
Anthony akhir-akhir ini memang sering bolak-balik ke Kerajaan Iremia, entah apa yang ia kerjakan disana. Eden pun harus menggantikan tugas-tugas milik Anthony yang dibantu oleh Luis dan Lucas.
Sejak Zea pindah ke Istana Kerajaan Echthra entah mengapa Zea malah sulit bertemu Anthony. Tapi mau bagaimana lagi, Anthony adalah raja di dunia ini jadi pasti banyak pekerjaan.
Anthony memang sedang banyak pekerjaan dan masalah. Yang pertama Ia harus menemukan penyusup dari Kerajaan Thanatos, untungnya Eden membantu Anthony dalam hal ini. Lalu Ia harus bolak balik ke Kerajaan Iremia, pasalnya tentang Zea , Eryk Raja Kerajaan Thanatos sudah memberitahu Raja Kerajaan Iremia yang bernama Victor.
Karena masalah Zea itu merupakan peraturan di negri ini, maka dari itu ini masalah semua kerajaan jadi kenapa Anthony bolak-balik ke Kerajaan Iremia karena masalah itu. Anthony sedang meminta Raja Victor untuk meringankan hukuman bagi Zea, toh bagaimana mungkin seorang ayah membiarkan anaknya dilenyapkan karena peraturan.
Pasti Anthony tidak mau, jadi dia berusaha untuk menyelamatkan Zea bagaimana pun caranya. Raja Kerajaan Iremia itu sangat adil, baik, dan belas kasihan. Jadi jika Anthony membicarakannya dengan Raja Kerajaan Iremia mungkin bisa dikendurkan.
Walaupun masalah ini akan direnungkan dengan Raja Kerajaan Thanatos. Mereka mengadakan rapat seperti ini di Mazevo, Mazevo adalah tempat bertemunya para petinggi kerajaan. Tempat ini berupa gedung besar yang bewarna putih disertai emas dan ada tiga warna kerajaan dan logo kerajaan.
Lambang Kerajaan Echthra adalah naga bewarna ungu dan lambang kerajaan Thanatos harimau bewarna merah, serta lambang Kerajaan Iremia seekor ikan bewarna biru. Semua lambang itu disatukan dan menjadi satu ditempatkan di atas gedung itu.
Jadi semua raja memutuskan untuk membicarakan ini di gedung Mazevo. Mereka akan membicarakan masalah Zea disana, Anthony hanya bisa berharap pada Raja Kerajaan Iremia, karena jika mengharapkan Raja Kerajaan Thanatos pasti tidak bisa.
Semua orang tahu bahwa mereka berdua bermusuhan. Dan dihari mereka membicarakan itu akan diadakan besok, untuk masalah kerajaan selanjutnya Anthony menyerahkannya ke Eden, Luis, dan Lucas.
Anthony hanya akan memikirkan Zea saja, Zea adalah anaknya. Anak yang sudah lama tidak bertemu, maka jika peraturannya harus membunuhnya, Anthony tidak akan pernah membiarkan itu terjadi.
Setelah pembicaraan itu Anthony pulang dengan wajah yang lesu dan cemas, Ia cemas akan keputusan besok.Anthony sangat mencemaskannya lebih dari itu, Zea yang melihat ayahnya pulang dengan keadaan itu juga mengkhawatirkan itu.
Saat akan menemui ayahnya di kamar, Zea mendengar yang seharusnya Zea tidak boleh mendengarnya. Ada Anthony dan Ratu Charlotte disana sedang membicarakan itu, Zea pun tanpa sengaja mendengar percakapan itu di depan pintu. Untung saja disana tidak ada pengawal.
"Apa yang akan kau lakukan, Anthony?" kata Charlotte memastikan dan menatap Anthony tajam. Anthony yang sedang cemas dan berjalan mondar-mandir itu mendengar pernyataan itu langsung berhenti dan balik menatap Charlotte.
