Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Terlalu Sibuk



Zea dan yang lain berada diruang makan keluarga kerajaan, mereka makan bersama. Semua orang ada di situ, untunglah Anthony masih sempat makan siang, biasanya itu dia hanya dapat makan bersama keluarganya itu kalau sarapan saja, Anthony adalah seorang raja, pantas saja dia sibuk.


"Bagaimana latihanmu Zea?"tanya Anthony, sembari makan steak.


"Baik, aku menyukainya" kata Zea,dia juga sedang makan daging steak, karena menu hari ini adalah steak.


"Bagus.Oh iya, aku punya berita untuk kalian semua, besok aku akan pergi jauh. Jadi, mungkin aku tidak akan pulang selama beberapa hari" kata Anthony.


"Kira-kira berapa jauh, sayang?" tanya Ratu Charlotte, dia penasaran.


"Satu minggu mungkin, kau jaga anak-anak, ya!" kata Anthony, dia sekarang sudah selesai makan.


"Iya, pasti. Aku akan membantumu bersiap-siap"kata Charlotte, dia memegang lengan Anthony.


Sebenarnya Zea sedikit tidak suka dengan ini, dia pasti akan bosan ditinggal Anthony pergi. Zea merasa jika Anthony berada di dunia ini, dia tidak pernah menghabiskan waktu bersama karena Anthony sibuk, jika di dunia manusia Zea dapat menghabiskan waktu bersama, lagi pula jika di sini Zea juga bosan, kan.


Zea merasa tidak mood hari ini, padahal tadi pagi Zea biasa-biasa saja. Ataukah mungkin karena mendengar Anthony akan pergi jadinya Zea sedih. Zea tidak ada teman yang bisa diajak bicara di sini, tentu ada Si Kembar, mereka kadang-kadang bermain dengan Zea, tapi namanya saja mereka pangeran, pasti sibuk juga.


Kalau Eden biasa mengajari para prajurit bertarung, dia biasanya bersama dengan Billy. Dan Si Kembar biasanya mengurus urusan lain, Zea tidak tahu apa itu. Kalau Veronica, dia bersama Ratu Charlotte, mereka sering menghabiskan waktu bersama. Zea hanya sendiri, tapi mungkin memang ada Karla yang menemani Zea, tetapi namanya juga pelayan, pasti Karla ada beberapa pekerjaan juga.


Saat di kamar Zea banyak menghabiskan waktu membaca buku dan mempelajari bahasa asing. Kalian tahu, kalau si dunia ini kita harus tahu bahasa asing,terutama bahasa Inggris. Jika ada tugas dibelahan bumi lainnya, mereka bisa dapat berkomunikasi. Namanya juga Zea masih manusia, jadi perlu waktu untuk mempelajari itu.


Zea juga sedang menunggu surat dari Morin, tapi sepertinya itu tidak mungkin. Masa Morin mau melakukan itu, tidak mungkin kan. Zea sangat bosan, dia butuh hiburan.


"Apa aku pergi ke pusat kota, ya?"gumam Zea, dia kemudian bergegas memakai baju khas Putri Kerajaan dan memakai jubah, tidak lupa Zea membawa satu kantung koin, jaga-jaga jika Zea butuh sesuatu disana. Kemudian Zea mencari Karla, tapi sayang Karla tidak ada, dia sedang sibuk, jadinya Zea pergi sendiri.


Saat Zea turun ke bawah untuk pergi,Zea ingin berpamitan dengan Anthony,tapi Anthony ada di lantai atas.Sial, kenapa di sini tidak ada lift, jadinya kan susah naik-turun terus. Mau tidak mau Zea juga harus berpamitan, kan.Kemudian Zea pergi ke atas untuk menemui Anthony, tapi saat ingin ke atas Zea bertemu dengan Billy, ini bagus, Zea dapat berpamitan dengan Billy juga, kan.


Zea pun berbicara pada Billy kalau dia mau ke pusat kota dan Zea tidak sempat untuk mengatakannya pada Anthony, jadi Billy akan mengatakan pada Anthony. Zea pun pergi ke pusat kota, ini memang sebuah keberuntungan. Zea bertemu dengan Luis dan Lucas, katanya mereka berdua mau ke pusat kota, mereka juga ada urusan. Jadi Zea pergi bersama dengan Si Kembar.


