Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Awal Bertemu(Prolog)



Di suatu hari terdapat taman kota yang sangat sepi, karena itu malam hari. Akan tetapi kesunyian itu segera berakhir karena datangnya sebuah retakan, seperti retakan dimensi dan berbentuk portal. Tidak lama kemudian muncul sesosok pria yang tampan, wajahnya serta baju yang ia kenakan seperti kerajaan eropa. Dia memiliki kulit yang putih dan mata yang bewarna ungu dan rambut cokelat kemerahan, serta kaki yang panjang.


Saat sudah sepenuhnya keluar dari portal, portal pun langsung hilang. Pria itu mengawasi tempat itu dan memastikan tidak ada orang yang melihatnya keluar dari portal. Sesaat kemudian, pria itu mengeluarkan sekantong debu ungu dan menaburkan nya ke langit. Seketika baju pria itu berubah menjadi lebih modern.


Setelah itu dia berjalan menuju ke tempat yang sepi dan mengeluarkan sebuah permata dengan hiasan emas dan batu permata Ungu dengan logo naga yang agung. Keluarlah cahaya dan di cahaya itu ada seorang pria tua yang berambut dan berjanggut putih serta matanya bewarna ungu.


"Ayahanda, aku sudah sampai" kata pria tampan itu. selagi berbicara dengan ayahnya.


"Bagus, jika kau sudah sampai Anthony lakukan tugasmu dengan benar. Jika tugas ini sudah selesai kau bisa diangkat menjadi Raja kerajaan Echtra"


"Baik Ayahanda, aku akan melakukannya dengan baik".Setelah itu Anthony berdiri dan langsung pergi dari tempat itu dengan seringai yang menakutkan dan mempesona bagi wanita.


•••••••••••••


Siang itu pagi yang indah dan dimana matahari tampak menyinari suatu rumah yang kecil si hiruk piruk perkotaan. Seorang wanita cantik berjalan menyusuri kota untuk bekerja, dia memiliki wajah yang ramah dan cantik memiliki rambut hitam berponi yang membuatnya terlihat manis dengan rambut panjangnya di gerai.Namanya adalah Ella.


Saat itu ia sedang asyik menyusuri jalan sambil menyapa orang-orang, Tiba-tiba saja ia tidak sengaja menabrak seorang pria tampan dengan mata bewarna ungu itu. Seketika ia terpesona, tapi cepat-cepat ia sadar dan meminta maaf padanya.


" Maafkan saya, apakah anda tidak apa-apa? "


tanya Ella.


Pria itu hanya membereskan bajunya, menatap wanita yang ada di depannya dan langsung pergi tanpa menjawab, bersikap dingin.


"Ha? Aku minta maaf kenapa dia hanya diam saja.Dia tidak menjawab ku seperti itu,atau dia bule ya? Jadi mungkin tidak paham aku bicara apa. Tidak apa-apa,mungkin dia memang tidak mengerti."Kata Ella berusaha berpikir positif.


Cepat-cepat Ella pergi menuju Kantornya.Saat Ella mulai pergi pria itu atau Anthony menatap punggung Ella sesaat dan setelah itu di pergi.


Sesampainya di kantor Ella pergi ke ruang kerjanya dan sambil menyapa orang-orang. Sampai di ruang kerjanya,Ella mulai mengerjakan pekerjaanya dan sesaat kemudian masuklah seorang tekan kerjanya. Dia laki-laki yang lumayan tampan, memakai jas kantoran, berkacamata, tinggi,dia terlihat orang yang pintar.


" Hai la, sudah sampai di kantor, tumben kamu datangnya siang"kata laki-laki itu seraya membawa dua cangkir kopi untuk Ella.


"Ohh Adnan, iya memang aku datangnya mungkin telat. Soalnya tadi ada masalah di jalan.Eh! Ini kopi buat aku kan nan? "kata Ella saat melihat kopi di tangan Adnan.


" Bukan, buat pacar aku nanti."Adnan


"Ihh, bercanda saja kamu. Bukannya kamu masih jomblo ya. Tidak punya pacar?" Ella.


"Hahaha... tahu saja kamu. Iya, ini buat kamu, ini! " kata Adnan sambil menyodorkan kopinya pada Ella.


"Iyalah.Makasih ya Adnan kopinya"kata Ella sambil mengambil kopinya dari Adnan.


" La, sudah dulu ya. Aku ada kerjaan sama bos, aku pergi ya"Adnan sambil melihat jam dan bergegas pergi.


"Eh iya,ok, makasih ya kopinya" Ella.


"Iya sama-sama, aku duluan sampai jumpa di meeting".Kata Adnan seraya pergi keluar dari ruang kerjanya.




