
Yah, memang Zea tidak banyak membantu dalam hal ini, Zea hanya dapat bertahan dari serangan monster itu, Zea sama sekali belum dapat menyerang nya. Jadi yang lebih banyak membantu di situ adalah Veronica, mungkin Veronica tidak menyukai Zea karena tidak banyak membantu apalagi dia memang membenci Zea.
"Luis dan Lucas juga mendapat serangan dari monster itu disana, jika kita menunggu arahan dari mereka... Takutnya nanti monster nya malah semakin banyak"teriak Zea sembari bertahan dari monster itu.
"Ugh... Kenapa monster ini banyak sekali!" kata Veronica yang kesal dengan datang nya monster ini.
"Veronica.. Aku rasa mereka membuat sarang disini.Apalagi pulau ini banyak sekali hutannya, mereka akan mudah berkembang biak" kata Zea, dia berusaha menghapus kebencian terhadap Veronica, karena ini adalah misi, jadi Zea mengesampingkan ini dulu.
"Yeah.. Aku rasa juga begitu, Akhh... Kapan Luis dan Lucas datang" kata Veronica yang lelah, keringatnya bahkan bercucuran kemana-mana saking lelah nya.
"Aku akan menggunakan kekuatanku untuk melihat ingatan mereka, mungkin aku dapat mengetahui sarang mereka" kata Zea, kemudian tanpa pikir panjang,Zea langsung memusatkan sihir nya dan kemudian mata Zea yang bewarna ungu bersinar disertai dengan taring yang muncul.
Kemudian Zea menutup mata sebelah kanannya dan mulai menatap mata salah satu monster, dan kemudian... Ini berhasil, Zea dapat melihat ingatan mereka, ingatan tentang mereka memangsa ternak penduduk dan ingatan tentang sarang mereka.
Sebenarnya mereka memiliki sarang di salah satu gua yang panjang di tengah hutan. Gua itu lumayan besar dan seram dan cocok untuk perkembangan biakan mereka, tapi Zea melihat monster lain, monster itu tetap bewarna putih dan kehijau-hijauan tapi lebih besar dan tubuh monster yang lain. Apakah dia Ratu atau Raja monster? Zea tidak tahu, tapi sepertinya akan butuh banyak waktu untuk mengalahkannya.
"Hei... Sudah apa belum?" tanya Veronica yang berlari ke arah Zea dan menebas salah satu monster yang ada di belakang Zea, aneh.. tapi tidak juga.
"Ohh.. Aku tahu sarang mereka, tapi Veronica kurasa ada pemimpin monster-monster ini di sarang mereka. Sarang nya di gua dekat sini, seperti nya di sana akan ada lebih banyak lagi monster"kata Zea yang sedikit tidak enak karena Veronica membantu Zea.
"Oke, kita tinggal menunggu Luis dan Lucas disini. Aku tidak akan bisa melawan pemimpin monster itu sendirian, apalagi dengan kekuatanmu yang lemah. Aku butuh Luis dan Lucas" kata Veronica dengan nada yang menyebalkan, ini membuat Zea menarik kata-kata terimakasihnya kepada Veronica karena telah membantunya tadi.
Beberapa saat kemudian Luis dan Lucas serta prajurit yang lain telah datang ke sana, tentunya dengan wajah yang lelah dan sakit, karena Zea melihat ada beberapa luka di tubuh Si Kembar dan prajurit yang lain. Mereka kemudian menghampiri Zea dan Veronica lalu memastikan mereka baik-baik saja.
"Fiuh.. Untunglah kalian baik-baik saja, aku tadi panik sekali kau tidak mengangkatku" kata Luis yang lega.
"Wah.. Wah.. Wah.. Kalian sudah akur ya sekarang, aku senang sekali" kata Lucas senang sembari mendengarkan cerita, untung lah monster itu sudah berhenti datang, jadi mereka semua dapat beristirahat terlebih dahulu.