Mereka pergi bersama ke sana,mereka pergi ke pasar dahulu, Zea ingin makan camilan di sana. Sedangkan Luis dan Lucas pergi ke suatu bangunan, bangunan yang sudah tua, seperti toko antik saja. Atau memang toko antik, ya? Tempat itu lumayan sudah lama, mungkin iya. Zea juga ikut masuk ke toko itu, ini memang benar toko antik.


Ada banyak barang-barang kuno yang seperti sudah lama sekali, Zea tidak tahu sih barang-barang apa itu, tapi jika dilihat dari bentuknya, itu memang barang-barang kuno.


Ada pria tua yang menjaga toko itu, dia memiliki rambut dan janggut yang bewarna putih nan panjang, sepertinya pria itu sudah tua sekali, namanya adalah Hugo. Nama yang aneh, pria itu juga memiliki wajah yang lumayan seram, mungkin karena janggutnya.


"Hei, kenapa kita ke sini?Kalian sedang mencari apa?" kata Zea, dia juga melihat beberapa barang yang antik, Zea sekarang sedang memegang sebuah jam gantung, jam itu sudah tua, biasanya itu di taruh di saku.


"Kau tidak lihat? Kami sedang mencari, Ze" kata Lucas, dia memeriksa sebuah timbangan, timbangan bewarna perunggu yang sudah tua, tapi bagus juga.


"Memangnya kalian sedang mencari apa?" tanya Zea penasaran, dia bahkan memaksa untuk melihat apa yang Si Kembar cari.


"Aku tidak tahu namanya. Tapi Ayah bilang harus mencari di sini"kata Luis, dia sedang bingung mencari.


"Saya akan membantumu pangeran, jika pangeran tidak tahu namanya, mungkin bisa sebutkan ciri-cirinya saja" kata pria tua itu, Hugo,dia tersenyum pada Si Kembar dan Zea dari belakang mereka.Sebenarnya jika dia tersenyum seperti itu, rasanya seperti mengintimidasi saja.


"Ohh.. Kalau itu..Barang ini memang sudah lama, fungsinya untuk menghubungi seseorang, kita dapat melihat wajah seseorang itu dan juga... Kita dapat berkomunikasi melewati barang ini" kata Luis, dia mencoba mengingat-ingat.


"Kalian di suruh Ayah untuk mencari ini"tanya Zea, sekarang dia paham apa yang Luis dan Lucas cari.


"Yeah,kami memang di suruh Ayah. Apakah ada Tuan Hugo?"tanya Lucas.


"Jika mendengar cerita Pangeran, sepertinya ada, saya akan mencarinya dahulu, Pangeran.. Putri.. " kata Hugo, dia kemudian pergi ke dalam dengan jubah yang terseret dilantai, entah kenapa jika melihat Hugo, Zea jadi ingat penyihir. Lalu tak lama kemudian, Hugo sudah membawa kotak yang lumayan besar, dia kemudian meletakkannya di meja yang ada di sana,Si Kembar dan Zea pun menghampiri Hugo untuk melihat isi kotak itu.


Ternyata di dalam kotak itu terdapat sebuah benda-benda aneh, cermin dan batu permata yang penuh dengan hiasan. Cermin itu cukup besar dan penuh dengan ornamen bewarna perak, sedangkan baru permata itu di sampingnya penuh dengan ornamen dan hiasan bewarna emas,untuk batunya bewarna ungu.


"Sepertinya benar,alat ini yang kami cari" kata Luis, dia kemudian memegang cerminnya, tapi entah kenapa Zea merasa kalau ini cermin biasa dan batu permata itu mirip bros.


"Saya rasa ini memang alat yang Pangeran dan Putri cari, alat ini sangat langka.Karena untuk membuat alat ini butuh sihir yang langka, jadi alat ini berhenti diproduksi karena itu" kata Hugo.


"Aku akan membeli yang cermin dan yang permata, masing-masing tiga dulu" kata Luis,dia kegirangan mendapatkan barang yang ia cari itu.


"Kalau kurang, kau masih ada lagi, kan? Kami akan membelinya lagi jika ini tidak cukup" kata Lucas, dia juga sama senangnya dengan Luis. Hugo pun juga senang karena barang yang amat mahal ini dibeli, Zea pun juga dengan ini dia dapat berkomunikasi dengan Gabriel dan Keluarga.




'IREMIA FAMILY'



Victor



Sophie



Hazel



Chester


'Dan ini adalah foto visual Karla, pelayan yang khusus untuk Zea'



Karla