
"Aku tahu dan itu memang kesalahanku, maka dari itu aku harus memperbaikinya. Aku.. tetap akan pergi ke dunia manusia,Aku harus menepati janjiku. Akan kubawa istri dan anakku ke sini, supaya Anak-anak tahu dan kau ingat jika seorang putri kerajaan berdarah campuran di bumi itu tidak baik kan? " kata Anthony, dia langsung meninggalkan istrinya yang sedang menangis terisak-isak.
Anthony tidak memperdulikanya dia tetap kukuh dengan niatnya untuk bertemu istri dan anaknya, dia sudah merindukan mereka berdua.
Untuk pergi ke dunia manusia Anthony juga mempelajari ada apa di dunia manusia seperti dulu., tapi itu 13 tahun yang lalu jadi mungkin sekarang kondisinya berbeda. Ia juga berpikir akan ke kantor yang dulu, kalau Ella masih disana. Sebab Anthony tidak tahu di mana Ella tinggal sekarang, Dia pun bergegas mengeluarkan portal dengan membuat retakan dimensi.
Sesaat sampainya Anthony di dunia manusia, ia merasa bahwa keadaan di sana sudah berubah tempat yang ia selalu kunjungi dengan Ella pun tidak seperti dulu, malah ada yang sudah tidak ada.
Karena tidak sabar ingin menemui Ella dan anaknya Zea, Anthony cepat-cepat menuju kantor nya yang dulu. Sesampainya disana Anthony melihat bahwa kantornya sudah lebih besar dan modern, ia cepat-cepat ke meja resepsionis. Anthony menanyakan soal Ella dia ada dilantai berapa, tapi...
"Permisi, Saya ingin bertemu dengan pegawai yang bernama Ella,bisa bu? " kata Anthony bertanya pada wanita di meja resepsionis.
"Maaf Pak, disini tidak ada pegawai yang bernama Ella" kata wanita resepsionis itu, dia sepertinya terpesona dengan ketampanan Anthony walaupun umur sudah tiga puluh lebih tapi wajahnya tetap seperti pria umur dia puluh tahun.
"Tidak ada, Apa dia sudah pindah, ya? Ohh kalau begitu mungkin Adnan, ada?" tanya Anthony memastikan.
"Maksud bapak, Wakil Direktur Adnan ya?" kata resepsionis itu.
Bukan main, Anthony kaget ketika mendengar bahwa Adnan sudah menjadi Wakil Direktur. Ini sungguh tidak dipercaya, tapi memang Adnan adalah pria yang tekun bekerja.
"Bapak mau saya panggilkan Pak Adnan?"
"Yah, tolong panggilkan ya! " kata Anthony tidak sabar.
"Dengan nama siapa, Pak? " tanya resepsionis wanita itu.
"Nama saya Anthony, dia pasti akan tahu, tolong panggilkan dia secepatnya karena ini urusan penting" kata Anthony.
"Baik pak, bapak tunggu disana, ya! Saya akan memangggilkannya" kata resepsionis wanita itu sembari pergi ke menemui Adnan.
Anthony tidak sabar ingin menemui keluarganya di bumi. Dan beberapa menit kemudian Adnan datang dengan kaget dengan kedatangan Anthony yang tiba-tiba.
"Anthony, kau kembali? " kata Adnan kaget.
"Ya, aku kembali. Dimana Ella? Apa dia tidak bekerja di sini lagi? Apa anakku lahir selamat? Dimana tempat tinggal nya sekarang?" kata Anthony yang tidak sabar untuk bertemu keluarga kecilnya.
Adnan pun hanya bengong melihat sikap Anthony yang dulu dan sekarang. Anthony saat dulu dia dingin dan sekarang dia tidak terlalu, dengan cepat Adnan menenangkan Anthony dan mengajaknya ke ruangannya.
Adnan membuatkan minuman untuk Anthony yang duduk di sofa yang telah disediakan di sana. Karena Anthony tidak sabar ia langsung menanyakan kabar istri dan anaknya itu.
"Jadi nanti, dimana Ella dan anakku? Dimana mereka tinggal sekarang?Cepat beritahu aku, Adnan" kata Anthony.
"Kau ingin tahu keadaan mereka? Apa kau tahu jika kau tidak pergi pasti Zea tidak akan menderita" kata Adnan dengan nada marah.