"Aku... Aku tidak tahu, Charlotte. Aku akan berusaha agar Zea tidak dilenyapkan, kalau maupun aku akan memohon sambil berlutut pada Raja Victor ataupun aku akan sedia berlutut pada Eryk" kata Anthony dengan nada yang takut dan khawatir.
Saat mendengar ini jantung Zea berdegup, Zea seakan-akan membeku disitu, Zea mematung tak bisa percaya apa yang dikatakan Anthony dan Charlotte.
"Anthony!!!" kata Charlotte berteriak. "Kau gila, ya? Kau adalah Raja Kerajaan Echthra yang mashur dan tinggi derajatnya. Apa kau akan melakukan itu karena anak campuran itu?" kata Charlotte marah sekaligus berdiri.
"Yeah, Aku akan melakukan apapun demi Zea, bahkan aku tidak segan-segan memberikan kekuasaan dan kekayaanku kepadanya" kata Anthony yang mendelik pada Charlotte.
Dia langsung menutup pintu dan menguncinya, lalu Zea sendiri ambruk dan menangis terisak-isak. Zea berpikir kedatangan Zea kesini itu menyebabkan masalah, seharusnya Zea tidak datang ke dunia ini.
Zea menangis berjam-jam di kamarnya, Sampai-sampai menghawatirkan Anthony. Anthony yang ingin masuk pun tidak boleh, alasannya Zea tidak mau keluar. Para pelayan yang ingin memberikan Zea makan pun tidak di izinkan masuk. Malahan Zea meneriaki pelayan itu.
Anthony pun merasa Zea hari ini sangat aneh, oleh karena itu Anthony bertemu dengan Luis, Lucas, dan Veronica untuk berbicara tentang Zea.Jadi sekarang mereka ada di kamar si kembar yang kamarnya lebih luas karena tidur bersama tapi beda ranjang.
"Ayah ingin menanyai kalian sesuatu. Apa yang telah kalian perbuat pada Zea?" tanya Anthony tajam.
"Tidak ada,kami tidak melakukan apa pun" kata Luis membela diri.
"Yeah, Kami hanya mengajaknya ke tempat pembuatan pedang dan kami hanya, mengajaknya ke tempat baju. Ohh, iya, kami juga ke tempat barbershop. Itu disuruh Veronica"tambah Lucas.
"Memangnya kenapa Zea, yah?" kata Veronica dengan tatapan menyeramkan untuk Luis dan Lucas.
"Karena Zea tidak mau keluar kamar. Ayah sudah menyuruhnya untuk keluar, tapi dia tidak mau. Ayah pikir kalian berbuat sesuatu dengan Zea" kata Anthony menjelaskan.
"Tadi saat Zea bersama kami dia baik-baik saja. Malah Zea senang pergi bersama kami, Oh... atau mungkin ini pasti karena Veronica, iya kan?" kata Luis sambil menunjuk Veronica.
"Apa? Kenapa aku?Memangnya aku berbuat apa tadi?" kata Veronica dengan nada yang tinggi dan kaget.
"Tentu saja kau.Bukankah kau membenci Zea,kau per-.." kata Lucas yang berhenti bicara karena Veronica mebekam mulut Lucas.
"Hei, Aku hanya tidak suka saja.Aku tidak pernah melakukan sesuatu padanya" kata Veronica yang mendelik pada si kembar dan kemudian melepas bekamannya yang membuat Lucas tergagap-gagap nafasnya.
"Veronica, apa maksudmu? Kau membenci Zea, kenapa?" kata Anthony kaget bercampur curiga.
"Bukan itu.. Maksudku.. Aku hanya tidak suka,hanya itu. Aku tidak akan berbuat sesuatu padanya. Percayalah padaku,Ayah" kata Veronica sambil membela diri.
"Tapi kenapa.. " ucapan Anthony berhenti ketika Anthony suara pintu kamar yang terbuka, ada yang membuka pintu kamar Si Kembar dan dia adalah Zea.
"Mereka tidak berbuat apa pun denganku" kata Zea sembari masuk ke dalam kamar.