Disaat waktu yang bersamaan, Anthony sedang berada di suatu gedung terbengkalai dan dia mulai melakukan sesuatu yaitu membaca mantra aneh dan saat ia hendak mengambil sesuatu disakunya tiba-tiba suatu pedang yang cukup besar ada ditangannya bersamaan dengan cahaya ungu seakan pedang tersebut langsung ada ditangannya.


Di mengarahkan pedangnya pada tanah dan seketika itu muncul suatu tanda sihir ditanah dan Anthony lansung masuk ke tanah dan muncul ditempat yang sama lagi,dia seperti melakukan teleportasi tetapi dunia ini seperti dunia antar dimensi dimana ia tempat itu banyak suatu energi sihir di mana-mana.


Dia kelihatan sangat ahli memainkan pedang, karena belum lama Anthony bertarung dia sudah menang. Tiba-tiba datang sebuah monster raksasa dimana itu pohon yang sangat besar, tingginya seperti rumah dia lantai. Monster itu langsung menyerang Anthony, Anthony pun langsung balik menyerang monster itu.


Pertarungan yang sengit pun terjadi tetapi Anthony dapat membunuhnya. Setelah terbunuh monster itu melebur menjadi cahaya dan keluar seperti bola cahaya bewarna hijau, Anthony pun senang dengan apa yang ia lakukan.


"Fuh, satu elemen sihir sudah selesai tanggal beberapa lagi" Kata Anthony yang hendak mengambil bola cahaya itu.


Di sisi lain, Ella sedang bekerja didepan komputernya dan seketika dia menguap dan meregangkan otot-otot nya.


"Wah... pekerjaan sudah selesai. Aku senang sekali bisa pulang lebih awal hari ini" kata Ella dengan senyumannya yang manis dan cantik.


CKLEK


"Hai el,kau sedang apa? "Kata Adnan sembari masuk menghampiri Ella.


"Ohh, Adnan. Aku baru saja menyelesaikan pekerjaanku, hari ini kau senang sekali karena bisa pulang cepat "Ella.


" Kamu serius kita boleh pulang. Hei, makanya aku datang ke sini karena bos menyuruh kita untuk ke Ruangannya "kata Adnan sambil melipat kedua tangannya di dada.


" Kenapa? Apa ada masalah?Padahal hari ini aku ingin pulang cepat"kata Ella muram.


"Tidak ada, aku juga tidak tahu. Intinya kita harus ke sana sekarang juga"jawab Adnan.


"Hmm.... ya sudah, ayo kita kesana! Lebih cepat lebih baik kan"Kata Ella sembari berdiri.


" Ya, ayo kalau begitu"Kata Adnan yang juga bergegas untuk keluar.


Mereka berdua menuju ke ruangan milik bos mereka dan sesaat mereka sampai mereka mengetuk pintu dan mulai masuk ruangan. Disana terdapat bos mereka sedang menunggu Ella dan Adnan.


"Halo,selamat sore bos" kata mereka serentak.


"Ohh kalian sudah datang ayo duduk sini! " kata bos mereka yang langsung berdiri.


Ella dan Adnan langsung duduk di depan kursi bos mereka dan mulai menatap muka bosnya yang serius.


"Ada apa ya,bos memanggil kami berdua? " tanya Adnan pada bosnya.


"Itu.. aku punya tugas pada kalian berdua. Kalian aku tugaskan untuk menjemput orang yang akan menjadi wakil direktur disini" kata bosnya.


"Ohh.. orang yang menggantikan wakil direktur Joko ya bos? " kata Ella.


"Ya, benar. Dia adalah orang asing dan wajahnya mirip seperti orang Eropa, jadi kalian akan menemukannya dengan cepat karena dia memiliki mata yang bewarna ungu" kata bosnya dan seketika Ella mengingat orang yang ditabrak nya saat itu, orang itu juga memiliki mata bewarna yang mencolok yaitu ungu.


Cepat-cepat Adnan menambahkan pertanyaannya "Bos, berarti dia tinggi ya orangnya.Berati kita harus menjemputnya sekarang Bos?" Adnan.


"Iya, betul sekali. Dan ini alamat kalian untuk menjemputnya, serta kalian antarkan dia ke hotel ini mengerti!" kata bosnya sambil menyodorkan secarik kertas.


Adnan langsung mengambilnya dan melihat apa isi kertas tersebut, sesaat dia mengangguk-angguk yang menandakan dia paham.


"Baik Bos, kami akan melaksanakannya. Terima kasih Bos, Ayo Ella!" Ajak Adnan kepada Ella yang melamun.


"Ehh iya, ayo nan! Terimakasih bos".Kata Ella serta ikut berdiri dari kursinya bersama dengan Adnan pergi dari ruangannya.