Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Pergi Ke Mall



Sesampainya di rumah Adnan,sesudah ada Gabriel yang menunggu Zea di sana. Dia sedang duduk di teras rumah sembari membaca beberapa buku. Saat melihat sebuah taxi yang lewat di depan rumah nya, Gabriel langsung berdiri dan menghampiri tadi itu, bahkan sebelum Zea dan Veronica turun.


Saat Zea dan Veronica benar-benar keluar dari taxi, Gabriel langsung senyum lebar dan memeluk Zea dengan erat. Zea pun ikut tersenyum dan kembali memeluk Gabriel, seperti adegan romantis saja. Itu yang dilihat Veronica dan supir taxi, sepertinya supir taxi yang mengantarkan Zea mengenal Gabriel.


Karena saat melihat Gabriel datang,dia langsung terpaku dan terpesona,dia juga sedikit kaget karena orang yang dia antarkan itu adalah orang terdekat seorang model terkenal. Sopir taxi itu tahu kalau Gabriel adalah model cilik yang akhir-akhir ini sedang popular dan merupakan anak dari model terkenal juga, Maggie Clarke. Itu adalah nama asli Maggie dari marga orang tuanya.


Sebenarnya Gabriel juga memiliki nama belakang yang sama, biasalah jika orang luar negeri itu memakai nama belakang atau marga dari keluarganya. Sama juga dengan Gabriel, nama asli Gabriel adalah Gabriel Clarke.


Zea juga dulu akan disematkan nama itu, tapi Adnan tidak memperbolehkannya, karena bagaimanapun juga Zea adalah anak dari Anthony dan Ella, Adnan tidak ingin memisahkan Zea dengan orang tua kandungnya. Jadi alhasil Zea tidak diberikan nama belakang itu,maka Zea tetap Zea saja.


Setelah berpelukan itu, Gabriel menyapa Veronica dan tidak lupa juga untuk mereka berdua berkenalan.Suasana diantara mereka memang canggung,tapi tidak apa,itu bukan masalah besar. Kemudian mereka bertiga masuk ke dalam rumah Adnan, pertama kalinya Veronica masuk,dia agak bingung.


Dia mungkin masih asing dengan lingkungan in,sama halnya dengan Zea yang pertama kali ke dunia sihir,dia juga masih bingung. Sebenarnya ini kunjungan pertama Veronica ke dunia manusia,dia hanya melihatnya di buku saja dan sekarang dia dapat ke dunia manusia dalam kehidupan nyata. Di perjalanan ke sini pun Veronica banyak sekali melihat sekeliling kota,dia bahkan tidak memperhatikan Zea yang berada di sampingnya.


Dia tidak peduli pada Zea dan tetap mempertahankan lingkungan sekitar selama perjalanan ke rumah Adnan, Zea tidak menyalakan itu, karena ini baru bagi Veronica, melihat Veronica yang senang Zea menjadi tersenyum melihat itu. Mungkin karena melihat saudara nya senang Zea jadi ikut senang. Begitupun dengan Paman Adnan dan Bibi Maggie.


Mereka sangat senang melihat Zea datang bersama dengan kakak Zea, Veronica. Akhirnya Zea dapat memperkenalkan satu persatu kakak tiri Zea,yah walaupun dia belum sempat memperkenalkan Luis dan Lucas pada mereka. Tapi Zea tidak apa-apa, Zea bisa memperkenalkan mereka lain kali jika Zea pergi ke dunia manusia lagi.


Maggie malah langsung akrab dengan Veronica, mungkin karena memiliki pemikiran yang hampir mirip dan Maggie juga pintar dalam mencairkan suasana,jadi dekat dengan Veronica. Veronica memang canggung dan tidak enak hati saat bertemu dengan mereka,tapi lama kelamaan mereka jadi dekat. Sekarang mereka semua sedang berada di ruang tengah dengan Maggie dan Gabriel.


Adnan sudah pamit pergi ke kantor karena ini hampir menjelang siang, Zea dan Veronica juga sudah makan dan berbincang- bincang dengan Adnan dan Maggie serta Gabriel. Rencananya Maggie ingin mengajak anak-anak ke mall sekaligus ingin membelikan sesuatu untuk Veronica khususnya,tapi juga membelikan untuk Zea dan Gabriel.


