Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Sihir Keluarga Kerajaan Echthra



"Jadi namamu Chou, ya?Aku rasa kau pasti murid yang rajin, karena kau ikut ke sini bersama Tuan Lin" kata Anthony pada Chou yang sedang duduk di samping Tuan Lin.


"Mungkin... Aku sebenarnya diajak oleh Tuan Lin" kata Chou dengan suara yang menjengkelkan. Ini membuat Tuan Lin tidak menyukainya sehingga Tuan Lin memukul kepala Chou dengan tangannya.


"Awww.... Apa salahku?" kata Chou jengkel sembari mengusap-usap kepalanya.


"Yang sopan bicara dengan Raja, Ni mingbai (Kau mengerti)?"kata Tuan Lin pada Chou.


"Shi de wo mingbai (Iya, aku mengerti)" kata Chou dengan nada yang sebal.Lalu ia melanjutkan makan dengan muka yang menjengkelkan.


Kemudian mereka melanjutkan perjamuan mereka. Saat Zea bertemu dengan Tuan Lin ia teringat dengan pedangnya, sebab saat Zea menerima surat dari Mike yang pertama, Mike akan mengantarkannya saat Siang tapi saat Zea menunggu belum datang, malah yang datang surat kedua dari Mike.


Surat itu berisikan jika Mike tidak bisa mengirimkan langsung, katanya ada masalah di tempat kerjanya, jadi kata Mike di surat ia akan mengantarkannya dengan Fos. Zea tidak tahu apa itu Fos, tapi kata Mike akan mengantarkannya dengan itu. Karena Zea tidak tahu apa itu Fos, jadi ia bertanya pada Karla.


Kata Karla Fos adalah sejenis makhluk yang mirip dengan kunang-kunang dan tapi bewarna biru, bedanya dia berbentuk cahaya biru bulat, kata Karla makhluk itu indah dan ramah. Jadi setelah mendengar itu Zea ingin melihat makhluk Fos itu.


Setelah acara itu, ada seorang penasihat Raja Anthony yang mengantarkan mereka berkeliling istana dan mengajaknya ke tempat tidurnya. Zea merasa dia cocok dengan Tuan Lin, tapi entah kenapa Zea tidak menyukai muridnya yang berumur sama seperti Luis dan Lucas, Chou. Zea tidak menyukainya karena dia terlihat menjengkelkan.


Zea saat ini sedang ada di kamarnya yang besar, tapi Zea juga teringat akan Gabriel, Paman Adnan dan Bibi Maggie. Zea merindukan mereka, mungkin karena Chou mirip dengan Gabriel tapi sifat mereka beda jauh sekali.


Zea berinisiatif untuk menulis surat pada Adnan, sebenarnya ponsel yang dibawa Zea kemari tidak terlalu berguna sebab di dunia ini tidak ada sinyal. Memang kata Anthony dapat, tapi hanya berkirim pesan dan saat ponsel mati, mereka harus menggunakan sihir petir untuk menghidupkannya.


Zea diajarkan Luis dan Lucas cara mengirim surat ke dunia manusia, katanya harus menggunakan bubuk bewarna jingga dan surat itu pun akan tiba ke tempat tujuan. Sebenarnya Zea harus mempelajari banyak hal tentang sihir dan makhluk di dunia ini. Toh, bagaimana mungkin Zea dapat hidup disini jika tidak tahu menahu tentang Sihir.


Sebenarnya Zea juga merasa kalau dia itu belum pintar dalam sihir, karena semua orang di dunia ini tahu bahwa keluarga kerajaan Echthra punya kekuatan yang luar biasa pada matanya. Seperti Eden yang dapat melihat gerakan musuh, yaitu dapat melihat apa yang akan musuh lakukan atau menyerangnya.


Lalu Veronica ia dapat menghipnotis musuh dan membuat musuh tidak sadarkan diri, ini membuat Veronica lebih mudah menyerangnya . Jika musuh itu sedang lengah Veronica dapat melakukan serangan pada musuh itu dengan mudah. Itulah kekuatan ajaib mereka.


Dan untuk Anthony, Raja Kerajaan Echthra. Dia dapat menyerap sihir musuh dan mengembalikannya atau meniru sihir tersebut. Seperti saat musuh menyerangnya dengan sihir maka dengan mata Anthony ia akan membuat lubang, seperti lubang hitam.Dan sihir musuh itupun masuk ke lubang hitam tersebut, sesaat kemudian Anthony akan mengeluarkan sihir yang sama dengan musuh dan menyerang musuh itu.


Tapi dibandingkan dengan Zea, Zea tidak memiliki sihir spesial di mata kirinya. Walaupun saat Zea sedang marah atau sedih pasti matanya akan menyala dan keluar taring, hanya itu. Zea ingin tahu apa kekuatan spesial yang ada pada dirinya. Oleh karena itu, mungkin Anthony mengajarkan Zea bertarung juga untuk melihat sihir spesial Zea.


Jadi Zea juga harus berusaha untuk mengeluarkan sihirnya, walaupun sihir itu tidak sehebat sihir milik saudara tirinya. Tetapi Zea tetap senang akan sihir yang nanti akan Zea ketahui. Sekarang Zea sedang berada di taman tepat disana ada Ratu Charlotte dan Veronica.


Saat melihat mereka ada disana, sebenarnya Zea ingin kembali dari kamarnya. Tapi mau bagaimana lagi, Ratu Charlotte sudah melihat Zea dan kemudian dia memasang muka jengkelnya dan menyuruh Zea untuk tidak kembali ke kamarnya.


"Zea, jika kau ingin ke sini itu tidak apa-apa. Jangan pergi! Kau membuat aku terlihat jahat" kata Ratu Charlotte pada Zea sesaat Zea akan pergi.


"Ba.. Baiklah" kata Zea dengan suara yang tergagap-gagap. Zea kemudian duduk di salah satu bangku yang ada di sana, tetapi tidak dekat dengan Ratu Charlotte dan Veronica. Zea didampingi dengan Karla, sedangkan Ratu Charlotte dan Veronica bersama empat pelayan lain.


Zea di taman sangat canggung, dia tidak bisa melakukan apa pun karena ada Ratu Charlotte, tetapi untuk Veronica dia masih tidak apa-apa. Tapi untuk Ratu Charlotte dia merasa canggung padanya. Saat di taman Zea hanya menatap bunga yang ada disana dan mendengarkan apa yang Ratu Charlotte dan Veronica bicarakan.


"Kau ingin ini Veronica?Ini teh yang bagus untuk kulit, Cocok untukmu yang memiliki kulit yang lembut dan putih" kata Charlotte pada Veronica sembari menyodorkan secangkir teh bewarna ungu.


"Ini teh apa bu? Wanginya harum sekali, rasanya juga manis dan enak" kata Veronica setelah meminum teh yang diberikan oleh Charlotte.


"Ini teh dari Bunga Omorfia, bunga yang terkenal akan keharuman dan kandungan kecantikannya" kata Charlotte sembari menatap Veronica dengan tatapan penuh kasih sayang.


Saat melihat itu Zea merasa sedih melihatnya, Zea menginginkan dia diperlakukan seperti itu. Yah walaupun saat si dunia manusia Zea juga disayang oleh Bibi Maggie, tapi Zea juga ingin mendapatkan kasih sayang oleh seorang ibu. Saat kecil pun Zea juga merasa seperti itu, sedih melihat teman sekolah yang lain pulang dijemput ibunya. Zea berpikir andai saja Zea dapat melihat ibunya sebentar saja, dia pasti sangat senang.