau kenapa?Kau tahu kan alasanku memblokir namamu?" kata Gabriel marah.Setelah itu sesaat kemudian ada pesan masuk.


"Ihh.. Gabriel jahat! Aku hanya menunjukkan ini, ini adalah foto kita yang tidak terpakai, aku disuruh oleh pak fotografer. Aku akan mengirimkannya padamu. Oh iya, Gabriel jangan memblokirku lagi, ya!" kata pesan itu, Chelsea.


Yah, sebenarnya Gabriel ingin memblokirnya saja. Tapi karena mengingat ucapan Maggie, dia tidak jadi memblokirnya, Gabriel pun melihat foto-foto yang tidak terpakai itu, foto itu sebenarnya bagus, hanya saja kota hanya butuh beberapa. Eh.. Foto, ya - Aha... Gabriel tahu, dia akan memberi kejutan apa untuk Zea.


Gabriel pun menari kegirangan karena sudah menemukan ide nya itu dan sekarang Gabriel tinggal meminta bantuan seseorang dan dia dapat membuat kejutan untuk Zea, lalu Gabriel membuat surat untuk Zea bertanya kalau-kalau dimana Zea akan merayakan ulang tahunnya, untung saja Gabriel masih punya bubuk Paradido. Jadi dia dapat mengirimkan surat pada Zea.


Di sisi lain, Chelsea sedang menunggu balasan dari Gabriel pun sebal. Karena pesannya darinya hanya di baca, hanya.. Yah, tidak apa-apa, karena kali ini nomor nya tidak diblok lagi. Tapi tetap saja, Chelsea tidak suka ini, karena bosan dia menggabrukkan badannya ke kasur dan memandang beberapa foto dia dengan Gabriel.


"Yang mana ya yang harus aku berikan pada Gabriel? Aku ingin foto yang bagus untukku, untuk Gabriel aku akan berikan foto ku yang bagus. Aaaa.... Akhirnya aku bisa punya foto Gabriel, malahan foto berdua dengannya.. Hehe"kata Chelsea yang senangnya bukan main, dia memilih-milih foto yang akan dia berikan pada Gabriel.


Lalu, kemudian dia membungkusnya dengan rapi dan memasukkannya di totebag yang cantik.Chelsea ingin memberikannya pada Gabriel besok di sekolah, dia mau memamerkannya pada anak-anak, kalau dia berfoto dengan Gabriel. Kemudian ada suara pintu yang di ketok dan terbuka lah pintu kamar Chelsea, itu ada Susi, nenek Chelsea, dia datang dengan membawa cemilan dan minuman pada Chelsea.


Tapi wajah Chelsea langsung cemberut melihat neneknya, mengingat saat Chelsea menceritakan Gabriel pada neneknya, Susi malah bersikap tidak mendukung."Sayang, nenek bawakan cemilan kesukaanmu.. Makan, ya!" kata Susi dengan suara yang penuh kasih sayang.


"Taruh saja di meja! Aku sedang tidak mau makan" kata Chelsea dingin, dia bahkan tidak menatap Susi, ini membuat Susi tidak nyaman.


"Sayang.. Nenek minta maaf pada Chelsea, ya. Nenek tadi tidak mendengarkan Chelsea bercerita. Chelsea mau kan memaafkan nenek, Ohh.. Atau Chelsea bercerita lagi tentang Gabriel pada nenek, nenek janji akan mendengarkannya kali ini"kata Susi dengan suara yang memohon pada Chelsea, agaknya ini membuat Chelsea senang.


"Wah.. Jadi Gabriel yang Chelsea sukai itu adalah anak dari model terkenal, Maggie. Bukannya dia adalah Idola Chelsea, Chelsea pasti senang sekali.. " kata Susi yang pura-pura senang dan girang sama halnya Chelsea yang suka menceritakan ini.


"iya, aku saaaaaangat senang.. tapi gadis yang Gabriel sukai itu tinggal dirumah Gabriel juga" kata Chelsea muram, dia tidak suka pada gadis itu, Zea. Hati Susi mencelos, dia rasa yang dimaksudkan Chelsea adalah Zea. "Siapa gadis itu?"tanya Susi yang kaget dan cemas.


