Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Kenapa Sakit Sekali?



"Zea, kau salah! Bukan seperti itu!" teriak Eden, dia dari tadi meneriaki Zea, karena dari tadi Zea salah terus, jadi membuat Eden marah. Sedangkan Guru Lin juga merasa bahwa Zea hari ini tidak fokus.


"Tuan Putri.Jika Tuan Putri sedang sakit, kita istirahat dulu Pangeran, saya rasa Putri Zea sedang tidak enak badan" usul Guru Lin, dia merasa Zea sedang tidak fokus dengan latihan berpedangnya.


Eden berdecak malas, dia tidak suka dengan usulan Guru Lin, "Baiklah.. Kita istirahat dahulu" kata Eden, dia kemudian pergi menghampiri Zea yang sedang duduk di tengah lapangan.


Guru Lin pergi untuk membereskan pedang- pedang miliknya.


"Jika kau sakit katakan saja, aku tidak akan memaksamu" kata Eden, dia berdiri berhadapan dengan Zea yang masih duduk.


"Tidak, aku tidak sakit. Aku.. hanya butuh istirahat saja" kata Zea, dia sebenarnya memang tidak fokus, karena sedang memikirkan kejadian tadi.Apakah Zea akan memberitahu Eden? Tapi.. Tidak, jangan beritahu, lebih baik Zea beritahu Si Kembar saja.


"Terserah kau saja. Kau akan tetap disini?" kata Eden.Saat Eden menoleh pada Zea, Zea sedang memegang dadanya,dia bahkan memegang nya dengan sangat kuat, ini membuat Eden ikut duduk di samping Zea, dia melihat wajah Zea yang pucat.


"Kau sakit? Dimana sakitnya?" tanya Eden sembari mengecek dahi Zea, dia memeriksa keadaan Zea.


"Dadaku... Dari tadi sakit terus-... Aku sudah minum ramuannya, Tapi-,tidak berhasil.. " kata Zea, suaranya tergagap-gagap,Zea sepertinya sudah kesakitan dari tadi, sejak ingatan aneh itu muncul.


"Kenapa kau tidak bilang?Ayo ke kamarmu dulu" kata Eden, dia mengangkat tubuh Zea dan menggendong Zea untuk pergi ke kamar nya.


"Tuan Lin, aku pergi... " kata Eden, dia langsung bergegas pergi ke istana tanpa menjelaskan pada Tuan Lin.


"Pangeran..Ada apa?" tanya Tuan Lin, mengejar Eden yang langsung ngeloyor pergi, Tuan Lin membaca situasi dan dia langsung paham apa yang terjadi, karena setelah itu dia meminta Chou untuk mengambil sebuah ramuan dan buku obat lalu pergi menyusul Eden dan Zea.


Saat Eden masuk ke istana, prajurit dan pelayan kaget melihat Eden menggendong Zea,Karla yang melihat itu lalu mengikuti mereka. Zea lalu di baringkan di kasurnya setelah Karla menatakan kasur Zea.


"Dimana ramuan Zea?" kata Eden, dia memandang sekeliling untuk mencari tahu keberadaan ramuan itu dengan napas yang tersenggal-senggal.


"Di-di meja.. Saya akan mengambilkannya Pangeran" kata Karla, dia kemudian pergi mencari di laci meja.Karla mencari dengan cepat dan gugup, dia merasa aneh, karena ramuannya tidak ada ditempat yang seharusnya, sedangkan Zea meringkuk kesakitan, dia terus memegang dadanya.


"Karla cepat! Dimana ramuannya?" kata Eden, dia juga khawatir karena melihat kondisi Zea yang seperti ini. Saat Eden akan melihat kondisinya Zea, pasti Zea tidak mau, dia bergerak terus dan tidak mau diam. Zea merasa sakit sekali.


"Maaf Pangeran, ramuannya tidak ada. Saya rasa ramuannya sudah habis" kata Karla sembari mencari-cari ramuan Zea, tetapi nihil.


"Arrrggghhh..... Sakit..., Eden.. "teriak Zea, dia berguling-guling di kasurnya,dia juga terus memegangi dadanya. Ini membuat Eden dan Karla sangat panik bukan main. Terdengar suara langkah kaki yang datang menuju kamar Zea. Itu Lucas dan Luis, mereka seperti nya mendengar kabar tentang Zea.


