
Semakin lama air itu semakin menggenangi mata kaki mereka,Zea dengan cepat langsung melihat-lihat sekeliling. Dia harus mencari tempat yang tinggi untuk menghindari makhluk air itu. Dan terpikir lah Zea untuk memanjat pohon besar itu, dia bisa bertahan disana sampai Eden tiba.
"Gabriel cepat kau ke atas pohon itu!"bisik Zea pada Gabriel, Gabriel pun mengangguk setuju dan langsung pergi ke pohon besar diikuti dengan Zea. Pergerakan tiba-tiba dan cepat dari Zea ini membuat monster air itu mengejar dan menyerbu Zea. Saat Gabriel sudah mulai memanjat makhluk air itu semakin lama semakin mendekati mereka.
Saat Gabriel sudah berada di Daha pohon, barulah Zea memanjat, baru saja setengah perjalanan ke atas pohon, salah satu monster memegang kaki Zea, alhasil Zea jadi tidak bisa naik lagi, Gabriel pun jadi panik, dia ingin sekali membantu tapi tidak bisa berbuat apa-apa. Zea dengan kuat menggoyang-goyangkan kaki nya agar makhluk itu melepaskan kakinya.
Bukannya lepas, makhluk itu makin menajamkan kukunya yang tajam agar tidak bisa lepas, kaki Zea pun jadi terkena cakaran makhluk itu, Zea meraung kesakitan, Gabriel kaget dan dia pun bergegas untuk menarik Zea. Dengan cepat Zea menujamkan pedang nya ke tubuh makhluk air, makhluk air itupun melepaskan kaki Zea yang terluka itu, dengan cepat Gabriel membantu Zea naik.
Zea masih memegangi kakinya yah terluka Gabriel hanya bisa memandanginya dengan penuh rasa cemas. Air itu sekarang sudah meluapi semua daratan di sekitarnya. Hanya pohon Zea dan beberapa pohon yang lain yang masih kelihatan. Makhluk air itu melompat-lompat untuk menangkap Zea, tanaman rambat milik ratu mereka juga tidak henti-hentinya menyerang Zea.
"Gabriel.. Ah.. Cepat kau.. hubungi kakak ku.. Ini.. Aww.. Cepat Gabriel!" kata Zea yang kesakitan sembari menebas sulur-sulur tanaman rambat itu dan menebas setiap makhluk air yang berhasil memegang dahan pohon itu. Gabriel pergi ke dahan pohon paling tinggi disertai dengan Zea, karena dahan pohon yang tadi mereka tempati sudah hampir menenggelamkan mereka.
Gabriel dengan cepat menghubungi Anthony, saat dihubungi Anthony sedang berada di salah satu bukit, karena air yang ada ditempat Eden juga meluap.Saa Eden melihat ekspresi wajah Gabriel, dia jadi tahu apa yang sebenarnya terjadi bahwa Zea dan Gabriel diserang oleh monster,dia pun tanpa pikir panjang langsung menanyakan suatu hal.
"Dimana Zea? Bagaimana keadaan kalian disana?" tanya Eden dengan raut wajah yang panik, dia juga dengan cepat juga bersiap-siap untuk melompati bukit lain yang ada di sampingnya.
"Zea sedang berusaha untuk menghalangi monster itu, kakak cepat datang ke sini!Pohon yang kami tempati sudah hampir tenggelam" kata Gabriel yang panik, dia merasa khawatir pada Zea. Karena Zea yang berkeringat dan wajah nya yang pucat.
Eden pun mengangguk mengerti, dia kemudian berlari ancang-ancang dan kemudian melompati bukit satu ke bukit lainnya satu persatu. Memang benar pohon yang mereka tempati sekarang sudah hampir tenggelam, mereka berdua sekarang benar-benar berada di pucuk pohon.
Dan saat Zea kelelahan, Ratu monster itu pun mengambil kesempatan nya untuk membuat tanaman sulur yang banyak dan besar kemudian dengan cepat dia mengarahkannya pada Gabriel dan saat itu pula Zea dengan cepat melindungi Gabriel dari tanaman sulur itu, alhasil Zea yang terkena tanaman itu.
"Zea! Ambil pedangmu!" teriak Gabriel, dengan cepat Gabriel melemparkannya dengan cepat dan tepat, Zea pun juga dapat mengambil pedang itu, dia kemudian menebas tanaman sulur yang melilitnya sehingga Zea dapat lepas, tapi sayang nya Zea terjebur ke sungai itu, sedangkan Gabriel juga sudah terjebak oleh para makhluk air.
Perlahan demi perlahan makhluk itu sudah dapat menangkap Gabriel dan ikut menyeretnya ke sungai, Gabriel hanya bisa pasrah. Dia bahkan sudah berpikir macam-macam, tapi saat kepalanya akan tenggelam, sebuah kilatan cahaya ungu pun menghampiri nya, saat itu pula makhluk itu terpental jauh dan kemudian datanglah Eden.
Dia menyeret Gabriel untuk pergi ke salah satu bukit.Dan akhirnya Gabriel dapat bernapas dengan tenang, dia pun kembali panik karena Zea yang tidak terlihat dari permukaan air. "Kak.. Zea.. Dia..Didalam air" kata Gabriel dengan napas yang tersenggal-senggal.
"Iya, aku akan menolong nya, kau diam saja disini!" kata Eden lalu dia menceburkan diri ke dalam air dan saat itu pula Gabriel hanya dapat berdoa dalam hati agar mereka berdua baik-baik saja. Saat Eden menyelam, dia dapat melihat Zea yang sedang terbelit oleh Ratu monster itu, dengan cepat Zea membawa menyerang monster itu dengan cepat.
Monster itu pun melepaskan belitan nya pada Zea sehingga Zea dapat terlepas, Eden pun segera membawa nya ke permukaan air agara Zea bisa bernafas.Kemudian di permukaan air Zea dapat bernafas dengan tenang.
"Uhuk.. Uhuk...Te-terimakasih.. Uhuk.. " kata Zea yang masih shock. Dia pun memegang leher Eden erat dan Eden langsung membawanya ke bukit bersama dengan Gabriel. Gabriel pun senang saat Zea berhasil selamat.
"Kalian tetap disini, aku akan mengalahkan monster itu" kata Eden, tapi saat Eden akan pergi Zea menahan tangan Eden agar tidak pergi. Eden pun mengernyitkan keningnya dengan ekspresi penuh pertanyaan.
"Jangan bunuh mereka, mereka tidak bersalah. Ayo kita pergi dari sini! Aku mohon" kata Zea dengan penuh harapan agar Eden menuruti keinginannya. Eden pun karena tidak mau lama berurusan disini hanya mengangguk iya, lagi pula dia juga sudah mendapatkan elemen sihir miliki nya. Jadi tidak ada urusan lagi di sini, mengingat dia memiliki dua bocah yang ketakutan dan terluka, Eden tidak mau mengambil resiko juga.
Dengan cepat dia kemudian membuat sihir dim atas sungai yang meluap itu dan akan melakukan lompatan tajam, dan saat sebuah lubang dimensi sudah terlihat dia akan siap-siap melompati.
"Kalian pegangan yang erat!"perintah Eden, Eden pun memegang tubuh keduanya. Zea dan Gabriel juga memegang leher Eden erat jadi, setelah ancang-ancang siap, Eden pun langsung melompat tinggi meninggalkan monster air itu yang melompat-lompat dari dalam air, Zea dan Gabriel berteriak karena takut dan kemudian mereka telat masuk ke lubang dimensi itu dan kembali pada dunia manusia.