
"Bubuk pengantar surat ini dinamakan Bubuk Paradido, bubuk ini ada berbagai macam jenis, kekuatannya juga beda, tapi fungsi utamanya tetaplah mengantarkan surat" kata Anthony menjelaskan pada Zea dan Adnan, mereka berdua hanya mengangguk-angguk paham.
"Berarti bubuk untuk mengantarkan surat yang biasa kita gunakan di Kerajaan sama dengan ini?" tanya Zea.
"Iya, tapi warnanya beda, ini warna jingga.Dapat mengantarkan antar dimensi dan untuk bubuk Paradido bewarna kuning hanya antar wilayah" jawab Anthony pada Zea. Adnan yang kurang mengerti akan percakapan Anthony dan Zea hanya mengangguk saja.
"Tapi jika ponsel ini tidak berguna bagaimana aku bisa melihat wajah Zea, apalagi Gabriel dan Maggie selalu ingin melihat wajah Zea dengan video call"kata Adnan sambil mengambil ponsel yang Anthony bawa dan menunjukkannya pada Anthony.
"Apa itu video call?" tanya Anthony, pasalnya dia tidak tahu menahu tenang itu, yah walaupun dia belajar dunia manusia tapi bukan itu juga, kan.
"Ohh.. Itu yah, kita dapat melihat wajah orang yang kita hubungi atau telepon. Ayah tahu menelpon, kan? Nah, saat berbicara dengan orang itu kita dapat melihatnya di layar ponsel ini,yah" kata Zea menjelaskan, dia mengambil ponsel yang Anthony pegang dan menunjukkan layar ponselnya.
"Jadi, kita dapat melihat orang yang kita mau begitu?" kata Anthony menebaknya, Anthony tidak habis pikir ada hal seperti itu. Memang beda dunia itu menyakitkan.
"Iya, jadi jika Gabriel dan Maggie mau melihat wajah Zea tidak bisa, kan kalau ponsel ini tidak berguna di duniamu?" kata Adnan dengan muka yang sedih dan kecewa.
"Kalau yang seperti itu, sepertinya aku punya alat yang mirip dengan ponsel, walaupun saat ingin berbicara tidak langsung kami harus menggunakan surat, tapi kalau sambil melihat wajah orangnya... ada sepertinya" kata Anthony mencoba mengingat alat apa yang dapat digunakan seperti itu.
"Benarkah? Seperti apa alatnya?" tanya Adnan penasaran, begitupun Zea penasaran dengan kata itu, sebab Zea sendiri juga tidak tahu tentang alat seperti itu.
"Yah.. alat itu mirip seperti.. Tunggu.. Alat itu sudah tidak diproduksi di duniaku, mungkin seharusnya aku tidak mengatakannya pada kalian" kata Anthony.
"Kenapa? Seharusnya jika itu masih ada, aku dapat menghubungi Zea dengan itu" kata Adnan dengan muka yang muram dan sedih.
"Yah, sayang sekali.Tapi walaupun alat itu sudah tidak diproduksi lagi, bukannya masih ada, ya? Alat itu pernah dibuat, kan? Jika pernah, mungkin masih ada orang yang menyimpannya" kata Zea dengan wajah yang penuh harapan.
"Benar juga, kita dapat mencari alat itu. Mungkin di duniaku masih ada yang menyimpannya" kata Anthony dengan penuh semangat mengatakannya.
"Wah.. Kalau begitu, kau bisa memberikannya padaku, lalu aku dan Zea dapat berhubungan dengan mudah" kata Adnan dengan wajah yang girang.
Setelah itu mereka disuguhkan makanan dan minuman oleh Adnan, mereka juga menunggu yang lainnya bangun. Maggie dan Gabriel bangunnya agak lama, kata Adnan mereka berdua semalam bergadang untuk menonton film kesukaan Gabriel, katanya karena malam minggu, jadi mereka menonton sampai larut malam.
Saat Maggie dan Gabriel sudah bangun, mereka berdua pun kaget dan senang dengan kedatangan Zea dan Anthony yang tiba-tiba. Mereka berdua sangat senang melihat Zea baik-baik saja, bahkan Gabriel dan Maggie memeluk Zea erat seakan tidak mau dilepas (seperti Adnan) dan tentu Anthony diabaikan.