"Kenapa bisa seperti ini?Kalian sudah memberikan Zea ramuan?"tambah Lucas, dia juga menghampiri Zea dengan wajah yang cemas.


"Justru itu... Ramuannya habis, Karla cepat cari di gudang persediaan ramuan! Cepat!" kata Eden, dia juga khawatir. Karla pun bergegas pergi untuk mencari ramuan Zea.


"Zea jangan bergerak! Nanti tambah sakit" kata Lucas, dia mencoba menghentikan Zea yang terus berguling di kasur nya.


"Tidak bergerak-, juga sakit... Arkkhhh... "teriak Zea, dia bahkan tidak bisa berbicara.


"Kenapa kau mengajaknya bicara?"tanya Luis pada kembarannya itu.


"Apa maksudmu? Aku hanya memastikan Zea baik-baik saja" kata Lucas berusaha membela diri.


"Kalian berdua diam! Jangan buat Zea makin sakit" kata Eden, dia mencoba menenangkan Zea, tapi gagal. Sakit kali ini sangatlah sakit bagi Zea, Eden dan Si Kembar sudah mencoba menenangkan Zea, tapi tidak bisa.


"Permisi Pangeran, saya membawakan ramuan tradisional dari desa saya, saya harap ini membantu" kata Tuan Lin yang masuk ke kamar Zea, dia membawa sebuah mangkuk tradisional yang berisi obat-obatan. Sontak mereka semua kaget dengan kedatangan Tuan Lin.


"Tuan Lin!" kata Si Kembar kaget, Eden hanya kaget saja, dia tidak terlalu kaget."Itu obat apa? Apakah manjur untuk Zea?"tanya Eden memastikan.


"Ini memang tidak bisa mengobati Putri Zea, tapi hanya meredakan saja, Sebaiknya langsung diminum saja" kata Tuan Lin, dia kemudian memberikan ramuannya pada Eden, lalu Si Kembar tanpa pikir panjang langsung membantu mendudukkan Zea sementara Eden coba untuk meminumkannya.


Setelah Zea meminumnya dia terasa lebih baik, dadanya tidak sesakit biasanya, tapi rasanya sesak. Yah, walaupun tidak sesakit tadi, Zea sudah merasa lebih tenang, juga untuk mereka semua yang ada di sana juga merasa lebih tenang.Tiba saatnya Karla datang dengan beberapa ramuannya, kemudian dia memberikannya pada Zea, Zea pun langsung meminumnya.


Dada Zea sudah tidak sakit dan sesak lagi, dia sudah benar-benar baik. Keringat Zea bahkan sampai bercucuran membasahi pakaiannya. Begitupun dengan Eden yang berkeringat karena tadi menggendong Zea dan dia sudah lebih tenang. Si Kembar juga sudah tenang, dengan semua orang yang ada di situ.


Zea lalu berbaring di kasurnya dengan tenang, walaupun nafas Zea masing-masing tersenggal-senggal, tapi dia sudah merasa jauh lebih baik. Semua orang juga sampai merosot ke lantai karena lega. Terutama Eden, dia melepas jubahnya dan Si Kembar juga senang Zea baik-baik saja dan semua orang.


"Kau bisa bernafas dengan tenang sekarang Zea?" tanya Eden untuk memastikan Zea sudah tidak sakit lagi.


"Iya.. Aku sudah lebih baik..., Terimakasih semuanya" kata Zea dengan suara yang lemah dan pelan, mungkin gara-gara kejadian tadi suara Zea jadi hilang dan Zea jadi serak suaranya.


Kemudian semua orang pergi membiarkan Zea istirahat, semua orang pergi dan Karla disuruh menjaga Zea disana sampai Zea tidur, lalu Eden dan Si Kembar berterimakasih pada Tuan Lin yang sudah membantu, Tuan Lin datang bersama Chou, tapi Chou tadi tidak masuk, dia disuruh untuk menunggu si luar atas perintah Tuan Lin.


Tuan Lin dan Chou pergi untuk membersihkan sisa-sisa ramuannya, lalu Eden dan Si Kembar duduk di tempat meja makan untuk menenangkan diri dari kekhawatiran itu.