
"Bagaimana, Ze? Kau sudah mengingatnya, kan? "tanya Anthony pada Zea yang masih termenung dan diam terpaku.
"Yah, aku sudah mengingatnya dan benar, setiap aku marah aku pasti akan keluar sebuah taring kecil dan mata kiriku akan bersinar" kata Zea mengingat-ngingat.
"Bagus jika kau ingat, itu alasan ayah kenapa ayah pergi meninggalkan kalian. Ayah sangat menyesal meninggalkan kalian,tolong maafkan Ayah zea dan untuk memperbaikinya Ayah ingin kau ikut bersama Ayah".kata Anthony memelas.
"Kalau itu... Ayah,apa ayah menikah lagi?Aku melihat cerita di buku jika seseorang ingin menjadi Raja maka ia harus menikah, kan? Jadi apa ayah seperti itu?" kata Zea memastikan.
"Hah.. sepertinya Ayah harus memberitahumu semuanya. Ayah memang menikah lagi bahkan sebelum Ayah menikah dengan ibumu, jadi Ayah juga sudah punya anak. Ada empat, mereka semua kakak-kakakmu. Jadi Ayah ingin kau juga bertemu dengan ibu tirimu juga"kata Anthony.
"Hmm... kalau begitu, aku butuh waktu memaafkan Ayah, aku tidak ingin melihat wajah Ayah sekarang, tinggalkan aku sendiri, Ayah! " kata Zea muram.
"Tapi Zea, Ayah tidak bisa meninggalkanmu sen-...!"Anthony.
"Kumohon, Ayah. Biarkan aku sendiri! Aku mohon, aku butuh waktu" kata Zea sembari menitikkan air matanya.
"Baiklah Zea, Ayah akan membiarkanmu sendiri. Tapi ingatlah, bahwa aku menyayangimu lebih dari siapapun. Coba pikirkan apa yang ibumu inginkan,Zea" kata Anthony sambil pergi meninggalkan Zea, karena ia khawatir Anthony meminta Adnan untuk menemui dan menemani Zea.
Adnan pun langsung pergi menemui Zea.Dia lega melihat Zea masih disana, walaupun raut wajah Zea sangat sedih dan masih muram.
"Zea!!! Kau masih disini?" kata Adnan sambil menghampiri Zea.
"Ohh.. paman,Kenapa paman tahu aku disini?" kata Zea penasaran.
"Aku disuruh Ayahmu ke sini. Dia sangat khawatir akan dirimu" kata Adnan sembari duduk disamping Zea.
"Bohong... Ayah tidak memikirkanku, dia tidak sayang padaku. Buktinya Ayah meninggalkan ibu karena... eh!Paman sudah tahu kan? kata Zea yang keceplosan.
"Tentu, paman sudah tahu, bukankah ayahmu sudah memberitahumu?"tanya Adnan.
"Mungkin sudah, mungkin belum. Aku tidak mau memikirkannya, jika paman tahu pasti tahu tentang istri Ayah, kan?" kata Zea yang masih marah.
"Zea, paman tahu itu. Sekarang paman ingin bertanya padamu, Apa kau ingin ikut Ayahmu? " tanya Adnan.
"Aku.. masih tidak tahu, bagaimana menurut paman? " tanya Zea.
"Apa kau tahu Zea. Ibumu dulu sangat merindukan Ayahmu, ia selalu mengatakan bahwa ia akan menunggu Ayahmu. Karena Ayahmu berjanji akan kembali, sebegitu inginnya ibumu bertemu Ayahmu. Ibumu mempercayai Ayahmu,Ibumu ingin kau juga seperti itu.Dia ingin kau hidup bahagia dengan Ayahmu, coba kau pikirkan Zea. Keputusan ada di tanganmu, paman tidak akan memaksa" kata Adnan.
"Aku.. aku sudah memutuskan. Aku akan ikut bersama Ayah, tapi aku juga ingin disini" kata Zea.
