
"Dan...Sa...Tu..." Kata Ega, dengan suara dan raut wajah yang sangat senang, berbanding terbalik dengan yang lain. Mereka benar-benar cemas dan tidak terima, mereka hanya dapat menatap Ega dengan tatapan benci dan kesal. Alex pun sudah benar-benar tiba di hadapan Faisal dan anak buah Ega yang menjaganya, mereka akan melakukan pergantian posisi.
Seharusnya Alex melakukan pergantian posisi,tapi yang ia lakukan adalah memukul mereka bertiga hingga mereka bertiga kesakitan dan kesempatan Alex untuk merebut kembali Faisal. Alex lalu memberikan Faisal ke arah Reza untuk menangkap nya. Ega yang melihat itu pun sontak langsung kesal dan memberikan arahan pada anak buahnya untuk menyerang Alex.
"SERANG MEREKA!!!"perintah Ega pada semuanya,sontak setelah perintah itu mereka semua langsung mengeroyok mereka semua.
"Nah...Ini lah yang aku tunggu,ayo bantai mereka semua...Yeah..."teriak Veronica yang sepertinya kesenangan akan ini. Dia sebenarnya kesal karena dari tadi tidak bertarung, bertarung adalah kegemarannya di dunia sihir. Maklumlah, Veronica rindu dengan bertarung.
Reza dan Faisal pun bersiap-siap untuk melawan mereka, walaupun Faisal yang babak belur setidaknya ia dapat membela dirinya. Gabriel hanya dapat melongo ngeri melihat pertarungan itu,dia tidak dapat bertarung, mungkin hanya sedikit saja. Sedangkan Zea tentu bisa,dia dari kecil selalu berlatih bela diri.
"Hei Veronica. Kau jangan-..."teriak Zea yang tidak di gubris oleh Veronica. Tentu, karena saking senangnya, semua yang di hadapi oleh Veronica langsung dibantai habis-habisan. Ini membuat semua orang melongo ngeri di sana, setengah tidak percaya dan setengah kagum dengan kehebatan Veronica.
"Astaga...Hebat sekali kakakmu, Zea" kata Reza yang kagum dengan kehebatan Veronica,dia masih sempat-sempatnya mengagumi Veronica, padahal dia sedang bertarung dengan anak buah Ega.
Zea hanya dapat membalasnya dengan senyuman,dia tidak bisa berkata-kata. Setelah itu pun Zea hanya fokus bertarung dengan yang lain. Sedangkan Alex,ia sedang berhadapan dengan Ega sendiri, mereka saling bertatap tajam. Ega lalu tersenyum mengejek dan seketika menyerang Alex.
Akhirnya pertarungan sengit di antara mereka terjadi. Alex sedikit kesusahan melawan Ega, mungkin karena kondisinya yang tadi habis dipukul masa oleh anak buahnya. Ini membuat Alex kalah sedikit dari Ega,tepat setelah itu Alex langsung berusaha untuk menyerang nya kembali. Ia melakukan pukulan cepat tanpa henti yang membuat Ega terjatuh.
Ini membuat Ega kesal,ia dia secara diam-diam mengambil sesuatu dari belakang punggungnya,itu adalah sebuah belati yang cukup tajam. Alex yang tidak sadar terus menghampiri Ega untuk memukul nya kembali. Zea yang melihat belati di balik punggung Ega pun sontak langsung menghampiri Alex setelah menendang salah satu anak buah Ega.
"KAK ALEX,AWAS!!!..."teriak Zea sembari menghampiri Alex,dia sekarang sedang di depan Alex untuk melindunginya. Tepat saat Ega mencoba untuk menusuk Alex, sialnya yang terkena tusukan belati itu adalah Zea. Tepat di perut Zea yang membuat Zea diam mematung.
Semua orang yang melihat itu pun kaget, Alex tidak bisa apa-apa. Dia hany kaget dengan apa yang dilakukan Zea, Ega pun kaget karena yang ia kenai bukanlah Alex,tapi malah Zea yang ia tusuk. Kemudian dia menarik belati itu yang membuat Zea terhuyung ke belakang,dia kemudian di tangkap oleh Alex dengan raut wajah kagetnya.
