Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Guru Dari Pedalaman Bampou



Anthony pulang dengan keadaan lesu dan sedih, serta dengan perasaan menyesal.Saat di perjalanan pulang Anthony juga tidak berhenti-berhentinya meluapkan penyesalannya pada Billy tangan kanan Anthony. Billy yang mendengar itu hanya bisa menenangkan Anthony.


Anthony merasa jika dia tidak sanggup mengatakannya pada Zea tentang hukumannya itu. Hukuman untuk Zea dan Anthony rencananya akan di laksanakan tiga hari lagi, mungkin Anthony akan mengatakannya kalau waktunya sudah dekat.


Saat Anthony pulang ke kerajaan, hari itu masih siang menjelang sore dan tentu saja, Anthony disambut oleh beberapa prajurit kerajaan dan disambut istrinya.Zea mendengar Ayahnya sudah pulang dia sangat cemas dan khawatir akan hukumannya, tapi Zea tetap akan bersikap biasa saja walaupun hatinya saking luar biasa cemasnya dari apapun.


Zea menghampiri Anthony di kantor tempat ia bekerja. Sebelum dia masuk, Anthony sudah yakin dengan apa yang ia nanti bicarakan dengan Anthony dan tidak akan membuat Anthony cemas.


Kantor khusus milik Anthony dijaga pengawal yang super ketat, saat akan menuju ke kantornya semua pengawal dan prajurit sudah berdiri di sepanjang lorong. Saat Zea melewati mereka semua, para prajurit tunduk dan hormat pada Zea. Dan kemudian setelah Zea tiba di pintu,terdapat pengawal di depan dan mereka mengijinkan Zea masuk.


Sebelum mengijinkan Zea masuk, salah satu pengawal atau prajurit mengucapkan peringatan kalau Zea akan masuk.


"Yang Mulia, Putri Zea datang ingin bertemu Raja Anthony" kata prajurit itu dengan nada yang tinggi dan tegas.Mendengar suara itu Anthony berusaha untuk bersikap tegar dan ia juga merapikan wajah dan rambutnya yang kelihatan kacau.


"Suruh Zea masuk!" kata Anthony dengan suara yang berwibawa. Dengan perintah Anthony Zea masuk ke kantor Anthony yang kelihatan luas sekali. Kantor itu penuh dengan buku yang tebal yang penuh dengan simbol aneh, serta perkamen-perkamen yang cukup banyak.


Saat memasuki kantor Anthony, Zea langsung menghampiri Anthony yang sedang menunggu Zea. Zea bisa melihat kalau Anthony sedang banyak masalah,melihat itu Zea merasa kalau dia bersalah pada Anthony. Tetapi kemudian Zea bersikap baik-baik saja.


"Ayah sedang apa? Apa Ayah tidak mau makan dulu?" kata Zea sembari duduk di berhadapan dengan Anthony. Anthony yang mendengar pernyataan itu langsung tersenyum tipis dan memegang pipi Zea yang tembam itu dan mencubitnya sembari berkata.


"Ayah sedang tidak mau makan, Kau ini mengkhianati Ayah, ya?" kata Anthony. Karena kelakuan Anthony Zea pun mengadu kesakitan karena cubitan Anthony.


"Awww.. Sakit... Jangan seperti itu Ayah! " kata Zea sembari berusaha melepaskan tangan Ayahnya tetapi tidak bisa.


"Maaf, sayang. Apa yang membuat kamu datang ke sini Zea?"tanya Anthony pada Zea.


"Ha?Ohh.. Yah.. Aku hanya mengkhawatirkan Ayah. Karena akhir-akhir ini aku lihat Ayah sedang banyak masalah" kata Zea dengan ucapannya yang terbata-bata. Anthony yang mendengar pernyataan itu langsung kaget, dia merasa kalau dia membuat putrinya cemas. Jadi dengan senyum tipis nan palsunya dia menjawabnya.


"Zea, Ayah memang akhir-akhir ini sedang ada masalah...Tetapi masalah itu hampir selesai. Jadi Ayah sudah menyelesaikannya. Kau tidak perlu khawatir. Ayah baik-baik saja, Kau tidak perlu khawatir, ya!" kata Anthony sembari mengelus-elus rambut Zea.