Maggie membuat makanan kesukaan Zea, Maggie masak besar-besaran untuk Zea dan Anthony. Semua masakan komplit dengan lauk pauknya, sangat banyak sekali. Zea sudah kangen dengan masakan bibinya, walaupun di istana masakannya juga enak. Tapi bagi Zea masakan bibinya yang lebih enak.
Rencananya setelah makan-makan, Anthony akan bicara empat mata dengan Adnan. Ini soal hukuman Zea besok, Adnan juga harus tahu tentang ini, karena bagaimana pun juga Adnan yang merawat Zea sejak kecil. Jadi bagi Anthony,semua hal yang terjadi pada Zea harus diceritakan pada Adnan.
Saat ini Gabriel, Zea, dan Adnan sedang main game dikamar Gabriel, sedangkan Maggie membuat makanan ringan di dapur untuk Gabriel dan Zea.Anthony menyeret Adnan untuk pergi ke kamar milik Adnan dan mengunci pintu kamar supaya tidak ada yang masuk.
"Ada apa? Kenapa kau menyeret aku ke sini?" tanya Adnan bingung dengan tingkah laku Anthony, dia sekarang sedang duduk di kasurnya.
"Aku ingin menceritakan sesuatu denganmu, ini tentang Zea. Aku rasa kau harus tahu tentang ini" kata Anthony dengan suara yang amat pelan, dia duduk di samping Adnan dan berhadapan dengan Adnan.
"Zea?! Memangnya ada apa dengan Zea?" kata Adnan dengan suara yang pelan tapi dengan nada yang cemas.
"Tidak.. Tapi tepat besok hari, Aku dan Zea akan mendapatkan hukuman" kata Anthony dengan nada yang agak ragu mengatakannya pada Adnan.
"Hukuman?! Kenapa Zea harus dihukum" kata Adnan dengan nada yang keras dan kaget, suara yang Adnan buat itu membuat Anthony harus memukul Adnan utuk diam.
"Sshhh... Diam! Nanti yang lain dengar" kata Anthony cemas, dia memukul kaki Adnan dengan pelan.
"Maaf, tapi kenapa kau dan Zea kena hukuman? Memangnya kalian salah apa?Apakah hukuman itu berat?" tanya Adnan dengan wajah yang cemas dan takut, dia sangat khawatir akan hal ini.
"Itu karena....... " kata Anthony dan kemudian dia menceritakan semuanya kenapa dia dihukum dan apa hukumannya. Anthony menceritakan panjang lebar, Adnan yang mendengar ini sangat marah dengan Anthony.
Baru Anthony membawa Zea ke dunianya, malah Zea dapat masalah karena Anthony. Gara-gara Anthony Zea jadi dapat hukuman yang dia tidak ketahui. Hukuman yang Zea tidak tahu apa penyebabnya. Tapi di sisi lain Adnan juga merasa kasihan pada Anthony, pasti ini sangat berat bagi Anthony untuk menanggung beban ini sendiri.
"Apa kau sudah mengatakannya pada Zea?" tanya Adnan ketika Anthony sudah selesai bercerita.
"Aku belum mengatakannya. Aku tidak sanggup mengatakannya pada Zea, dia bahkan mendapatkan hukuman yang sebenarnya Zea tidak tahu kenapa dia dihukum" kata Anthony dengan wajah yang sedih gan nada yang pelan, Anthony sepertinya sangat pasrah dengan kejadian ini, dia mengacak-acak rambutnya karena frustasi.
"Kau harus mengatakannya, Anthony. Jika kau tidak mengatakannya, bagaimana Zea dapat menjalani hukuman itu tanpa tahu sebabnya" kata Adnan sambil menepuk-nepuk bahu Anthony untuk menenangkannya.
"Aku akan mencobanya, tapi aku tidak akan mengatakan kalau itu hukuman untuk zea. Aku akan mengatakan alasan yang lain saja" kata Anthony pasrah. dia bahkan sangat stres akhir-akhir ini karena memikirkan Zea.
kata Adnan yang juga ikut cemas melihat keadaan Anthony.
"Iya,kurasa itu bagus.Terimakasih Adnan dan maaf,karena aku selalu membuat Zea terkena masalah" kata Anthony dengan senyum tipisnya, mereka berdua saling tersenyum memandang satu sama lain.
•
•
•
Foto Visual Two Worlds Adventure
Zea
Anthony
Eden
Luis dan Lucas
Veronica
Charlotte
Adnan
Gabriel
Maggie
Chou
Eryk
Victor