
Semua keluarga kerajaan sedang berada di ruang makan seraya berkumpul untuk membahas tentang Zea, kecuali Ratu Charlotte, dia pergi karena ada urusan sebentar. Jadi Ratu Charlotte yang ditemani oleh salah satu penjaga Ratu Charlotte, dia seorang wanita yang memiliki tatapan setajam mata elang.
Sangat menakutkan, tapi dia setia mengabdi pada Ratu Charlotte. Mereka pergi keluar Istana kerajaan, setelah sarapan itu Anthony dan ke empat anaknya berbincang-bincang. Tentu mereka berbincang tentang Zea, tentang kronologi saat Zea hilang, saat mereka hilang kontak dengan Zea.
Eden menjelaskan apa yang dia ketahui, saat terakhir dia bertemu dengan Zea dan saat Eden merasakan sebuah sihir hitam yang amat kuat dan tepat saat itu Zea ditemukan. Ini susah, karena Zea tetap bungkam, harusnya mereka akan jauh lebih mudah untuk mencari penculik itu jika Zea bisa mengatakan tempat dia diculik dan ciri-ciri penculik itu.
Andai saja Zea dapat mengatakan itu, dapat dengan mudah Anthony dan Eden menangkap penculik itu.Rencana nya Si Kembar akan mencari informasi-informasi tentang penculik, tapi mereka tidak punya informasi, mereka butuh sekali informasi, walaupun itu sedikit saja. Tapi tidak bisa karena tidak adanya informasi.
"Hei.. Apakah serangan dari naga itu untuk mengalihkan perhatian kita dari Zea?" tanya Veronica tiba-tiba, seketika mereka semua menoleh pada Veronica dengan tatapan yang setuju dan disaat bersamaan bingung.Mereka juga tidak percaya bagaimana mungkin karena untuk mengalihkan perhatian mereka, penculik itu sampai melepaskan sebuah Naga Purba yang kuat.
"Tunggu.. Ini mungkin saja, tapi.. Jika ini benar-... Bukankah kita tidak boleh menganggap remeh orang itu..Maksudku penculik itu, kan?" kata Luis yang panik dan kaget, dia juga tidak percaya dengan perkataan Veronica.
"Tapi ini masuk akal kan, saat itu Zea sendiri atau karena memang waktu itu saat yang tepat untuk menculik Zea... Tapi mana mungkin Naga Purba itu terlepas dengan sendirinya, jika ada orang yang melepaskan nya" kata Lucas yang setuju dengan perkataan Veronica.
"Dan juga bagaimana mungkin penculik itu tahu jika Zea ada di dunia manusia. Apakah ada penyusup di Kerajaan?" kata Veronica, dia menoleh pada Eden yang sedang melamun dan memikirkan suatu hal.
"Aku sudah mencurigai seseorang, tapi menurutku itu tidak ada hubungannya. Aku rasa penculik itu mengawasi Zea sudah dari lama" kata Eden yang berpikir keras.
Mereka semua jadi berpikir keras dengan perkataan Eden. Jika ini benar, memang penculik itu bukanlah penculik sembarangan. Mereka semua tidak bisa menganggap remeh mereka semua.Anthony bahkan sudah tidak habis pikir, apa yang terjadi pada Putri kecilnya itu.
"Baiklah anak-anak, untuk hari ini kita sudahi saja. Untuk saat ini kalian semua tetap tenang dan jangan melakukan apa pun, untuk selanjutnya Ayah akan mengatakan pada kalian nanti. Eden.. Kau ikut Ayah!" kata Anthony sembari berdiri, dia menoleh pada Eden dan Eden mengangguk setuju lalu mengikuti Anthony.
Setelah Anthony dan Eden pergi, Si Kembar langsung heboh, Veronica hanya bisa diam saja. melihat kelakuan mereka.
"Hei bagaimana ini? Jika yang menculik Zea orang yang sangat kuat, habis lah kita" kata Luis dengan nada yang takut.
"Iya, habis lah kita.. Kita yang akan mencari informasi penculik itu.. Oh, jika kita bertemu dengan nya.. Wah.. Aku tidak bisa membayangkan nya"tambah Lucas yang sama takutnya dengan Luis.
"Hei!!! Kalian jangan seperti itu! Kalian membuat takut semua orang tahu.. Hah.. Aku malah tidak habis pikir dengan kalian, aku merindukan ibu. Aku akan menyusul nya saja, daripada aku bersama dengan kalian" kata Veronica dengan nada merendahkan, dia pun bangkit dari kursinya dan pergi.