"Ya, tentu saja paman. Paman yang selama ini merawatku, jadi aku bingung aku akan disini atau mengikuti Ayah" kata Zea.
"Zea!!!!!Terimakasih, aku sangat terharu... hiks.. hiks" kata Adnan menagis sambil memeluk Zea.
"Paman...Aku sangat berterimakasih pada paman karena telah merawatku selama ini, tenang saja akau akan sering datang kesini. Terimakasih atas saran-saran paman selama ini" kata Zea sambil kembali memeluk Adnan.
"Jadi, sekarang kau tidak marah lagi dengan Ayahmu?"tanya Adnan.
"Hanya sedikit. Tapi sekarang sudah tidak, aku akan menemui Ayah sekarang, dimana dia sekarang, paman? " tanya Zea.
"Paman tahu Ayahmu ada dimana, Paman akan mengantarkanmu, Ayo!" kata Adnan sambil menggandeng tangan Zea.
"Iya, paman" jawab Zea. Mereka pergi menaiki mobil milik Adnan, mereka langsung pergi dari taman itu dan menuju ke tempat Anthony berada.
Anthony sedang berada di pinggir jalan raya, sehingga wanita-wanita yang melewatinya akan terpesona padanya. Walaupun muka Anthony sedang sedih, tapi dia tetap kelihatan terpesona.
"Ayah..." teriak Zea memanggil ayahnya sembari berlari menuju ayahnya. "Zea? " kata Anthony kaget.
"Ayah, aku sudah membuat keputusan. Aku akan ikut Ayah pergi" kata Zea.
Anthony kaget dengan perkataan anaknya, mungkin dengan meminta Adnan memberi masukan pada Zea,Itu dapat membantunya.
"Kau, memaafkan Ayah, nak?"tanya Anthony.
" Aku sudah memaafkan Ayah, karena ini sudah terjadi. Jadi kita tidak bisa mengubahnya lagi, jadi kita hanya bisa memperbaikinya, kan?" kata Zea.
Anthony kaget melihat pernyataan Zea, dia tahu darimana kata-kata itu, Anthony terasa familiar pada perkataan Zea. Dia sangat bangga dengan perkataan Zea, dia bahkan melihat Adnan dan Adnan pun sama tidak tahu menahu akan perkataan Zea.
Jadi setelah itu, Anthony dan Zea sudah memutuskan untuk pergi pagi-pagi sekali sekitaran jam lima pagi, karena tempat untuk menuju dunia itu mereka harus mencari retakan dimensi untuk membuat portal. Karena retakan dimensi jarang ada, jadi Anthony mengambil resiko untuk mengambil retakan dimensi di area perbatasan antara Kerajaan Echthra dan Kerajaan Thanatos.
Kerajaan Thanatos memang sangat mematikan, jika kau melanggar peraturan disana kau tidak akan selamat apalagi warga Kerajaan lain. Jika berani melanggar peraturan dia dan mungkin akan langsung dihabisi.
Maka Anthony pergi pagi-pagi sekali karena takut mereka akan bertemu prajurit Kerajaan Thanatos. Anthony tidak ingin membahayakan anaknya, serta jika ada yang tahu di dunia itu ada anak manusia atau setengah manusia pasti akan dibunuh karena itu peraturan di dunia itu.
Karena tidak ada yang mengetahui bahwa Anthony memiliki istri dan anak dari dunia manusia jadi popularitas Kerajaan Echthra tetap baik-baik saja, sampai ada yang tahu akan hal itu. Sebenarnya ini adalah hal yang ditakuti Anthony, ia takut kalau anaknya akan dibunuh. Namun, disisi lain Anthony sangat merindukan Zea.
Anthony tidak ingin berpisah dengannya. Toh dengan Zea pergi bersama Anthony mereka jadi lebih dekat dan Anthony juga dapat mengajarkan beberapa hal sihir pada Zea. Zea juga belum tahu kekuatannya apa. Sebab setiap keturunan keluarga Kerajaan Echthra akan punya kekuatan spesial. Yaitu matanya maut yang mematikan.