"Namanya Zea, dia memiliki mata yang salah satunya bewarna ungu, dia tinggal bersama dengan Gabriel, tapi untungnya sekarang di tinggal di liga negri nek-, nek!Nenek... kenapa melamun lagi?" tanya Chelsea yang marah, karena lagi-lagi neneknya tidak mendengarkan Chelsea lagi.


"I-iya sayang.. Nenek tidak melamun, nenek hanya.. memikirkan gadis itu, bagaimana juga yang paling cantik itu cucu nenek ini" kata Susi sambil membelai rambut Chelsea, dalam hatinya dia sangat kaget dan sedikit takut, tapi Zea sudah tinggal di luar negri? Apakah Anthony yang membawa nya?


"Huh.. Nenek, aku lanjut lagi ya, kata temen-temen yang lain bahkan menganggapku mirip dengan Zea, aku jadi kesal, kan aku lebih cantik darinya, kenapa aku di sama-samakan" kata Chelsea yang sebal memikirkan Zea.


Sebenarnya Susi sudah shock dengan cerita Chelsea, tapi dia tetap lanjut mendengarkan untuk mencari informasi tentang Zea. Setelah informasi siap, rencananya Susi akan mencari data tentang Zea dan mencari tahu tentang keluarga Adnan.


Di sisi lain, Zea baru saja selesai mandi dia sekarang sedang menyisir rambutnya. Zea telah menerima surat dari Gabriel, dia sekarang juga akan membalas surat itu, tapi kemudian Anthony datang ke kamar Zea, Anthony lalu tersenyum pada Zea. Entah ini pertanda buruk atau baik, Zea tidak tahu dengan senyuman Anthony.


"Zea sedang apa?" kata Anthony sembari menghampiri Zea yang sedang duduk di kursi sambil menulis surat, tapi Anthony tidak tahu itu surat.


"Oh, aku sedang menulis surat untuk Gabriel. Ayah ada apa kemari?" tanya Zea, biasanya kalau Anthony kemari itu untuk memberitahu sesuatu atau karena rindu pada Zea.


"Tidak ada, Ayah hanya rindu sekali pada Zea, Ayah hanya bisa bersama dengan Zea Sore dan malam saja"kata Anthony, dia kemudian membelai rambut Zea dengan lembut.


"Ya mau bagaimana lagi, Ayah sibuk, kan? Aku tahu Ayah pasti sangat lelah"kata Zea, kemudian Anthony memeluk Zea dan mengecup kening Zea, Zea pun membalasnya dengan pelukan juga, dia sekarang berhadapan dengan Ayahnya.


" Hah... Ayah tidak tahu kalau putriku ini akan berusia genap 13 tahun"kata Anthony senang. Zea yang mendengarkan ini langsung kaget dan bingung, apa maksud Anthony? Apakah Anthony tahu ulang tahun Zea?


"A-Ayah... Apa maksud Ayah?" kata Zea bingung sekaligus tidak percaya jika Anthony tahu hari ulang tahun Zea. Dalam hatinya dia sangat senang sekali, mata Zea pun berbinar-binar saking senangnya.


"Eh.. Bukannya lusa nanti hari ulang tahunmu? Tentu saja Ayah tahu, Kita akan merayakannya Zea. Tapi Zea mau merayakannya dimana?" kata Anthony dia juga akan menuruti keinginan Zea. Zea pun menatap Ayah nya lalu dia melihat surat dari Gabriel, karena Gabriel juga menanyakan hal yang sama padanya.


"Aku... Aku ingin merayakan dua-duanya,aku akan merayakan bersama Ayah dan semuanya di sini serta aku akan merayakannya bersama dengan keluarga paman" kata Zea yakin, dia bingung mau merayakannya di mana, di satu sisi Zea mau merayakannya disini dan di sisi lain, dia juga ingin merayakannya bersama dengan Gabriel.