Luis dan Lucas mendelik pada Veronica yang pergi meninggalkan mereka sembari mengatai nya. Jadi Si Kembar pergi ke kamar Zea, mereka yang juga ingin memastikan Zea baik-baik saja atau tidak, dia sudah makan atau belum, karena mereka tidak melihat Zea keluar dari kamar nya.
Dan tentu saja, Zea memang masih di kamar, tapi dia tidak berbaring di kasur nya. Zea sedang duduk di sofa dekat jendela, sehingga kepala Zea di letakkan ke jendela dengan wajah yang lesu. Si Kembar mengetuk pintu kamar Zea agar Zea tahu ada orang yang masuk.
Zea pun menoleh pada suara itu dengan pelan, Si Kembar lalu tersenyum pada Zea dan menghampiri Zea. Zea langsung tersenyum tipis saat Si Kembar menghampiri nya.
"Sudah, sudah lebih baik" kata Zea yang menoleh pada mereka,Lucas mengambil kursi di dekat meja rias sedangkan Luis duduk di sebelah Zea.
"Kau lumayan kurusan Ze, sudah makan belum?"tanya Luis yang lumayan khawatir.
"Aku sudah makan, hanya sedikit" kata Zea yang suaranya masih lemah dan serak.
"Baguslah.Eumm.. Zea, kau tidak bosan di kamar terus?" tanya Lucas ragu.
"Iya Ze, mau jalan-jalan ke taman istana. Kami akan menemanimu, daripada kau disini sendiri, bukankah pengap rasanya"tambah Luis. Zea mulanya berpikir cukup lama tapi kemudian dia mengangguk setuju, lagi pula memang pengap rasanya di kamar terus.
Jadi setelah itu Zea dan Si Kembar pergi ke taman istana, Zea masih memakai pakaiannya di dunia manusia. Tidak apa, lagi pula Zea hanya jalan-jalan ke taman istana. Wajah Zea masih penuh luka yang mengering, cepat sekali mengering, mungkin karena ramuannya.
"Jauh lebih baik kan Zea, daripada di kamar terus, kau tidak bisa menikmati udara yang sejuk ini" kata Luis yang mencoba untuk menghibur dan membuat tenang Zea.
"Iya, jauh lebih baik"kata Zea singkat, dia juga tersenyum tipis, sayang nya Zea tidak bisa tersenyum lebar, karena bibir nya yang sedikit robek ulah penyihir itu, Zea bahkan akan bergidik ngeri mengingatnya.
"Aku tahu ini akan membuatmu mengingat hal itu, tapi Zea apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Lucas, sepertinya dia ingin mengatakannya dari tadi. Zea refleks langsung diam, menunduk dan tidak tahu ingin bicara apa.
Di satu sisi dia ingin mengatakan semuanya, tapi di sisi lain dia takut akan ancaman dari penyihir, Hecate. Ancaman akan menyakiti keluarga nya disini ataupun di dunia manusia. Zea hanya termenung saja, ini membuat Si Kembar saling menoleh satu sama lain. Mereka menepuk bahu Zea untuk memenangkan.
"Tidak apa Ze, maaf aku bertanya ini.. " Lucas.
"Tidak, tidak apa" kata Zea yang menyela perkataan Lucas."Aku tidak tahu pasti, tapi aku dibuat pingsan.. Aku bangun di tempat yang sangat asing, aku melihat penculik itu... aku tidak tahu siapa dia.. Dan.. dan aku.. Maaf, aku tidak mengingatnya lagi"kata Zea bohong.
Luis dan Lucas hanya saling pandang, mereka tidak menyangka Zea akan mengatakan nya, mereka lali menepuk-nepuk baju Zea, sedangkan Zea hanya diak menunduk, dia memegang kepala nya yang sakit.Zea ingin mengatakan semua nya, tapi tidak bisa, Zea takut penyihir itu tahu, dia bisa saja mengawasi Zea.
•
•
•
'Halo semuanya😉👋, liburan sudah hampir selesai, jadi aku juga sudah mulai kembali menulis lagi. Semoga kalian semua sehat dan baik ya, agar bisa baca novel Author, selalu jaga kesehatan dan patuhi protokol kesehatan. Sampai jumpa semuanya.. Jangan lupa Like❤, vote😍, komen😁, dan dukung Author 🥰😅... Tatata.... '