Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Tertangkap Basah



Mereka tiba tepat di lapangan sekolah, tempat mereka masuk ke lubang dimensi itu. Hari ini sudah menjelang pagi hari,baju Zea dan Gabriel sudah basah kuyup, mereka bahkan sekarang kedinginan. Habis sudah jika mereka pergi pulang, pasti Adnan dan Maggie curiga pada mereka, melihat ada pakaian basah di rumah nya.


Maka dari itu mereka ingin cepat-cepat pulang dan mencuci baju mereka,sebelum itu Eden meminta mereka untuk pergi ke sekolah itu segera. Takut terjadi hal-hal yang mengerikan, mereka duduk di sebuah taman yang tidak jauh dari sekolah dan tergolong taman yang sepi.


Di sana Eden mengeluarkan beberapa ramuan untuk mengobati luka mereka masing-masing. Eden memberikan Zea sebuah ramuan bewarna biru terang untuk di minumnya dan ramuan bewarna tosca untuk mengobati kaki Zea yang terkena cakaran monster air. Kata Eden, cakaran dari monster air mengandung sebuah racun yang dapat membuatmu sakit berhari-hari.


Saat ramuan itu menyentuh kaki Zea, Zea berteriak kesakitan. Tapi tidak apa, demi kesembuhan nya, lalu di balutlah kaki nya dengan sarung tangan Eden, karena Eden tidak membawa perban, jadi untuk smentara memakai ini dulu.


Gabriel juga mendapat cakaran di tangannya, jadi dia juga mendapatkan ramuan miliknya. Di tenggak lah cepat-cepat. Lalu Eden memberikan Gabriel sebuah jubah miliknya yang selalu dia pakai untuk pergi agar tidak kedinginan. Dan Zea diberikan jaket miliknya yang masih kering walaupun sedikit basah karena bersentuhan dengan Zea dan Gabriel.


"Terimakasih" kata Zea dan Gabriel kompak, saat mengatakan itu mereka berdua juga kaget karena bicara bersama,Eden hanya mengangguk dan berkata "Ya" saja. Dan mereka pun akhirnya kembali dengan perasaan yang takut, bingung, dan tidak tahu.


Setelah sampai rumah Zea mereka melihat rumah masih sepi, sehingga dapat diketahui bahwa Adnan dan Maggie masih tidur. Lalu dibuka nya pintu dengan perlahan dan mereka masuk dengan langkah yang sangat hati-hati.


Dan saat mereka tepat tiba di ruang keluarga, hal yang tidak terduga terjadi, terlihat siluet bayangan bewarna hitam yang sedang duduk di sofa dan bayangan itu membelakangi mereka.


Karena panik, Gabriel puji menjerit kencang di ikuti dengan Zea yang kaget, Eden hanya kaget saja karena kedua bocah ini berteriak.


Dan bayangan itu juga tersentak dari tempat duduk nya dan berteriak. Eh... Berteriak? Jangan-jangan itu adalah.., saat melihat lebih jelas lagi dan tepat bayangan itu menghadap mereka, ternyata dia adalah Adnan? Habis sudah mereka bertiga.


BRAK


Suara Adnan yang menggebrak meja, dia memperlihatkan tatapan wajah yang serius dengan memandang mereka yang sekarang ini duduk bertiga berbarengan dihadapan Adnan dan dengan Maggie yang melipat kedua tangan nya di dada dengan tatapan yang serius sekaligus kecewa.


"Gabriel! Jelaskan!"kata Adnan serius, tatapan Adnan ini membuat Gabriel tidak berkutik, dia tidak tahu harus mengatakan apa, Gabriel tahu jika Adnan sedang marah itu, dia memperlihatkan sisi nya yang menakutkan, begitu pun dengan Zea, dia tidak berani menatap Adnan dan Maggie. Karena ini salah Zea, jadi Zea akan membela Gabriel, tapi saat akan membuka mulutnya, Eden sudah bicara duluan.