Mereka pergi menggunakan mobil pribadi milik Maggie yang bewarna merah, Maggie batu saja membeli nya belum lama ini,jadi sekaligus dia ingin mencobanya. Mereka pergi ke salah satu mall terbesar sekaligus termewah di kota, memang mewah dan besar. Jadi barang-barang di dalam mall tersebut terkenal branded dan mewah, tidak heran jika yang belanja di situ adalah orang-orang elite.


Saat tiba di dalam mall, mata mereka langsung tertuju pada Maggie dan yang lain. Mereka langsung mengenali Maggie dan Gabriel,kecuali Zea dan Veronica, mereka tidak mengenalinya. Tapi mereka berdua juga menjadi pusat perhatian karena kecantikannya. Mereka berdua langsung menuju ke toko aksesoris.


Sehingga banyak sekali remaja-remaja di sana menoleh pada mereka bertiga, Zea, Gabriel,dan Veronica.Mereka semua dilirik oleh pengunjung disana, karena ketampanannya dan kecantikannya. Bahkan ada yang tampak iri dengan mereka bertiga, itu tidak masalah bagi Zea,dia tidak mengindahkan mereka.


Zea tetap fokus untuk melihat- lihat beberapa aksesoris gelang di sana. Dan saat itu Zea bersama dengan Gabriel,dia juga tertarik pada gelang- gelang yang terjejer di etalase toko, sedangkan Maggie dan Veronica, mereka sedang di aksesoris kalung. Mungkin mereka tertarik pada aksesoris kalung.


Zea tidak terlalu memperhatikan,dia tetap fokus pada aksesoris gelang,mata Zea tertuju pada sebuah gelang bewarna hitam, dengan model gelang tali yang terdapat bandul lonceng, Zea lumayan tertarik pada gelang itu. Karena modelnya yang simpel dan biasa tapi menunjukkan kesan tomboi, maklum Zea itu tomboi.


"Kau mau gelang itu Zea?"tanya Gabriel dari belakang bahu Zea, membuat kepala Zea dan Gabriel lebih dekat dan karena ini membuat Zea kaget.


"Gabriel!!!Kau mengagetkanku..."kata Zea kaget,dia pun menjauh dari Gabriel sembari memegang dadanya yang kaget,untung saja gelang miliknya tetap menunjukkan Zea masih aman.


"Aku-aku tidak bermaksud seperti itu,aku hanya bertanya padamu... Karena sepertinya kau menginginkannya" kata Gabriel panik,dia juga takut dengan ekspresi Zea.


"Iya,aku mengerti... Untuk gelangnya-..Aku memang menginginkannya.."kata Zea malu,dia memang menginginkan gelang itu.


"Oh..Kalau begitu,aku akan membelinya untukmu"kata Gabriel yang juga malu mengatakannya.


"Apa?Tidak perlu Gabriel..."kata Zea yang merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa,aku akan membelikannya untukmu"kata Gabriel dan akhirnya Zea pun dibelikan gelang oleh Gabriel, dalam hati Zea,Zea sangat senang dengan pemberian ini. Sepertinya gelang ini adalah merek branded, karena bahannya yang bagus dan terlihat elegan walaupun modelnya biasa saja.


Sedangkan Veronica dibelikan sebuah kalung liontin yang lumayan bagus dan sangat cocok untuk Veronica, tidak lupa juga Maggie membelikan aksesoris yang lain kepada Zea dan Gabriel. Untuk Veronica, Maggie memberikan sebuah kalung liontin dadi perak titanium yang asli.


Liontin nya berupa bentuk bunga mawar dengan berlian bewarna merah di tengahnya, terlihat indah nan mahal. Sedangkan Zea diberikannya sebuah kalung berbentuk bulan sabit,bagus dan simpel, dihiasi oleh beberapa berlian kecil di bulan sabit itu. Gabriel diberikannya sebuah jam tangan mewah bewarna hitam dan terlihat mewah.