
Setelah itu Zea dibawa entah kemana oleh Hecate, memang Zea pingsan, tapi dia masih setengah sadar. Rupanya Penyihir Hecate tidak sendiri, karena yang menggendong Zea bukan lah dia melainkan orang lain. Zea tidak tahu wajah nya karena dia memakai jubah, juga karena dia di gendong di belakang. Jadi susah untuk melihatnya, perlahan Zea mulai pingsan dan benar-benar tidak sadar kan diri.
Di sisi lain dunia, Anthony dan Eden serta yang lain bingung kepada naga-naga yang telah pergi entah kenapa,padahal pertarungan belum selesai tapi mereka sudah kabur. Yah ini memang bagus untuk mereka, tapi aneh.
Lalu Luis dan Lucas pun menghampiri Eden, mereka semua berkumpul turun.
"Hei Eden... Angkat lah alat itu, bukan kah dari tadi bersinar terus.." kata Lucas yang melirik alat milik Eden, dari tadi saat pertarungan juga bersinar tapi Eden mengacuhkan nya.
"Baiklah, aku akan mengangkatnya" kata Eden, dia pun menjauh dari mereka semua,dan betapa terkejutnya Eden yang menghubungi nya adalah Gabriel. Apakah ada masalah atau apalah, Eden tidak tahu, tapi dilihat dari wajah Gabriel yang panik, seperti nya terjadi sesuatu atau Zea yang ingin ke sini.
"Kak.. Apakah Zea ada di sana?"tanya Gabriel cemas.
"Apa maksudmu?Bukankah Zea ada bersamamu. Kenapa tasku ada padamu?"kata Eden bingung, pasalnya tadi Eden sudah menyuruh Zea ke sana, kemana anak itu? Pikir Eden.
"Tunggu, apa maksud kakak?Zea tidak ada bersama kami, aku menemukan tas kakak tergeletak di taman, aku pikir kalian masih di situ"kata Gabriel. Gabriel pun mulai teringat akan orang yang mirip Zea tadi, sebenarnya saat mereka berdua pergi Gabriel teringat akan jubahnya Eden yang belum dikembalikan.
Jadi dia berinisiatif untuk mengantarkannya karena belum jauh, Gabriel tahu dimana mereka akan pergi, jadi cepat menemukan tempat nya. Tapi saat tiba di taman, Gabriel tidak menemukan Eden maupun Zea, dia hanya melihat dibalik kabut yang dingin karena pagi hari, terlihat sosok dua orang berjubah hitam.
Salah satu sedang menggendong seorang anak dan anak itu memiliki fisik yang mirip Zea. Gabriel tidak tahu anak itu, karena kepala anak itu ditutupi tudung jaket, mirip seperti jaket yang Gabriel berikan pada Zea. Dan posisi anak itu digendong dipunggung, maka dari itu Gabriel tidak tahu persis.
Dia pun penasaran dan saat akan mengejarnya, hilang sudah kedua sosok itu. Gabriel pikir itu hanya halusinasi saja, jadi dia tidak berpikir aneh-aneh. Tapi mendengar pernyataan Eden ini Gabriel yakin kalau anak yang dilihatnya itu adalah Zea. Wajah Gabriel pun sudah mulai pucat dan khawatir, dia juga berusaha untuk berpikir positif dulu.
"Kakak,apakah Zea memakai jaket bewarna abu-abu dan di samping kanan nya terdapat inisial, dia pakai itu tidak?"kata Gabriel memastikan, Eden hanya bingung dan menjawab nya dengan kebingungan.
"Aku tidak tahu saat aku pergi dia memakai apa, tapi aku melihat bahwa Zea membawa jaket itu-. Tunggu.. Gabriel, jangan katakan kalau... " kata Eden yang berusaha mencerna pikiran nya.
"Ya kak.. Aku melihat seseorang membawa Zea, itu berarti.. Zea diculik!!!" kata Gabriel kaget, dia pun berteriak sehingga orang-orang yang di sekitar Eden menjadi menoleh padanya. Eden kemudian cepat-cepat bersikap tenang dan berusaha menenangkan Gabriel.
