Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Pengkhianat



Karena cuaca yang mendung dan menunjukkan Kana terjadi badai. Zea pun masuk ke sebuah ruang untuk beristirahat walaupun di tidak bisa beristirahat karena khawatir dengan keadaan keluarganya. Baru saja Zea masuk Billy sudah diluar ruangan,dia memakai jubah sehingga wajah nya tertutup tudung nya hanya mulutnya yang kelihatan.


Dari lubang pintu ,Zea perlahan teringat dengan sosok yang bersama dengan Hecate. Sosok yang dipanggil tuan oleh Hecate, walaupun saat itu Zea belum sepenuhnya sadar,dia ingat jelas sosok itu. Saat Hecate berbicara dengan seorang laki-laki yang memakai tudung dan memanggil tuan. Dalam kilatan cahaya petir, Billy menunjukkan sosok itu, dengan kaget Zea menutup mulutnya dengan tangan karena saking tidak percayanya.


Sosok itu adalah Billy? Seorang tangan kanan ayahnya sendiri? Zea pikir itu adalah musuh ayahnya, Eryk, Raja Kerajaan Thanatos. Tapi itu adalah Billy, dia menghianati ayah nya. Agar Billy tidak curiga, Zea pun mencoba untuk bersikap biasa. Dia mengunci pintu kamarnya dan mencoba untuk menenangkan diri nya sendiri.


Dia harus memberitahu ini pada yang lain. Mereka harus tahu itu,agar Zea dapat dia selamatkan oleh mereka. Dengan tenang,Zea mencoba untuk menghubungi semua nya,tapi tidak ada yang mengangkat nya. Dalam rintik-rintik hujan di tengah lautan, Zea berusaha untuk tenang.


Bagaimana dia dapat keluar dari sini,saat memikirkan itu terdengar suara ketukan pintu dari luar, sepertinya itu Billy. Zea berusaha untuk bersikap baik-baik saja sekarang dia tidak tahu apa-apa. Hanya itu yang ia lakukan di sini, Zea lalu keluar dari ruangan itu untuk menemui Billy.


"Ada apa?"tanya Zea yang mencoba untuk bersikap tenang. Dia sebenarnya agak gemetar dengan Billy,tapi mau bagaimana lagi,dia juga takut dengan nya.


"Ini Tuan Putri,saya membawakan makanan untuk Putri.." kata Billy pada Zea, Zea de gugup mencoba mengambil makanan itu.


" Terimakasih,tapi aku tidak lapar...Aku akan memakannya nanti..." Kata Zea,dia kemudian menutup pintunya dengan rapat dan mengunci nya. Billy terlihat sedikit curiga pada Zea,tapi hanya itu tidak lebih.


Setelah beberapa saat, Zea dengan pelan keluar dari sana mencoba untuk melihat keada sekitar karena hujan sudah mulai terang. Di perahu sangat tenang, cahaya matahari juga sudah mulai kelihatan. Tidak ada orang di sini, bagaimana dia untuk meminta bantuan. Tapi ia sadar ketika bahwa dia sudah hampir sampai disebuah dermaga. Dermaga itu mirip dengan dermaga tadi, masih di Kerajaan Echthra.


Zea seketika bingung,dia balik ke Kerajaan Echthra. Apa yang akan Billy lakukan padanya? Dengan khawatir dia kemudian mencoba untui tenang,tapi saat itu terlihat monster - monster yang tadi menyerangnya di seberang dermaga. Jika Zea berhenti di sana,itu berarti dia akan di serang oleh monster - monster. Apakah tujuan Billy untuk membunuhnya?


"Tuan Putri...Apa yang kau lakukan di sini? Seharusnya kau tidak saja di dalam..." Kata Billy yang mencoba untuk berbaik-baik pada Zea. Tidak, Zea tidak sebodoh itu,dia tidak mungkin dibohongi olehnya.


" Siapa kau sebenarnya? Katakan padaku!" Kata Zea yang panik,dia mundur ke belakang mencoba untuk menghindari Billy, sedangkan Billy berusaha untuk mendekati Zea.


"Hmm.. Ketahuan,ya. Tenang saja Putri,kita akan kembali ke Kerajaan Echthra...Kau akan menemui keluarga mu di sana" kata Billy yang mencoba untuk mendekati Zea.


Dan monster itu mulai mengejarnya,Zea berkali-kali menyerang monster itu untuk membuka jalannya. Billy lalu tersenyum lebar,dia kemudian memerintah kepada semua monster - monster untuk mengejar Zea. Zea lumayan hafal dengan tempat yang dia lewati,jadi lumayan mudah baginya untuk kembali ke hutan untuk perbatasan untuk menghindari mereka.


Zea juga beberapa kali bersembunyi di rumah- rumah penduduk untuk menyelamatkan nya dari kejaran puluhan monster. Dan hampir Zea tiba di hutan perbatasan, terdapat naga yang amat besar tiba di depannya. Naga itu di tumpangi oleh Billy, dengan napas yang tersenggal-senggal, Zea menatap Billy dengan amat kesal.


"Seharusnya kau ikuti perintah ku Putri, kau tidak perlu terus berlari seperti ini" kata Billy yang turun dari naga itu,naga yang di hadapan nya itu membuat Zea tidak bisa berbuat apa - apa. Jika melawan naga,yang amat besar ini, tentu nya Zea tidak bisa apa-apa.


Dari belakang Zea, munculah monster - monster yang menyergap Zea. Ini membuat Zea tidak berbuat apa-apa,di dengan terpaksa pergi mengikuti Billy yang menuju ke Kerajaan Echthra dengan tangan terikat. Habislah sudah hidup Zea,dia tidak berhasil kabur darinya.


Sedangkan di kerajaan Echthra, semua perajut sedang melawan monster itu begitu pun dengan Anthony dan Eden. Mereka juga dibantu oleh Si Kembar dan Veronica yang sudah selesai menjalankan tugasnya. Mereka awal nya kaget melihat Hecate, tapi mereka tidak terlalu peduli dengan semuanya.


" Ah...Ku rasa Zea kalian akan segera tiba disini..." Kata Hecate yang sudah merasakan kehadiran Zea dan Billy. Ucapan Hecate ini tentunya membuat mereka semua kaget,dan seketika setelah pintu terbuka, mereka tambah kaget ketika melihat Billy membawa Zea dan beberapa monster di belakangnya.


" Billy? Apa yang kau lakukan disini?Dan apa yang kau lakukan pada Zea?" Kata Anthony yang kaget dengan apa yang ia lihat.


" Dia telah mengkhianati Ayah...Dia-.. Hecate?!" Kata Zea,dia kaget melihat orang yang duduk di singgasana itu. Hecate lalu tersenyum pada Zea yang membuat Zea bergidik ngeri.


" Yeah... Terimakasih tuanku yang telah membawa Zea padaku..." Kata Hecate lagi dan sedetik kemudian,dia melakukan teleportasi dengan cepat menghampiri Zea dan Billy dengan merubah menjadi kabut.


Dan sekarang dia sudah berada di dekat Zea,ini membutuhkan Zea terbelalak kaget.


"ZEA!!!"teriak semuanya kaget, mereka spontan ingin mendekati Zea tapi tidak bisa karena ancaman Hecate. Karena tiba-tiba saat mereka mendekat, Hecate memegang dagu Zea yang membuat semua orang marah.