Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Memasuki Wilayah Musuh



Seketika mereka keluar dari dalam portal itu dan setelah portal itu hilang terdapat retakan dimensi. Mereka telah sampai di dunia yang Anthony tinggali, tapi tempat yang sekarang mereka pijaki itu hutan yang lebat dengan pohon yang begitu besar dan akar agak bewarna merah dan ungu serta langitnya bewarna seperti akar itu.


"Zea,Kamu tetap bersama ayah, ya! Jika terjadi sesuatu kita bisa berlari bersama dan-....... ZEA, LARI KE BALIK POHON ITU SEKARANG!!!" kata Anthony seraya menggandeng tangan Zea dan menyeretnya ke sebuah pohon besar. Anthony sudah mengawasi tempat itu dan bersiap mencabut pedangnya.


Terdengar suara kaki yang begitu banyak dan mereka keluar dari semak-semak. Munculah seorang prajurit berbaju merah dengan logo kelelawar.


"Sepertinya ada orang disini. Ayo cepat cari dia, itu mungkin penyusup dari Kerajaan Echthra yang menyusup ke wilayah Kerajaan Thanatos" kata salah satu prajurit yang sepertinya pemimpin mereka karena memiliki tambahan warna baju hitam emas.


"Baik, kapten. Ayo kita tangkap mereka! mungkin mereka belum lama melarikan diri" kata seorang anak buah prajurit.


"Ayo, kalian pergi ke utara dan kau pergi ke selatan. Cepat! "kata pemimpin mereka sambil menunjuk-nunjuk anak buahnya.


Mereka langsung pergi seperti yang di instrukturkan oleh kapten mereka. Saat mereka mulai menjauh Anthony mulai keluar dari persembunyiannya sambil menggandeng tangan Zea.


"Ayah, Sepertinya kita sudah salah masuk retakan dimensi. Bukankah begitu, yah?" kata Zea pada Anthony.


"Iya, Ayah merasa seperti itu.Kita tidak bisa keluar kesini sendirian, oleh karena itu ayah akan mengirim bantuan kesini. Karena mungkin saja ada banyak prajurit disana" kata Anthony pada Zea sambil melihat sekeliling.


"Kenapa Ayah tidak langsung menyerangnya saja. Bukankah Ayah adalah raja pasti mereka akan takut dan langsung kalah"tanya Zea.


"Zea, Ayah tidak ingin mengambil resiko. Jika Ayah langsung menyerang pasti Raja Kerajaan Thanatos tahu dan mereka pikir kita berperang, Ayah tidak mau membuat masalah dengan hal seperti ini. Dan Ayah tidak ingin membahayakan kau, Ze" jawab Anthony pada Zea.


"Tapi, bagaimana cara Ayah memanggil bantuan? tanya Zea penasaran, sebab ia bingung memikirkan bagaimana caranya warga disini berkomunikasi dengan jarak jauh.


"Dengan surat, Kau bisa berkomunikasi dengan itu" kata Anthony.


"Caranya mengirimkan surat itu pada mereka, bagaimana caranya? Bukankah harus memakai perantara? " tanya Zea yang semakin penasaran.


"Ya,ampun Zea.Seperti ini kita disini juga menggunakan sihir. Jadi mengirimnya juga menggunakan sihir, lihat Ayah ya?"jawab Anthony pada Zea sambil mengambil cincin penyimpanan dan mengeluarkan sesuatu, seperti kertas, tinta, bulu burung,tali,dan sebuah kantong berisi bubuk bewarna kuning.


Anthony mulai menulis surat yang akan ditulis, lalu ia menggulungkannya dengan tali dan mengambil bubuk kuning dan meniupnya ke arah surat itu. Surat itu seperti terbakar dan membentuk sebuah butiran cahaya kuning disertai asap menuju suatu tempat.


Zea hanya ternganga dan bengong melihat apa yang barusan ia lihat, Zea berpikir mungkin inilah dunianya yang akan Zea tinggali jadi harus terbiasa dengan itu. Anthony yang melihat ekspresi Zea hanya tersenyum tipis melihatnya.