"Maaf.Maaf aku harus menyela pembicaraan kalian, tapi bagaimana pun juga ini adalah kesalahan ku juga.Tujuan kedatanganku kesini sebenarnya adalah untuk menjalankan misi dari Kerajaan. Walaupun aku datang kesini juga untuk bertemu Paman dan Bibi,..... " kata Eden menjelaskan, dia menjelaskan dengan ekspresi wajah yang tenang dan dengan teliti saat mengatakan nya.


"Sorry Kids, Bibir tidak tahu kau mendapat misi seperti itu, itu sangat lah berbahaya, but you can handle it well. Apakah ada yang sakit Gabriel?" tanya Maggie pada Gabriel, ini membuat Gabriel tersenyum dengan senang. Maggie pun menghampiri mereka bertiga, dilihat nya tangan Gabriel yang terluka, Maggie mengusapnya dengan lembut dan khawatir.


Dia kemudian menatap wajah Gabriel dan dibelainya lah rambat Gabriel. Lalu di belailah juga kepala Zea dan Eden dengan lembut, ini membuat Eden sedikit kaget, dia juga merasa aneh dengan ini."Kalian tidak apa-apa, kan?"kata Maggie sembari mengusap mereka.


Dan saat itu pula Adnan mengucapkan sesuatu.


"Haa.. Seharusnya kalian mengatakannya pada kami, kalian membuat kami khawatir anak-anak. Aku tahu ini tugasmu dan Eden,Zea. Tapi kau juga harus cerita pada Paman atau kau dapat memberitahu Bibi jika akan pergi atau menjalankan misi. Kalian tahu seberapa khawatir nya kami saat melihat kondisi kalian yang seperti ini"kata Adnan, dia sekarang sudah dapat tenang, ekspresi nya pun sudah tidak serius seperti tadi.


"Maaf, aku tidak mau membuat kalian khawatir. Maaf karena sudah membawa Gabriel denganku, padahal ini misi kami berdua"kata Zea dengan penuh rasa bersalah.


"Kami minta maaf karena sudah merepotkan kalian semua" kata Eden, perkataan Eden membuat Zea terbelalak kaget dan membuat Adnan dan Maggie tersenyum tipis.


"Tidak apa-apa, Paman dan Bibi memaafkan kalian. Lain kali jika kalian ada misi di sini katakan saja pada kami, mungkin kami bisa membantu.Oh ya, bagaimana dengan luka kalian, apakah parah?"tanya Adnan seketika dia langsung melihat kondisi mereka berdua.


"Tidak terlalu, Kak Eden sudah mengobati kami saat ke sini Dad.I'am fine Daddy.. Mommy... " kata Gabriel yang senang.


"Sebenarnya kalian butuh beberapa ramuan lagi, itu agar mengatasi luka kalian, aku akan mengambilnya di kamar" kata Eden, tapi saat Eden akan berdiri, Maggie menghentikan tangan Eden. Dia pun tersenyum ramah pada Eden.


"Biar Bibi yang mengambilkannya.N'o Eden, you stay here and sit down. I will take it" kata Maggie, dia pun berdiri dan pergi ke kamar Eden, Eden mengatakan kalau ramuan nya ada di tas miliknya, jadi Maggie membawa tas milik Eden dan memberikan nya untuk Zea dan Gabriel. Lalu setelah itu mereka pergi ke kamar masing-masing untuk istirahat.


Dan Eden masih belum tidur, siapa sedang mengobati bahunya yang tadi terluka sedikit, ini susah karena Eden tidak dapat menggapainya. Saat itu pula datang lah Maggie yang membawakan Eden susu, ini membuat Eden kaget karena saat ini dia sedang tidak memakai baju.


"Eden, it's okay.Sini biar Bibi membantu mu, Bibi tahu kau juga terluka, jadi Bibi sengaja datang kesini untuk melihat keadaanmu"kata Maggie. Jadi alhasil Maggie membantu Eden untuk mengusap kan ramuan nya ke luka Eden dan perlahan Eden tersenyum diperlakukan seperti ini.