"Shhh.. Diam. Aku akan segera ke sana dan kau keluar lah dari taman itu! Sekarang!" perintah Eden, dia kemudian menutup alat itu dan dengan cepat menarik Si Kembar agar menjauh dari kerumunan. Si Kembar bingung kenapa Eden menarik mereka tanpa sebab. Kemudian mereka saling berhadapan dan berbisik agar tidak ada yang mendengar nya.
"Bagaimana bisa?" kata Luis panik, "Dimana Zea diculik?Kenapa bisa Zea diculik?" tambah Lucas, mereka sekarang sangat cemas dan kaget.Eden hanya menggeleng tidak tahu, yang tahu akan kejadian ini hanyalah Gabriel, jadi Eden akan bertanya pada Gabriel dan kembali ke dunia manusia. Sedangkan Luis dan Lucas akan mengalihkan perhatian orang-orang dan tidak curiga pada mereka bertiga.
Mereka belum dapat memberitahu Anthony, lagi pula jika diberitahu sekarang, Eden tidak mau mengambil resiko bahwa semua orang akan tahu tentang kejadian ini.Setelah itu Eden langsung pergi ke hutan perbatasan dan masuk ke dunia manusia. Sesampainya di sana Eden dapat melihat Gabriel yang sedang mondar-mandir cemas, dia pun menghampiri Gabriel.
"Bagaimana kronologi nya?"tanya Eden cemas, lalu Gabriel pun menjelaskan dengan detail apa yang dia ketahui. Eden menyimak perkataan Gabriel dengan cermat, Eden pun menghembuskan napas dalam-dalam. Tidak tahu mau mencari dimana, tapi dilihat dari cerita Gabriel, sosok yang menculik Zea merupakan orang dari dunia sihir.
"Baiklah.. Tenang dulu!Aku akan berusaha mencari Zea dan-.... "kata Eden berhenti ketika dia merasa aura sihir yang asing di sekitar taman. Gabriel bingung dengan Eden, lalu dengan cepat dia memberi kode untuk diak pada Gabriel. Eden pun mencari sumber sihir asing itu. Sihir asing ini merujuk pada samping taman, mereka berdua akhirnya pergi ke samping taman.
Dan betapa kagetnya mereka saat melihat Zea yang tergeletak di tanah dengan wajah penuh luka, sontak Gabriel berteriak panik. Dia kemudian menghampiri Zea diikuti dengan Eden yang kaget melihat kondisi Zea.
"Zea!!! Kau kenapa Zea? Apa yang terjadi, bagaimana ini?" kata Gabriel panik, dia berusaha untuk membangun kan Zea, tapi Zea tidak berkutik.Dan Eden langsung melihat kondisi Zea dan memastikan dia tidak terluka parah. Dan dia lega Zea tidak terluka parah, sepertinya Zea hanya pingsan saja.
"Dia hanya pingsan, kau tidak perlu cemas" kata Eden, seketika Gabriel langsung lega karena Zea hanya pingsan. Dia pun melihat kondisi Zea yang masih terbaring.
"Apa kakak akan langsung membawanya ke dunia kakak?" tanya Gabriel ragu.
"Iya, akan lebih baik jika Zea langsung di obati oleh tabib di sana" kata Eden, Gabriel pun tersenyum dan mengangguk.
"Yeah, lebih baik Dad dan Mom tidak tahu, tolong jaga Zea kak! Aku mohon kakak pastikan Zea baik-baik saja" kata Gabriel dengan penuh harap.
"Iya, pasti. Bantu aku menggendong Zea Gabriel!"perintah Eden, dengan bantuan Gabriel, Eden pun menggendong Zea di punggung nya, lalu tas miliknya di simpan di kotak penyimpanan. Gabriel pun membelai rambut Zea untuk yang terakhir sebelum Eden membawanya pergi.
Dan akhirnya Eden pergi menuju portal dan lenyap dari pandangan Gabriel. Tiba di sana, hutan masih sangat sepi,lalu saat hampir tiba di ujung hutan terdengar suara serak yang lemah. Ini suara Zea, dia sudah sadar dari pingsannya.
"Zea, kau sudah bangun?" tanya Eden memastikan, karena dia tidak bisa melihat dengan pasti Zea sudah sadar belum.
"Sudah, sudah dari tadi" kata Zea serak dan lemah. Dan Eden pun menghentikan langkah nya untuk melihat kondisi Zea, tapi saat akan menurun kan Zea, Zea makin mengeratkan pegangannya karena tidak mau turun.