Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Pedang Baru Dan Makhluk Fos



Zea tidak bisa mendengarkan percakapan Ratu Charlotte dan Veronica, sepertinya mereka sengaja untuk melakukan itu di belakang Zea,tapi memang kenyataannya kalau mereka selalu melakukan itu. Ratu Charlotte sangat menyayangi Veronica, setahu Zea mungkin karena Veronica anak perempuan satu-satunya di Keluarga Kerajaan Echthra.


Jadi dia dimanja, di sayang, intinya Ratu Charlotte sangat menyukai Veronica. Terlebih Veronica sangat mirip dengan Ratu Charlotte, dan untuk Eden Ratu Charlotte juga sayang padanya, karena Eden merupakan Putra Mahkota Kerajaan Echthra. Dan untuk Luis dan Lucas mereka memang anak baik dan penurut, serta Zea menyukainya.


Sikap Ratu Charlotte kepada Zea tidak sama dengan sikapnya pada anak-anaknya. Dia sangat dingin, menjengkelkan, jahat, yang intinya Zea tidak suka. Dia memperlakukan Zea seperti Zea itu tidak ada dan tidak menganggap Zea anak Anthony.


Yah, tentu saja, sebab Zea anak dari wanita yang Ratu Charlotte benci, bagi Ratu Charlotte ibu Zea adalah perebut suami orang. Zea juga harus mendengar hinaan Ratu Charlotte dan para pelayan kerajaan yang tidak menyukai Zea.


***


Saat Zea akan memasuki istana bersama dengan Karla, terlihat sebuah peti yang amat panjang. Peti itu seperti berisi sebuah pedang, tapi peti itu terbang tinggi dan sedikit demi sedikit turun menghampiri Zea di iringi cahaya biru dan sebuah makhluk yang ciri-cirinya mirip seperti makhluk Fos.


Makhluk Fos itu berjumlah empat, mereka semua memegangi sebuah jaring mirip hologram disertai kerlap-kerlip cahaya biru. Mereka memegangi peti yang amat besar itu, jika melihatnya dari dekat mereka sangat imut dan lucu.


Perlahan-lahan peti itu turun dan jaringan tersebut langsung menghilang begitu saja dan salah satu Fos itu mengeluarkan sebuah surat, sangat ajaib karena surat itu tiba-tiba datang begitu saja. Karena kedatangan Fos yang tidak terduga, Ratu Charlotte dan Veronica pun menyaksikan kejadian itu dari jauh. Mereka penasaran dengan peti itu.


Pertama-tama Zea mengambil surat itu dan benar itu sebuah pedang.Surat itu dari Mike, isi dari surat itu Mike berkata jika peti itu berisi pedang, pedang ajaib. Tapi memang di dunia ini pedang memang ajaib, kata surat itu pedang ini dibuat khusus untuk Zea.Zea amat terkejut dengan pengiriman ini.


Karena tidak mau basa basi Zea kemudian berterima kasih pada Fos itu dengan perasaan yang kagum dan kaget akan makhluk Fos itu. Setelah berterima kasih Fos pun pergi dengan hormat kepada Zea dan pergi. Zea pun mulai membuka peti berisi pedangnya, Ratu Charlotte dan Veronica menonton Zea membuka pedang karena penasaran.


Setelah dibuka, mata Zea terbelalak melihat pedang miliknya. Bukan main kerennya, Pedang itu tidak besar dan tidak kecil, besarnya sedang. Dihiasi sebuah permata bewarna ungu dan pedang itupun juga bewarna ungu dan perak. Zea sangat senang dengan pedang miliknya dan Karla pun ikut senang melihat Zea kegirangan melihat pedang barunya. Zea mendengar Veronica bergumam dengan Ratu Charlotte.


"Apa itu? Padahal hanya pedang tapi dia melebih-lebihkannya" gumam Veronica yang sengit pada Zea, kemudian dia kembali menyeruput tehnya.


"Tentu saja dia bersikap seperti itu, sayang. Dia, kan tidak pernah melihat pedang sebelumnya" kata Ratu Charlotte pada Veronica sambil melirik Zea sengit.


Karena Zea tidak mau kebahagiaannya saat ini bilang diganggu Ratu Charlotte dan Veronica, jadi Zea langsung masuk ke istana. Peti dan pedangnya pun dibawakan oleh Karla, mereka akan pergi ke kamar Zea. Saat akan ke atas tangga mereka bertemu dengan Luis dan Lucas yang sedang membaca buku.


"Wah.. Pedang baru, Rasanya aku juga mau dibuatkan pedang lagi oleh Mike" kata Luis sembari melihat-lihat pedang milik Zea.


"Yeah, aku juga. Kau beruntung Zea dapt pedang baru sedangkan pedang kita sudah udang" kata Lucas seraya memegang pedang milik Zea dan melihat nya secara teliti.


"Kalian suka? Mike memang pandai membuat pedang, ya?"kata Zea senang mendengar pujian dari Luis dan Lucas, tidak seperti Ratu Charlotte dan Veronica yang menggunjingnya.


"Iya, dia memang pandai, tapi.. Hei Lucas,bukankah kita baru saja dibuatkan pedang oleh Mike dia minggu lalu. Ini bukankah termasuk masih baru, ya?" tanya Luis pada Lucas dengan tatapan yang tajam.


"Ya, itu, kan lama buatku. Aku juga mau pedang baru" kata Lucas membela diri dan suaranya seperti rengekan anak kecil, tapi mereka memang masih kecil. Yah, istilahnya remaja mau dewasa.


"Dua minggu yang lalu? Berarti itu seminggu sebelum aku kesini?"tanya Zea kaget, karena jika itu seminggu yang lalu berarti termasuk baru pedangnya dan Zea juga ingat kalau Zea disini itu sudah seminggu.


"Yeah, begitulah.Eh? Zea... Ayah tidak bilang apa-apa ke kamu?" kata Lucas tiba-tiba bertanya seperti itu pada Zea yang membuat Zea juga kaget dan penasaran.


"Tidak ada. Memangnya kenapa?"tanya Zea pada Lucas dengan wajah yang penasaran.


"Tidak ada, lupakan!" kata Lucas lalu ia mulai melihat pedangnya lagi bersama dengan Luis. Pertanyaan Lucas tadi membuat Zea curiga, apa maksud dari pertanyaan Lucas. Tapi Zea juga tidak bisa bertanya pada Lucas ataupun Luis, jadi Zea diam saja.


Setelah itu Zea pergi ke kamarnya diatas,Zea ingin meletakkan pedangnya di kamar yang nanti akan ditunjukkan pada Anthony. Seraya menunggu Anthony selesai bekerja Zea membaca buku yang disediakan di kamar Zea. Untung saja buku disana ajaib, dapat berubah-ubah bahasanya. Seperti buku tentang budaya Tionghoa, kita dapat mengubah bahasanya sesuai yang kita mau.


Kita bisa mengubahnya dengan menempelkan tangan kita pada segel buku yang akan kita baca, segel itu berbentuk permata ditengah buku. Lalu kita pikirkan bahasa apa yang mau kita ubah dan langsung saja buku itu berubah bahasanya. Memang, jika hidup di dunia sihir ini kita dapat melakukan banyak hal, itu yang Zea pikirkan.


Saat sedang asyik membaca buku, ada suara yang membuka pintu. Dan tentu saja ada yang membuka pintu kamar Zea, dia adalah Anthony dengan senyum tipisnya pada Zea