"Ya mungkin, suatu saat nanti aku akan terbiasa" Jawab Zea mencoba untuk bersikap biasa saja.


"Sebaiknya kita harus masuk ke dalam kota untuk mencari makanan, Zea. Jika kita disini nanti prajurit yang berjaga akan mengira kita mencoba menyusup atau kabur. Mereka pasti akan menghukum kita, Pertama kita berganti pakaian dulu. Karena dari tadi kita memakai pakaian bumi, mungkin mereka akan curiga" kata Anthony ambil mengeluarkan memasukkan barang yang ia keluarkan tadi.


Kemudian ia keluarkan sebuah kantong,ada dua kantong yang ia keluarkan. Yang satunya berisi bubuk bewarna ungu dan satunya sebuah koin.


"Bagaimana cara kita berganti pakaian, yah? Apa kita harus membelinya di pusat kota?" tanya Zea sambil memandang kantong yang bersisi bubuk bewarna ungu.


"Tentu saja tidak, Kita akan memakai bubuk ini, ini dapat mengubah pakaian kita. Semua yang pakaian yang ingin kita gunakan, Ayah sudah memikirkannya. Tutup matamu Zea, Ayah akan menaburkan nya"kata Anthony pada Zea sembari mengambil segenggam bubuk itu dan mulai melemparkannya diatas kepalanya dan Zea.


Saat akan memulai, Zea menutup mata seperti yang dikatakan Ayah-nya. Saat bubuk sudah ditaburkan, Zea mulai membuka mata. Ia kaget melihat Ayah nya, bajunya sudah berganti memakai baju kerajaan dan jubah bewarna ungu. Serta Zea melihat dirinya memakai baju kerajaan dan terdapat jubah bewarna ungu juga, dan gaya rambutnya juga sudah berubah sama seperti Anthony juga berubah.


"Wah.... hebat, tapi kenapa kita memakai jubah?" tanya Zea sambil memandang dirinya dan kagum dengan Anthony.


"Ayah tidak ingin kita ketahuan, Mereka pasti akan curiga melihat mata kita.Karena keluarga Kerajaan Echthra itu identik dengan warna matanya yang mencolok yaitu bewarna ungu. Ayah ingin kita menutupinya, dan kau Zea pakailah penutup mata satu ini untuk menutupi mata kirimu!" kata Anthony pada Zea sambil memberikan sebuah penutup mata.


Zea mengambilnya dan menutupi mata kirinya. Mereka mulai pergi diam-diam dari tempat itu dan menuju ke pusat kota dengan udentitas palsu yang Anthony telah miliki dan siapkan. Mereka masuk dengan mudah tapi agak sulit juga karena prajurit yang bekerja disana sangat ketat.


Mereka sekarang sudah masuk ke pusat kota Kerajaan Thanatos. Kerajaan itu memang memiliki suasana yang suram dan menyeramkan. Disana juga warga-warganya terlihat galak dan seram, di kota itu seperti tidak ada hukum.


Karena mereka tidak mau basa-basi lagi dan mereka sudah tidak makan dari tadi, Anthony dan Zea langsung membeli makanan disana serta minuman. Mereka duduk di sebuah bangku di pinggir jalan, kemudian mereka makan disana. Zea hanya bisa takjub dengan dunia ini.


Dunia yang sedang Zea ada sangatlah bagus walaupun tempat ini suram. Tapi entah mengapa ini sangat luar biasa ia bahkan masih tidak percaya dengan apa yang Zea lakukan.


Karena sambil menunggu surat Anthony membelikan Zea sebuah gelang, gelang penyimpanan barang, tapi gelang itu bewarna merah karena mereka sekarang ada di Kerajaan Thanatos yang identik dengan warna merah.


Zea menyukainya karena itu cantik, walaupun Zea tidak suka aksesoris tapi siapapun yang melihatnya pasti akan membelinya. Ini sangat keren dan bagus.


Disana mereka hanya bejalan berkeliling, kata Anthony mereka akan mengawasi dan memata-matai Kerajaan itu. Tapi kegiatan itu selesai dengan datangnya surat, yang sepertinya surat balasan dari orang yang ayah kirimin surat.