Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Mengatakannya



Jadi setelah percakapan itu, wajah Eden jadi tenang,dia lumayan sudah menghilangkan eksepsi garang nya, Zea dan Chou sudah lumayan lega.Sebenarnya Chou ke sini juga untuk membeli sebuah jubah,jubah dengan aksen Tiongkok kuno, entah berapa harganya jika dirupiahkan, tapi Zea butuh banyak sekali koin emas. Walaupun ini tidak sebanding dengan cincin giok yang dimintanya sebelum ini.


Untuk harga anting milik Eden ini lumayan mahal juga, harganya sama seperti jubah Chou tapi lebih mahal lagi sedikit.Sea membeli satu saja untuk Eden,oh iya,dia lupa, Zea bahkan belum pernah membelikan apa-apa untuk Anthony.Apakah dia juga harus membelikannya anting seperti yang lainnya ya?


Tidak,itu sama, Zea ingin berbeda dari yang lain untuk Anthony.Apa ya yang cocok untuk Anthony? Karena melihat pakaian Anthony, semua baju-bajunya aksesoris nya,itu terlihat mewah dan mahal.Zea rasa dia harus menabung dulu untuk memberikan hadiah pada Anthony.


Setelah itu ke toko itu, Chou memisahkan diri dari Zea dan Eden, karena mungkin Chou tidak ingin Tuan Lin tahu dia membeli jubah ini.Mungkin Chou sedang memikirkan cara untuk menyembuhkan jubah itu dan memberi tahu Tuan Lin. Itu tidak masalah bagi Zea,jadi sekarang Zea benar-benar sendiri, hanya berdua dengan Eden.


Apakah waktu yang tepat untuk memberikan anting itu pada Eden. Sepertinya ini adalah saat yang tepat, agar kecurigaan Eden hilang.Jafi dengan ragu Zea mengeluarkan sebuah kantong yang berisikan sebuah kotak yang berisi anting itu.Anting ini adalah anting yang khusus hanya berupa satu anting saja,sama halnya dengan Si Kembar.


"Eden,ini untuk mu"kata Zea ragu sembari memberikan sebuah kantong dari kulit hewan.Eden untuk pertama nya bingung, tapi dia mengambilnya juga.


"Apa ini?"tanya Eden dengan mengernyitkan dahi nya,dia membuka kantong itu dengan pelan dan mengambil nya.


"Hadiah...Untukmu.Aku ke toko itu untuk membelikanmu ini" kata Zea,aneh sebenarnya Zea mengatakan ini, tanpa sebab apa Zea memberikannya pada Eden,tapi jika di ingat-ingat memang Eden banyak membantu Zea,yah pantas lah memberikan hadiah untuk Eden.


"Untukku?Kau serius?"tanya Eden yang ragu, ekspresi Eden ini membuat Zea berpikir, sepertinya Eden merasa aneh juga mendapat hadiah dari Zea.


"I-..Iya, untukmu.Ini sebagai.... Sebagai tanda terimakasih ku karena sudah membantuku selama ini"kata Zea yang lumayan aneh,aneh saja dengan kejadian ini.


"Te-..Terimakasih.Tumben,kau tidak membelikannya untuk Luis dan Lucas" kata Eden yang canggung, Zea juga canggung juga.Padahal dia tidak dekat sekali dengan Eden,tapi memberikannya hadiah,aneh.


"Oh...Itu,Aku sudah memberikannya jauh-jauh hari.Kau suka?"tanya Zea,dia juga penasaran Eden menyukainya atau tidak, karena ekspresi nya tetap sama,datar tapi dingin dan tampan tentunya.


"Begitu ya.Aku menyukainya,cantik"kata Eden,dia sepertinya kaku mengatakan hal itu, cantik dan terimakasih, seperti tidak cocok untuk Eden mengatakan itu.Tapi mendengar Eden mengatakan ini Zea jadi senang, padahal Zea memberikan ini supaya Eden tidak curiga pada Zea, tapi Zea malah senang mendengarnya.


Yah, setelah itu Zea tidak kemana-mana lagi,dia kembali ke istana bersama dengan Eden.Tapi saat bertemu dengan Ratu Charlotte, tepat saat berpapasan dengan nya disana, Zea jadi diam seribu bahasa, dingin tentu saja.Sebaliknya Ratu Charlotte juga begitu,dia hanya bertanya pada Eden dan senyum padanya.


"Sayang,kau dari mana?"tanya Charlotte,dia mengampiri Eden dan membelai rambutnya, tinggi Eden hampir sama dengan Anthony, hanya beda beberapa centi saja, sehingga Ratu Charlotte sedikit susah untuk mengusap rambutnya,maklum tinggi Ratu Charlotte hanya sepundaknya Anthony,jika dengan Eden itu mungkin setelinganya atau lebih.


"Ke pusat kota,Bu" kata Eden singkat, seperti biasanya ya.Dengan senyum tipisnya, Eden mengatakan hal itu.


"Sudah makan belum?Ini waktunya makan siang,tapi kau malah keluyuran" kata Ratu Charlotte sembari melirik Zea seperti ini karena salah nya.Zea tidak habis pikir dengan tatapan mata Ratu Charlotte itu.


Sedangkan Veronica sedang memantau dari lantai atas.


"Hanya sebentar saja,aku juga masih belum lapar" kata Eden.


"Baiklah kalau begitu, jangan lupa makan,ya! Ibu pergi dulu,ada urusan" kata Charlotte, dia pun pergi keluar meninggalkan Eden dan Zea bersama dengan pelayan kerajaan.


"Jika kau ingin istirahat, istirahat lah!Aku akan berada dikamar"kata Zea, sepertinya mood Zea menjadi tidak baik ketika ia bertemu dengan Ratu Charlotte.


"Baiklah,aku akan mengecek mu sekali-kali" kata Eden,dia pun pergi meninggalkan Zea, sedang kan Zea pergi untuk ke kamarnya. Tapi sebelum itu juga,dia bertemu dengan Veronica di lantai atas. Wajah Veronica nampaknya tidak enak, apakah karena dia melihat Zea yang menangis kemarin.


Yah, Zea jika dilihat dari penampilannya wajahnya,dia itu bukan orang yang gampang menangis.Tapi jauh di lubuk hatinya,dia mudah menangis,entah dari mana sifat ini,atau mungkin mirip dengan ibunya ya.


Entah kenapa setelah melihat wajah Veronica, Zea jadi terganggu dengan ini. Veronica sepertinya ingin menanyakan sesuatu pada Zea,tapi dia tidak enak, Zea tahu perasaan ini, karena ini juga mengganggu bagi Zea, akhirnya dia berbicara dengan Veronica.


"Ada apa? Sepertinya kau ingin mengatakan sesuatu padaku?"kata Zea, Veronica pun jadi tertegun mendengar ini,dia kemudian menoleh pada Zea dengan wajah yang benar.


Pembicaraan ini berlanjut pada perpustakaan di kerajaan, ruangan ini sangatlah sepi, hanya beberapa hari Minggu sekali orang datang kesini.Jado cocok untuk berbicara hal penting disini, takut nya jika dikamar Zea,para prajurit mendengarnya juga.


"Kau ingin bicara apa?"kata Zea tanpa basa basi dan langsung saja ke pembicaraan inti.


"Ibu...Dia bicara apa padamu?"tanya Veronica ragu,dia tidak yakin Zea akan menceritakannya padanya karena mereka tidak sedekat itu.