
Malam harinya Zea serta Eden pergi ke sekolah Gabriel dibantu dengan Gabriel. Mereka semua pergi tanpa memberitahu Adnan dan Maggie, bisa dibilang mereka tidak berpamitan dengan mereka. Jika kedua orang tua Gabriel tahu hal ini, ini bisa menjadi hal yang mengerikan bagi mereka, sebisa mungkin mereka tidak boleh tahu rencana mereka disekolah.
Mereka pergi tepat jam 11 malam, jam dimana semua orang tidur. Mereka semua menggunakan pakai yang serba hitam seperti jaket hitam dan masker hitam, agar mereka tidak ketahuan. Zea tahu hal ini tidak boleh dilakukan, tapi ini adalah misi baginya jadi mau tidak mau harus ia lakukan.
Zea menggunakan jaket hitam dan Eden juga menggunakan jaket yang sama, Gabriel juga tapi dia menggunakan lengan yang pendek, mereka semua menggunakan masker dan topi sehingga tidak ada yang bisa melihat mereka.
Mereka pergi dengan memakai taxi online, taxi yang banyak digunakan akhir-akhir ini.
Mereka berhenti tidak jauh dari gerbang sekolah,agar tidak diketahui oleh satpam yang menjaga di pintu gerbang. Rencananya mereka akan masuk melalui pagar sekolah,Eden sangat lah tinggi jadi dia dapat masuk melewati itu, Zea dan Gabriel juga dibantu oleh Eden untuk melewati pagar itu. Rencana pertama mereka berhasil, satpam di pintu gerbang tidak melihat mereka.
Mereka berjalan perlahan dengan Eden yang yang pertama, lalu mereka melihat sekeliling untuk mengetahui apakah ada satpam lagi di pintu samping sekolah. Menurut Gabriel pintu itu jarang sekali dijaga oleh satpam dan penjaga sekolah jadi mungkin akan aman jika lewat pintu itu.
Dan pintu itu aman, tidak ada tanda-tanda penjaga disana, kesempatan bagus untuk mereka masuk ke sekolah.Sekarang mereka sudah masuk ke sekolah, mereka yang berada disalah satu ruangan yang seperti nya ruang tamu. Eden mulai mengeluarkan alat pelacak itu, sinyal nya pun sudah makin kuat, mereka tinggal mengikuti alat itu saja.
Dengan perlahan mereka mengikuti alat itu dengan hati-hati dan pelan sembari melihat sekeliling, takut jika tiba-tiba saja satpam itu muncul didepan mereka. Sinyal alat itu makin kuat ketika mereka akan tiba di lapangan sekolah,Eden dan Zea yakin pasti disitu lah energi sihir berada.Dengan cepat mereka pergi ke sana dan ketika ada sebuah sorotan senter yang mengarah dari samping.
Dengan sigap Eden menghentikan Zea dan Gabriel dan menyeret mereka ke gudang sekolah yang tepat berada di depan mereka. Gudang itu berisi beberapa bangku dan kursi yang tua dengan beberapa debu yang menempel dan beberapa alat olahraga yang rusak. Mereka bersembunyi di sana dengan memencar ke beberapa sudut ruangan.
Eden bersembunyi di belakang pintu untuk melihat satpam itu, sedangkan Zea dibawah meja dan Gabriel berada di balik tumpukan sebuah kardus. Langkah penjaga makin lama makin jelas, langkah penjaga itu menuju ke gudang yang mereka tempati. Dengan gemetar Zea mencoba untuk tenang, Gabriel pun seperti nya juga panik, kecuali Eden yang masih saja tetap tenang.
Yaitu dengan melemparkan beberapa bola ke sudut ruangan yang lain, tapi penjaga iyu hanya menoleh dan acuh dia tetap fokus pada meja Zea, tapi tidak lama kemudian terdengar suara seperti cicitan tikus, cicitan tikus itu bukan tikus betulan, itu adalah suara dari ponsel Gabriel.Karena itu penjaga sekolah berpikir karena itu suara tikus, jadi penjaga itu menjauhi meja Zea dan pergi dari gudang itu segera.
Setelah memastikan penjaga itu benar-benar pergi, kemudian Zea menghela nafas nya dengan keras, dia sangat takut kalau ketahuan, untungnya Gabriel bisa memikirkan ide itu. Mereka semua pun keluar dari persembunyian masing-masing, dan berkumpul terlebih dahulu.
"Untung saja kita tidak ketahuan, terimakasih Gabriel" kata Zea yang berkeringat, mungkin karena kejadian tadi Zea seperti itu.
"Iya, sebaiknya kita cepat-cepat pergi. Jika makin malam penjaga disini akan lebih banyak" kata Gabriel, dan seketika itu mereka semua berjalan menuju lapangan sekolah. Di situ udaranya sangat dingin sekali dan lumayan seram juga. Alat milik Eden pun bersinyal keras, sepertinya memang itu lah tempat nya.
Kemudian Zea dan Gabriel mundur beberapa langkah dari Eden supaya Eden dapat melakukan teleportasi ke dimensi lain. Mumpung penjaga tidak ada disana Eden segera melakukan sihir nya untuk membuka pintu dimensi antar waktu dengan sekejap muncul sebuah simbol sihir di lapangan tersebut dan sesaat kemudian pintu ruang antar dimensi telah terbuka.
Saat Eden akan masuk tiba-tiba saja, ada suara langkah kaki penjaga, ini membuat semua mereka bertiga panik, karena tidak mau ketahuan,Zea menyeret Gabriel agar ikut masuk ke situ. Ini adalah sikap yang salah bagi Zea, dengan kejadian ini mungkin dapat Gabriel akan terluka. Dan pintu itu pun kemudian tertutup rapat sehingga tidak ada yang tahu kalau ada seseorang disini tadi.
Sedangkan mereka terjatuh ke dalam lubang raksasa yang besar,setelah makin lama makin terjatuh mereka tiba di sebuah tempat yang sejuk dan dingin, tempat ini dipenuhi tanaman yang bewarna biru muda, penuh dengan air terjun dan air yang mengalir di sepanjang tempa,sepertinya inilah dunia dimana monster berelemen air tinggal.
Tapi disini hanya ada keheningan, tidak ada tanda-tanda monster disini.Gabriel masih kaget dengan kejadian ini, dia masih bengong mematung. Eden juga kaget karena Zea membawa Gabriel ikut bersamanya, bagaimana jika terjadi hal-hal yang tidak mereka inginkan.
Eden pun menatap Zea tajam, sepertinya dia tidak habis pikir dengan apa yang Zea lakukan. Zea refleks langsung memegang tangan Gabriel dan menyeret nya untuk masuk ke dalam lubang itu, alhasil Gabriel jadi terseret masalah Zea dan Eden.