"Ah...Sialan.Kalian semua, kabur dari sini cepat!!!"perintah Ega,dia kemudian mengambil tebusan nya dan pergi diikuti oleh anak buahnya. Setelah melihat itu semua nya menghampiri Zea,orang yang paling khawatir melihat keadaan Zea adalah Veronica dan Gabriel. Mereka berdua sangat khawatir melihat itu, Zea hanya dapat memegangi perutnya yang mulai keluar darah itu.
"Zea...Zea bertahan lah,apa yang harus kita lakukan? Zea..." Kata Alex yang ketakutan,dia khawatir pada Zea. Memegangi Zea dengan gemetar, Gabriel juga sampai menangis,ia berusaha untuk memegangi Zea untuk membuatnya bertahan. Sebaliknya begitu pun dengan Veronica,raut wajah Zea ini membuat nya sangat cemas.
Dalam kejadian itu, terdengar suara sirine polisi dan ambulans. Nampaknya itu adalah mobil polisi suruhan Marcus,dia mengetahui lokasi Alex dari ia melacaknya dari ponsel Alex. Akhirnya semua geng Ega dan Ega sendiri pun di tangkap, sedangkan Marcus berlari ke dalam untuk mencari anaknya itu.
Betapa terkejutnya ia melihat kondisi mereka, dengan semuanya menatap Zea dengan raut wajah yang sedih dan cemas. Dia dengan cepat menyuruh para perawat ambulans untuk membawa nya rumah sakit. Dengan sigap mereka membawa Zea menggunakan tandu dan sesegera mungkin memberikan oksigen pada Zea.
Sebelum Zea pergi ke mobil ambulans,da memanggil Veronica untuk menghampiri nya. Walaupun Zea sedang kesakitan,tapi ia masih dapat bicara walaupun dengan suara yang parau, Veronica lalu mendekati wajah Zea agar Zea lebih mudah untuk berbicara padanya.
"Veronica.. Aku mungkin akan...Akkhh...Di operasi sedikit...Kau-...Jangan khawatir..." Kata Zea lemah,dan setelah itu dia pun pingsan tidak sadarkan diri. Ini membuat Veronica lumayan panik,dia berusaha untuk membangunkja Zea tapi Zea sudah di masukkan ke dalam mobil ambulans.
Gabriel pun berusaha untuk menenangkan Veronica, walaupun dia juga panik melihat Zea pingsan. Sedangkan Alex ia masih diam dengan tatapan kosong, ini membuat Marcus cemas. Mereka kemudian diangkut oleh ambulans untuk diobati oleh suster atau perawat disana. Khususnya Gabriel dan Faisal, sedangkan Alex dia hanya memikirkan Zea dan belum mau di obati.
Dalam perjalanan ke sana, tidak lupa bagi Gabriel untuk memberi tahu kedua orangtuanya. Banyak sekali panggilan tidak terjawab di ponsel Gabriel,itu adalah telepon dari Adnan dan Maggie yang cemas karena Gabriel belum pulang karena sudah larut malam.
"Halo...Dad.." kata Gabriel dengan suara yang parau dan sedih.
"Halo,nak. Ya ampun Gabriel,dari mana saja kau? Kenapa tidak menjawab telepon Dad,hah?"tanya Adnan yang panik,ia langsung menjawab telepon Gabriel.
"Dad...Zea...Hiks..Hiks..Zea..Dia..Hiks.."kata Gabriel menjelaskan dengan menangis, dia tidak dapat menahan kekhawatiran nya itu. Veronica yang ada di sampingnya pun hanya dapat menenangkan Gabriel agar tidak panik. Gabriel menjelaskannya pada Adnan dan Maggie yang berada di sampingnya dengan sesekali menangis.
Adnan dan Maggie pun langsung shock dan panik, setelah mendengar apa yang terjadi mereka berdua pergi secepat mungkin untuk menghampiri Zea di rumah sakit yah telah diberitahukan Gabriel. Maggie sangat cemas pada Zea sehingga ia menangis dalam perjalanan ke rumah sakit.