Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Menyingkirkan



Sedangkan di sisi lain ruangan, Zea dan Alex sedang meratapi nasib mereka yang menunggu pertolongan dari mereka. Rencana Alex sudah gagal,tapi tidak tahu rencana mereka, Alex berharap teman - temannya dapat melakukan nya dengan baik sehingga ia dan Zea dapat diselamatkan oleh mereka.


"Kakak yakin kan mereka tidak ketahuan?" tanya Zea cemas, karena memang ini lumayan lama. Sehingga Zea berpikir yang tidak-tidak,yah pada Gabriel tentunya. Untuk Veronica, Zea tidak terlalu cemas karena yang kita ketahui Veronica itu makhluk sihir. Dia kebal dengan serangan mereka.


"Aku percaya pada mereka, Zea. Kau jangan khawatir,aku berjanji padamu akan membawamu pergi" kata Alex yakin,ia sebenarnya juga agak cemas,tapi dia sudah mempercayakan separuh hidupnya untuk teman-teman nya,maka Alex harus berpikir positif.


"Tapi...Ini lama sek-...."kata Zea.


"Wah...Wah...Wah...Manis sekali,ya..."kata suara perempuan yang familiar,itu adalah Bianca. Ia datang dengan bertepuk tangan sembari tersenyum lebar tapi dengan mata yang berbinar-binar,ia sepertinya menangis terlalu lama.


"BIANCA!?Jadi-,kau ikut penculikan ini?"kata Alex kaget,dia tidak percaya Bianca juga ikut dalam penculikan ini. Memang Bianca adalah anak Geng The Black Tiger,tapi setahu Alex Bianca tidak ikut dalam pertarungan nya dengan Ega.


"Tidak...Aku tidak ikut dalam hal ini, tapi...Saat aku datang ke sini, inilah yang kulihat,aku melihat bocah itu diculik disini. Kekasih mu yang tercinta,yang telah merebut mu dari ku..." Kata Bianca, suaranya dibuat-buat seakan melakukan hal yang buruk.


"APA?! Bocah? Aku sudah lebih dari 12 tahun, tahu!"kata Zea yang tidak terima dirinya di panggil bocah.


"Hehe... Baiklah,kau bukan bocah,kau hanya perebut kekasih orang,ya?Aku akan merebut Alex kembali,aku menyukainya lebih dulu...Iya,kan Alex?" Kata Bianca dengan tatapan menggoda.


"Apa yang akan kau lakukan, Bianca? Apa ini perintah Ega kau ke sini?" Kata Alex yang tidak suka tatapan Bianca, tatapan nya lebih seperti tatapan ingin membunuh sedangkan mereka tidak bisa berbuat apa-apa karena terikat tali.


"Tidak.Ega tidak tahu apapun,dia juga tidak tahu aku disini. Sebenarnya ini adalah kesempatan yang bagus untuk merebut mu dari dia Alex " kata Bianca dengan seringai yang menakutkan.


"Aku tidak akan pernah menyukai mu, Bianca. Dan aku tidak akan membiarkan mu menyentuh dia!" Ancam Alex,dia tahu Bianca adalah orang yang mengerikan. Dia akan melakukan apapun untuk mendapatkan apa yang ia inginkan.


"Hah... Alexku sayang,kau tidak bisa berbuat apapun untuk saat ini. Zea...Coba kau pikirkan! Bagaimana aku merebut Alex darimu?" Kata Bianca dengan tawa yang menakutkan,dia mendekati mereka berdua dan menoleh pada Zea.


"Apa?Kau waras,kan?" Kata Zea yang sedikit khawatir,dia tidak suka apa yang Bianca sembunyikan di belakangnya itu. Karena dari awal masuk, Bianca menyembunyikan sesuatu dari mereka berdua.


"Haha...Tentu aku waras,Huh..Sayang kau tidak menjawabnya...Tara...Ini dia racun untukmu" kata Bianca seraya memperlihatkan apa yang ia sembunyikan di belakangnya. Ternyata sebuah suntikan yang berisi racun, seperti racun mematikan.


Ia tahu apa yang Bianca pikirkan, untuk mendapatkan Alex maka Bianca akan menyingkirkan Zea. Supaya Bianca mendapatkan Alex, karena cintanya yang tidak terbalas,maka dia berpikiran untuk membunuh Zea. Baginya apa pun resiko nya nanti,dia tidak peduli asalkan dia bisa membunuh kekasih Alex itu.


"Kau gila ya? Kau berusaha untuk membunuhku!?"teriak Zea panik,mau dia campuran makhluk sihir. Tapi Zea tetap saja panik melihat suntikan racun itu, Alex juga saking kagetnya dengan pikiran Bianca itu.


"Bianca dengarkan aku! Jangan dekati dia atau kau akan tahu akibatnya, Bianca!"ancam Alex,dia berusaha untuk melepaskan ikatan nya tapi nihil, ikatan itu sangat kuat sehingga sulit bagi Alex untuk menghentikan Bianca.


Bianca lalu tertawa kesenangan,dia perlahan mendekati Zea dengan mengangkat suntikan itu yang siap untuk menyuntikkan Zea. Zea panik,dia berusaha untuk melepaskan diri dari ikatannya dan memundur- mundurkan kursinya agar menjauh dari Bianca.


"Dengar! Jika kau membunuhku,kau akan di penjara nanti"kata Zea panik,dia sembari berusaha untuk melepaskan diri dari ikatannya. Alex pun sudah berusaha untuk sekuat mungkin menolong Zea,tapi ia tidak bisa.


"Huh...Aku tidak peduli,asal kau mati aku tidak apa-apa...Haha..."kata Bianca tanpa rasa takut,dia malah kegirangan melihat wajah panik Zea.


"Bianca tolong! Aku mohon jangan lakukan itu padanya... Please, Bianca..." Kata Alex yang putus asa,dia memohon dengan sangat teramat tulus. Ini membuat Zea kaget karena melihat Alex yang tidak seperti biasanya, Bianca lalu berhenti ia pun melirik Alex dengan tatapan yang tidak suka.


"Tolong? Hah... Sudah terlambat, Alex..." Kata Bianca dingin,lalu dia melangkah dengan cepat menghampiri Zea yang membuat Zea takut dan panik, sesampainya di depan Zea,Bianca langsung mengangkat suntikan racun itu dan akan menyuntikkannya pada Zea yang membuat Zea berteriak takut.


Sedangkan Bianca tertawa lepas dengan senang melihat Zea yang takut,dia sangat membenci Zea,jadi dengan membunuh Zea Bianca akan merasa senang sekali. Alex pun dengan raut wajah yang sedih dan putus asa hanya bisa berteriak memohon pada Bianca,ia tanpa sadar menangis.


"BIANCA TIDAK!!!!JANGAN LAKUKAN ITU BIANCA!!! JANGAN!!!" teriak Alex yang tidak tahu harus berbuat apa. Dia hanya bisa menitikkan air mata melihat kejadian yang menyedihkan itu.


"AAAAAA....."teriak Zea yang ketakutan dan panik.


"HAHAHA....MATI KAU BOCAH!!!" teriak Bianca sembari mengayunkan suntikan nya pada Zea dengan semangat.


GUBRAK


Suara pintu yang di banting dengan keras, sehingga membuat Bianca mengentikan tangannya. Terlihat lah Reza, Gabriel,dan Veronica yang berada di depan pintu dengan raut wajah yang kaget dan setengah takut melihat apa yang Bianca lakukan.