"TIDAK!!!" kata Zea dan Veronica kompak, ini membuat semakin senang."Kalian jangan bercanda! lebih baik cepat kota selesaikan masalah ini dan pulang,kau tidak lihat aku sudah berkeringat seperti ini"kata Veronica yang merasa tidak bersalah, dia menyeka beberapa keringat di dahinya.
Ini membuat mereka semua tidak habis pikir dengan Veronica, tentu saja mereka menatap Veronica dengan penuh maksud, bagaimana mungkin dia masih memikirkan itu."Apa? Jangan melihat ku! Ehem.. Lebih baik kita lanjut kak saja rencananya"kata Veronica yang berdeham.
Dan sesuai rencana mereka, mereka semua pergi ke sarang mereka, padahal hari sudah hampir sore, semoga saja mereka dapat kembali sebelum matahari terbit. Semua orang ikut, bahkan para prajurit juga, Si Kembar juga memanggil beberapa prajurit tambahan untuk menggantikan prajurit yang terluka.
Dan prajurit yang lain juga menjaga warga desa disana, jadi mereka pergi ke sarang mereka dengan hati-hati. Saat bertarung Si Kembar dan Veronica hebat sekali dalam menyerang, Zea bahkan sampai kagum pada Veronica, saat di sarang tidak banyak monster yang ada.
Mungkin karena tadi sudah dilenyapkan oleh mereka, jadi di sarang hanya ada telur-telur mereka dan beberapa monster. Monster ini memiliki tubuh seperti kerbau atau sapi yang besar, tapi untuk Raja atau Ratu mereka Zea melihat besarnya seperti gajah, jadi lumayan susah untuk melawan.
Tentu saja mereka pergi sampai ujung gua dan tepat disana terdapat pemimpin mereka yang sudah siap-siap menyerang. Dan secara tiba-tiba Raja monster itu pun menyerang mereka berempat sehingga mereka harus berpencar, prajurit pun ada yang sempat menghindar dan ada yang tidak, sehingga ada beberapa prajurit yang terkena serangan Raja monster dan membuat nya terpental seketika.
Mereka kemudian menyerang monster itu secara bergantian, Zea hanya melihat mereka bertarung dan sekali-kali mendapat serangan Raja monster, Zea dapat bertahan dengan baik. Tapi tanpa diduga monster itu terbang ke langit-langit gua dan melakukan tukikan tajam sehingga tidak ada yang tahu dia menyerang kemana.
Dan setelah melakukan tukikan itu Raja monster menyerang Luis dengan cepat, sehingga Luis terpental ke dinding gua sampai retak. Luis pun jatuh tersungkur,karena melihat saudaranya yang jatuh tersungkur itu, Lucas dengan marah langsung menyerang balik monster itu, tapi monster itu saking cepat nya menghindar dan menyerang balik Lucas hingga jatuh juga, Lucas juga mendapatkan cakaran kaki Raja monster di punggung nya.
Kemudian Zea gan Veronica tanpa piki panjang menyerang balik monster itu, walaupun Zea tidak tahu apa yang dirinya sendiri lakukan. Tapi serangan mereka berdua kalah cepat dengan monster itu, mereka berdua pun menghindari serangan monster raksasa itu. Zea terus saja menghindar tapi tetap saja dia terkena begitupun dengan yang lain apalagi Si Kembar yang sudah terluka cukup parah.
Kemudian Zea melihat lubang dari gua tersebut yang memancarkan cahaya yang jingga, itu berarti matahari mulai terbenam, tapi mereka belum bisa melenyapkan monster itu. Kemudian Zea berpikir sejenak, apa yang harus ia lakukan. Zea mengangkat kepala nya dan mulai melihat ingatan makhluk itu.
Tapi saat akan melihat ingatan nya, tiba-tiba saja dada Zea sakit sekali, ini membuat Zea terhuyung ke belakang. Jangan-jangan dia kumat lagi,tidak-ini tidak boleh terjadi. Zea harus kuat, dengan paksa Zea menatap mata monster itu dan mulai melihat ingatan miliknya.