
Tidak mungkin, selama ini Karla berbohong pada Zea. Zea menatap nya dengan terbelalak dan tertegun, tidak percaya dengan apa yang ia lihat. Karla membawa kan sebuah etalase kaca, terdapat sebuah kristal hijau di sana, tidak ada yang dapat bicara ketika Karla masuk karena saking kagetnya. Dia mendekati ibunya sembari memberikan nya pada Brianna.
"Aku perkenalkan anakku, Karla. Dia yang telah memberitahuku semua nya tentang Zea, memberikan ramuan yang palsu, aku mempercayakan Zea padanya...Dan skesta saksikanlah kekuatan ku yang sebenarnya..."kata Brianna serius. Dengan sekejap ,ia kemudian membuka etalase kaca tersebut.
Sontak kristal hijau yang bersinar itu terbang dan berada di depan nya. Billy lalu mundur dan begitu pun dengan Karla,dia juga menggiring Zea mundur juga,dalam suasana itu, Zea dan Karla bertatap tatapan. Zea menatap Karla dengan wajah yang kecewa, tetapi Karla malah menatap Zea dengan biasa saja dan senyuman jahat.
Seketika Brianna melakukan sihir dengan kristal itu yang membuat cahaya hijau nan gelap muncul dalam tubuhnya. Zea melihat Brianna menyatu dengan kristal itu dan membuatnya berubah bentuk. Semua orang, monster di sana tidak tahu apa yang terjadi dan yang dilakukan oleh Brianna karena cahaya yang menyilaukan itu.
Dan setelah cahaya hijau itu hilang, terlihat lah Brianna dengan tubuhnya yang lebih tinggi dan memiliki sebuah tanduk di kepalanya dengan rambut panjang kusut bewarna hijau, matanya sekarang bewarna hijau cerah kehitaman. Bajunya pun juga seketika berubah menjadi bewarna hijau, kuku- kuku di tangan nya seketika berubah menjadi cakaran monster. Brianna sekarang menjadi sebuah monster jahat yang menyeramkan.
" Tidak mungkin... Bagaimana semua ini bisa terjadi?"kata Charlotte yang melihat Brianna. Dia tidak percaya dengan apa yang di lakukan Brianna.
" Ayah...Apa yang haris kita lakukan?" Kata Eden yang mencoba untuk menyadarkan Anthony. Karena dari tadi Anthony terbelalak melihat Brianna dan semua yang terjadi,dia berdiri mematung.
" Tidak...Aku tidak bisa melawannya...Kakak.." kata Anthony,dia tidak tahu apa yang harus ia lakukan.
"Dan sekarang... Untuk menguji kekuatan ku..." Kata Brianna sembari mengeluarkan kekuatannya sedikit,dia memberikan sebuah hembusan nafas pada salah satu monster. Hembusan itu bewarna hijau kehitaman dan membuat monster tersebut pucat. Wajahnya pucat dan melemah serta terlihat aliran darah di wajah monster itu berubah menjadi hijau dan spontan dia langsung terkapar begitu saja.
"Eden!!!"teriak Luis yang menunggu perintah Eden, karena Anthony yang tidak bisa berbuat apa-apa.
"Ha?! Serang dia!!!" Kata Eden menyeru pada semuanya dan sontak semua nya pun berlari kepada Brianna dan menyerang monster itu. Para prajurit serentak ikut menyerang para monster, Billy lalu mengeluarkan pedangnya da ikut menyerang nya. Sedangkan Karla berganti menjaga Zea, Brianna bertarung dengan Charlotte dan Eden karena yang lain melawan monster itu.
"Apakah benar apa yang dia katakan tentang kau?" Kata Zea pada Karla tiba-tiba,dia menoleh pada Karla dan sontak Karla juga menoleh padanya.
"Menurut mu? Hehe...Tentu aku melakukannya demi ibuku sendiri. Aku tidak tahu kau akan selemah itu, kau pasti menyukai ku ya, Tuan Putri?" Kata Karla dengan suara yang dibuat - buat,dia sekarang beratap tatapan dengan Zea.
" Ah... Sialan...Hehe..." Kata Karla kesal,dia kemudian berdiri dan membersihkan bajunya.
"Wah...Kau baru tahu kau dapat berkata kasar seperti itu. Atyo lawan aku!!!" Kata Zea sembari mengacungkan pedang milik Karla tadi,Karla lalu melepaskan gaun bawahnya dan seketika dia siap di mode bertarung. Dia lalu mengambil pedang di sisi lainnya, karena pedang itu ada dua.
Dan sedetik kemudian,dia berlari menghampiri Zea dan melakukan sabetan tajam,tapi terhenti dengan tangkisan Zea. Akhirnya mereka bertarung satu sama lain, ini sebuah kejutan untuk Zea karena ia melihat kehebatan Karla dalam berpedang, lumayan. Tapi Zea tidak selemah itu, serangan Karla memang lumayan keras,tapi Zea dapat mengatasi nya dengan mudah.
Lucas yang melihat itu sontak langsung menoleh pada Veronica,dia kemudian berteriak padanya.
" Veronica!!! Bantu Zea!" Kata Lucas, Veronica lalu mengangguk dan mulai menghampiri Zea. Sedangkan Luis dengan berusaha untuk menyadarkan Anthony yang dadi tadi diam saja. Eden dan Charlotte berkali-kali terpental karena kekuatan Brianna yang bukan main kuatnya. Dengan jentikan tangan nya,ia berkali-kali mengeluarkan monster-monster menyebalkan itu.
Sebelum Veronica menghampiri Zea,dia sudah dihadang oleh Billy yang muncul dengan tiba-tiba di depannya. Ini membuat Veronica terhentak kaget dengan kedatangan nya ini. Veronica lalu berdecih kesal melihat penghianat ini.
"Ah... Menyebalkan,aku rasa kau akan menjadi kawanku, Billy" kata Veronica dengan mengacung kan pegang nya pada Billy. Billy lalu siap-siap memegang pedang nya dan tersenyum dengan seringai menyebalkan.
"Dengan senang hati,lagi pula ajaran pedangmu sebagian besar ajaran ku,kan?" Kata Billy dengan nada yang meremehkan.
"Wah... Sombong sekali,ya. Awas kau pengkhianat!!!" Kata Veronica,dia kemudian melakukan pertarungan tajam,lawan yang tidak seimbang. Veronica lumayan kesusahan dengan Billy, melihat hal itu dia berinisiatif membantu Veronica. Dan akhirnya, mereka berdua menyerang Billy secara bersamaan.
Zea masih sibuk dengan Karla,dia sudah mulai kesulitan dengan nya. Tapi dengan ilmu yang diajarkan Eden dan Tuan Lin,Zea dapat mengalahkan nya yang membuat Karla terjatuh. Tangan nya terluka karena sabetan pedang nya, sontak ini menjadi perhatian oleh Brianna. Setelah membuat Eden terpental dia mendekati Zea dengan cepat yang membuat Zea kaget, membuat nya terhuyung ke belakang.
"Berani - beraninya kau melukai Karlaku..." Kata Brianna,dia kemudian melempar kan sebuah bola sihir hijau ke arah Zea,Zea lalu langsung menghindar nya dengan cepat. Dan betapa terkejutnya Zea ketika melihat efek dari bola hijau itu, bangunan di belakang Zea rusak parah karena bola hijau.
Zea lalu menelan ludah nya dengan kasar,kuat sekali serangan itu.