Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Hal Yang Terjadi Antara Dua Dunia



Dan setelah dua hari disana, Zea dan Eden akhirnya kembali. Mereka pergi seperti biasanya, yaitu pagi-pagi sekali. Zea tidak lupa untuk membawakan mereka sebuah Bubuk Paradido agar dapat mengirim surat lagi. Karena bubuk Paradido di sini sudah habis, jadi Zea sekalian membawakan untuk mereka juga.


Selama beberapa jari Eden dan Zea disana, mereka melakukan berbagai banyak kegiatan, pergi ke Tempat Game,pergi ke Pasar Malam, dan pergi ke tempat-tempat yang menarik. Tentu dalam setiap perjalanan mereka, Eden selalu menjadi pusat perhatian dan selalu ditunjuk-tunjuk oleh para wisatawan. Tapi sekarang itu tidak akan terjadi lagi kan, Eden akan pergi ke dunia nya sekarang.


Yah, ini memang sangat lah cepat, tapi mau bagaimana lagi, Eden tidak boleh lama-lana di dunia manusia.Mungkin saat misi nya yang sulit atau membutuhkan waktu yang lama, baru Eden dapat tinggal di dunia manusia, mungkin juga Zea dapat ikut Eden untuk tinggal bersama Paman dan Bibi.


Saat di perjalanan untuk mencari retakan dimensi, Zea teringat akan Karla.Eden ada orang yang mengurus semua pekerja di istana, Zea penasaran Karla kemana, jadi dia menanyakan nya dengan pelan-pelan saja.


"Eden... Aku akan memanggilmu dengan namamu sekarang.Dan aku ingin bertanya sesuatu padamu, kau tahu Karla di mana? Dia adalah pelayan pribadi ku" kata Zea pelan, tapi anehnya Eden malah menunjukkan ekspresi yang kaget dan rasanya tidak ingin membahas nya.


"Dia pulang, dia meminta izin padaku karena ada urusan keluarga"kata Eden dingin, Zea tahu pada dasarnya sifat Eden adalah dingin, tapi melihat sikapnya yang sangat lah amat dingin, pasti ada sesuatu yang disembunyikan darinya.


Menurut penelitian Zea mengenai sifat-sifat keluarga tirinya, Eden memang seperti ini.Jika dia kesal, dia akan berkali-kali lipat lebih dingin dari biasanya. Dan untuk Si Kembar, jika mereka marah mereka akan diam-diaman. Tapi setelah beberapa menit atau saat mereka akan berbaikan.


Untuk Veronica, dia.. Apa ya? Dia sebenarnya orang yang kadang-kadang menyebalkan bagi Zea. Itu karena mereka jarang bicara, jadi Zea belum tahu pasti sifat nya Veronica. Kalau Ratu Charlotte.. Wah dia mana bisa ditanya lagi, Zea bahkan tidak pernah bicara padanya, jadi di mata Zea Ratu Charlotte itu tidak bisa di tebak, Zea tidak tahu pasti sifatnya bagaimana.


Awalnya Zea merasa curiga pada jawaban Eden, tapi dia tidak bisa bertanya lebih dari itu. Jadi setelah itu mereka hanya diam saja, tidak berbicara satu kata patah pun. Saat akan masuk ke retakan dimensi, tiba-tiba alat itu bersinar yang artinya ada yang menghubungi Zea. Saat dilihat itu memang benar, dia adalah Si Kembar, tapi wajah mereka terlihat pucat.


"Ada apa?" tanya Zea bingung, dan saat itu pula Zea mendengar suara jeritan dari penduduk, Zea juga dapat melihat ada beberapa orang yang berlarian. Eden pun langsung ikut melihat nya, dia rupanya juga mendengar jeritan itu.


"Zea.. Eden... Kalian jangan kembali!"kata Lucas dari belakang Luis dengan membawa pedang. Eden langsung kaget, dia pun merebut alat milik Zea dan wajahnya lumayan panik dan cemas.