"Yah, aku tidak akan khawatir, Ayah juga harus selalu sehat, ya! Lagi pula kita akan... " ucapan Zea terhenti ketika Billy masuk dan langsung tunduk pada Anthony dan kemudian dia berbicara.


"Maaf Yang Mulia, saya mengganggu. Saya ada kabar penting bahwa guru Tuan Putri Zea sudah tiba. Guru Lin dan muridnya dari pedalaman Bampou" kata Billy.


"Ohh.. Mereka sudah datang, Billy kau bilang pada semua pelayan untuk membersihkan meja makan dan membuat perjamuan untuk mereka, setelah itu ajak Tuan Lin datang kesini" kata Anthony pada Billy.


"Maaf, Zea,Ayah ada urusan.Jadi tidak apa-apa, kan?" tanya Anthony pada Zea.


"Tidak apa-apa, yah. Aku akan pergi" kata Zea, saat Zea akan pergi Anthony tiba-tiba mengggil Zea.


"Zea, tunggu! Ayah ingin bicara sesuatu dengan mu" kata Anthony yang menghentikan Zea.


"Ada apa?"kata Zea dengan perasaan yang khawatir dan cemas.


"Ayah ingin kau ikut perjamuan dengan Tuan Lin,Dia akan menjadi gurumu, kan?"usul Anthony.


"Tentu, aku akan ikut perjamuan dengan Tuan Lin" kata Zea lega.Setelah itu Zea pergi dari kantor Anthony dan kemudian Zea pergi untuk bersiap-siap, karena dia akan mengikuti perjamuan dengan Tuan Lin. Zea menggunakan gaun yang sederhana selayaknya seorang putri.


Mungkin perjamuan dengan Tuan Lin akan bersama dengan Ratu Charlotte, Eden, Luis, Lucas, dan Veronica. Karena ini perjamuan kerajaan pasti semua anggota kerajaan juga ikut.


Setelah semuanya siap,terdengar suara terompet kerajaan dan suara gemuruh prajurit yang menyapa atau menyambut Tuan Lin. Tuan Lin memiliki wajah Tionghoa dengan kumis tipisnya dan berpakaian ala china dan juga seorang murid laki-laki dia kelihatan berumur lima belas tahun, dan ia kelihatan tampan dengan kulot putihnya, tapi disaat bersamaan dia juga memiliki wajah yang galak.


Semua orang berdiri di pintu dan menyambut kedatangan Tuan Lin, mereka semua hormat pada Tuan Lin Dan murid laki-lakinya dan sebaliknya.


Mereka kemudian saling menyapa dan pergi ke tempat perjamuan.Tempat perjamuan berada di meja makan yang biasa untuk makan bersama. Tetapi meja makan itu dekorasinya tidak seperti biasanya, karena meja makan itu juga di dekor sedemikian rupa seperti ala Tionghoa, mungkin untuk menyambut Tuan Lin.


Makanan yang disajikan juga berupa makanan Tionghoa dan Eropa. Semuanya kelihatan enak sekali, sehingga orang yang melihatnya akan mengambil semua makanan yang ada di meja. Tuan Lin ramah sekali sehingga dengan Anthony mereka akan akrab dan Zea malah merasa canggung pada Tuan Lin.


"Saya tidak menyangka Yang Mulia, bahwa kita akan seakrab ini" kata Tuan Lin dengan senyum yang lebar.Sembari makan jamuan yang telah disiapkan.


"Saya juga, ternyata Tuan Lin dapat mengerti bahasa kami" kata Anthony senang.


"Tentu saja, saya sangat bersemangat untuk menjadi guru Putri Kerajaan Echthra.Jadi sebelum saya kesini, saya mempelajari bahasa yang ada disini" kata Tuan Lin.


"Yeah, suatu kehormatan Tuan Lin mau mengajari anak saya, Tuan Lin ke sini bersama muridnya, ya?"tanya Anthony sembari memandang murid laki-laki Tuan Lin.


"Ohh.. Saya minta maaf Yang Mulia, karena belum mengenalkannya pada Yang Mulia. Dia adalah murid sekaligus asisten saya, namanya Chou" kata Tuan Lin sembari menepuk baju asistennya atau Chou.