
Keesokan harinya suasana diantara Zea dan Gabriel terlihat canggung, mereka terlihat kaku saat sarapan bersama. Maggie terlihat senang melihat tingkah mereka yang malu-malu kucing,ini karena Maggie yang sudah tahu perasaan Gabriel. Veronica juga memberi kode pada Zea dengan matanya,ini membuat Zea terganggu.
Saat Zea tanpa sengaja menatap mata Gabriel dan sebaliknya, mereka berdua langsung memalingkan wajahnya dengan perasaan yang canggung. Sedangkan Adnan yang tidak tahu apapun,dia tidak tahu apa yang sedang terjadi, bahkan ia tidak tahu situasi diantara mereka.
"Gabriel...Dad akan pulang larut malam,jadi kau tidak bisa menjemputmu,nak. Nanti kau di jemput oleh Mom,ya.." kata Adnan sembari meminum kopinya.
"Eh..Iya Dad, tidak apa" kata Gabriel yang kaget dengan perkataan Adnan,dan sikap ini lah yang membuat Adnan merasa ada yang aneh dengan semuanya. Biasanya Gabriel akan berbicara menceritakan hal-hal menarik,tapi ini tidak.
"All right Gabriel,nanti ibu akan menjemputmu setelah selesai Photoshoot" kata Maggie menjawab.
"Oh iya,so..What are you going to do girls?" Kata Maggie sembari menoleh pada Zea dan Veronica yang sedang melahap makanannya. Seketika mereka berdua menoleh pada Maggie dengan bingung, mereka berdua sebenarnya tidak mempunyai rencana apapun hari ini.
"Iya, sebelum kalian pergi pulang ke kerajaan. Bukankah kalian memiliki waktu yang cukup untuk melakukan kegiatan untuk terakhir kalinya" kata Adnan dengan suaranya yang ramah.
"Entahlah,kami tidak kepikiran soal itu. Iya kan, Zea?"tanya Veronica pada Zea, Zea pun membalasnya dengan anggukan.
"Sayang sekali, padahal sayang kalau dilewatkan" kata Maggie dengan nada yang sedih.
"Coba nanti aku lihat, mungkin kami akan jalan-jalan di sekitar" kata Zea, memang benar esok hari Zea akan pulang ke Kerajaan Echthra, sudah waktunya Zea ke sana. Karena beberapa hari yang lalu Zea dan Veronica mendapat surat dari Si Kembar untuk pulang ke kerajaan atas perintah Anthony. Bagi Anthony sudah cukup lama liburan mereka,jadi sudah waktunya mereka kembali.
Mereka berdua beristirahat di sebuah taman di dekat perumahan, Zea membawa tas untuk membawa ATM dan beberapa barang,yah jaga-jaga jika mereka membeli barang-barang di perjalanan. Awalnya mereka berdua senang dan santai,tapi kemudian tidak ada angin dan hujan ada seseorang yang sangat cepat mengambil tas Zea itu dengan paksa.
Sial,Zea yang kebobolan,orang itu tidak terlihat wajah nya karena menggunakan Hoodie bewarna hitam dengan tudung Hoodie menutup wajahnya, sehingga sangat sulit melihat wajahnya. Veronica yang kaget bukan main dengan kejadian ini langsung berdiri dan meneriaki pencopet itu.
"HEI!!! KEMBALIKAN TAS KAMI!!"kata Veronica dengan nada yang marah, Veronica dengan cepat pun langsung mengejar pencopet itu yang mengarah ke suatu gang sempit di kompleks perumahan ini.
"Veronica, tunggu!!!"teriak Zea yang menyusul Veronica yang mendahului Zea, mereka berdua pun akhirnya mengejar pencopet itu dengan cepat, seperti adegan pengejaran di film-film saja.
Bukan main si pencopet ini,dia lumayan cepat juga berlari apa lagi di gang sempit yang penuh dengan barang-barang bekas, lumayan sulit untuk mengejar pencopet itu, apalagi sepertinya dia sudah hafal dengan tempat ini. Sembari mengejar pencopet itu, Zea memiliki perasaan yang tidak enak, seperti akan terjadi hal-hal yang buruk.
Dalam salah satu tikungan, Zea dan Veronica kecolongan lagi, pencopet itu tiba-tiba menghilang dari gang sempit itu. Veronica dan Zea malah tiba di tempat yang cukup luas tepat di perempatan gang,sangat sepi seperti pencopet itu tidak melewati tempat ini.
BUKK
Suara pukulan dari belakang mereka, seketika mereka berdua pun tergeletak di lantai. Dengan samar-samar Zea melihat sebuah tulisan yang bertuliskan The Black Tiger di salah satu jaket seorang pria. Mereka seperti berjumlah banyak, setelah itu Zea tidak tahu lagi karena dia pingsan di tempat. Begitupun Veronica yang terlihat sudah lemas dan pingsan.