"Aku tidak tahu pasti apa penyebabnya, tapi kau tahu Naga Purba yang dulu telah dibekukan oleh Raja-Raja yang terdahulu telah bangkit, sekarang mereka menyerang Kerajaan kita-, tidak kita.. tapi semua Kerajaan"kata Luis dengan nafas yang tersenggal-senggal.


"Baiklah aku akan segera ke sana" kata Eden serius lalu dia menoleh pada. Zea dan memberikan alat miliknya."Zea, kau tetap disini, pergilah ke rumah Paman dan Bibi. Kau tetap disana sampai aku menjemput mu"kata Eden serius.


Zea ingin mengatakan sesuatu agar dia ikut juga, tapi melihat ekspresi Eden yang serius persis menakutkan nya dengan Anthony, Zea malah mengatakan yang sebaliknya, dia akhirnya tidak jari berbicara dan hanya mengangguk saja. Setelah itu saat Eden akan memakai jubah, dia lupa bahwa jubahnya di berikan oleh Gabriel.


Zea kemudian mengambil jubah miliknya yang diberikan oleh Anthony, dia memberikan nya pada Eden, Eden dengan cepat langsung mengambil nya. Saat Eden akan benar-benar pergi, Zea akhirnya berbicara."Eden.. Kau.. Harus berjanji padaku, bahwa kalian... Kalian jangan sampai terluka"kata Zea, Eden kemudian mengangguk pada Zea dan benar-benar pergi.


Zea sekarang benar-benar sendiri, dia sangatlah khawatir, dia kemudian menggendong tas milik ed Eden yang ditinggal, entah kenapa, cuaca hari ini sangatlah dingin atau Zea merasa cemas jadi seperti itu. Dia pun menutupi tubuhnya dengan jaket dan duduk di bangku dekat taman, taman ia menuju portal.


Karena tidak bisa tenang, Zea kemudian kembali ke tempat semula, dia memandang sekeliling taman yang seperti hutan kota atau memang hutan kota, Zea tidak tahu. Tapi kemudian dia mendengar sesuatu, Zea tidak tahu apa itu. Lalu Zea merasa ada yang mengawasinya, dia sedikit curiga.


Suasana yang masih pagi sekali, membuat taman itu sedikit menakutkan. Zea sedikit takut, serta rasa takutnya yang sedang seperti di awasi. Dengan cepat Zea menoleh ke belakang dan benar saja, dia memang sedang di awasi oleh sihir hitam. Dengan cepat Zea berlari dan mengejar sihir hitam itu. Tapi sihir itu langsung pergi dan saat itu pula muncul seseorang dari belakang Zea.


Zea tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang orang itu lakukan pada Zea, dia pun menoleh ke belakang dan tiba-tiba Zea di sihir, dia merasa kesadaran nya mulai hilang.Zea benar-benar tidak tahu apa yang terjadi, tapi dia langsung pingsan setelah itu.


Dan saat bangun tiba-tiba dia sudah berbeda tempat, tempat ini penuh dengan batu bata yang tua dan mirip penjara karena ada jeruji besi yang mengurung Zea. Zea masih belum benar-benar sadar.Dia melihat sekeliling dan betapa terkejutnya dia saat Zea melihat tangan mau dirantai sehingga Zea tidak dapat bergerak.


"Ah... Sialan.." kata Zea mengumpat, dia tidak bisa melakukan apa pun sekarang. Barang-barang miliknya juga hilang entah kemana atau di ambil oleh orang asing itu. Zea berusaha untuk menggoyang-goyangkan dan melepaskan rantai itu tapi tidak bisa karena sangat kuat atau mungkin saja tubuh Zea yang masih lemas.


Oh iya, gelang milik Zea.. Apakah di ambil oleh orang itu? Tidak, dia tidak mengambil nya, jika mengambil nya kan gawat. Itu penting buat Zea, saat itu pula terdengar suara tawa yang mencekam bengis, dan menakutkan. Ini suara mirip penyihir dalam buku atau novel fantasi. Tapi tawa ini kelihatan bodoh dan memang sengaja.