"Apa maksudmu?" tanya Anthony kaget.
"Ella... dia.. dia sudah meninggal 13 tahun yang lalu, Setelah dia menengok istriku dan Ella terkena kecelakaan mobil akibat kakak tirinya" kata Adnan dengan nada sedih.
"Tidak mungkin Ella...dia sudah meninggal.. Ella.. hiks.. maafkan aku.. hiks, seharusnya aku tidak meninggalkanmu" kata Anthony. Dia menyesal telah meninggalkan Ella.
"Ohh.. ya dimana anakku, apa dia juga ikut dalam kecelakaan.. apa dia baik-baik saja?" tanya Anthony.
"Dia baik-baik sja berkat Ella yang melindunginya. Dia hanya terluka di bagian lehernya dan itu tidak parah. Karena saat kecelakaan umurnya dia bukan jadi Maggie yang menyusuinya" kata Adnan.
"Aku ingin bertemu dengannya dimana dia sekarang?" Anthony.
"Kau? Setelah itu kau akan pergi meninggalkannya dan dia akan kesepian lagi, begitu? Kau sudah tidak ada ada kabar dan berani menanyakan mereka, Ha?" kata Adnan dengan emosi yang sangat marah.
"Adnan, kau tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, mungkin hanya Ella yang tahu itu dan kami" kata Adnan.
"Memangnya apa yang terjadi hingga kau meninggalkan Ella seperti itu?" Adnan.
"Aku tidak bisa mengatakannya, lagi pula kau pasti tidak akan percaya" kata Anthony.
"Kalau kau tidak mengatakannya, aku tidak mengijinkan kau untuk bertemu dengan Zea" Adnan
"Apa? Kenapa bisa begitu? Baik-baik aku akan mengatakannya dan jangan beritahu siapapun dan mungkin jika kau mendengarkan ini kau tidak akan percaya. Jadi sebenarnya aku.... " kata Anthony yang menjelaskan asal usul nya kenapa dia ada disini, pokoknya semua yang terjadi padanya.
"..... jadi itu yang terjadi. Apa kau percaya?"kata Anthony yang melihat Adnan yang shock apa yang baru saja ia dengar.
" Aku masih setengah tidak percaya,Ohh.. apa kau mengetahui jenis kelamin anakmu karena kekuatanmu? "kata Adnan memastikan.
" Yah, itu benar dan satu hal lagi akan kutunjukkan sesuatu agar kau bisa percaya. Lihat aku! "kata Anthony. Dia langsung memejamkan mata dan saat matanya terbuka, mata Anthony bersinar, keluar taring kecil dari mulutnya dan suatu cahaya ungu menyilaukan mata membuat Adnan kagum dan kaget dan setengah takut melihat Anthony.
" Sudah!!!Cukup!!! Kau membuatku takut Anthony "kata Adnan yang terhuyung ke belakang saking takut nya. Karena teriakan Adnan dia menghentikannya.
"Jadi sekarang kau percaya?" kata Anthony dengan suara yang dingin dan tatapan matanya yang tajam.
"AKU PERCAYA AKU SANGAT PERCAYA DENGANMU. JANGAN LAKUKAN ITU LAGI!" kata Adnan dengan suara bergetar.
"Hei,jangan teriak-teriak!nanti semua orang mendengarnya, jadi antarkan aku kepada Zea. Bisa, kan? " kata Anthony.
"Sekarang, kalau sekarang dia sedang bersekolah. Jadi mungkin sebentar lagi dia akan pulang, lebih baik kita kesana saja dengan mobilku" usul Adnan.
"Baiklah,ayo cepat! "kata Anthony sambil pergi meninggalkan kantor dengan Adnan.
Mereka menuju parkiran mobil dan bergegas pergi ke sekolahnya Zea.
Didalam perjalanan ke sekolah, Adnan bertanya bagaimana cara memberitahu Zea tentangnya. Karena Zea pagi shock mendengar ini, bahkan Zea orangnya seperti itu jadi pasti jika diberitahu dia pasti tidak akan percaya.
Tapi Anthony berkata dia punya cara nanti,dan saat sesampainya di sekolah pas sekali sekolah bubar dan mereka menepikan mobil dan menuju ke sekolah Zea dan Gabriel.