
Di kamar Zea, Zea hanya menatap halaman istana di jendela kamarnya.Suara yang si dengar dari liar kamar Zea pun membuat Zea merasa jengkel, sebab para pembantu dan pelayan istana membisik-bisikkan dirinya.
Testing siapa dia, dari mana anaknya, kenapa salah satu ma tanya bewarna ungu seperti keluarga Kerajaan Echthra, dan masih banyak lagi. Tapi untungnya kalau soap matanya Zea sudah terbiasa, karena di bumi pun dia memang seperti itu.
TOK.... TOK... TOK....
Terdengar suara ketukan pintu di balik kamar Zea, Zea tanpa ada perasaan apa pun mengijinkan mereka masuk.Saat masuk terlihat lah anak laki-laki yang tadi saat ada di perbatasan.
"Ohh.. " kata Zea kaget saat melihat anak itu.Anak laki-laki itu pun hanya bersikap dingin data, dia langsung mendekati Zea.
"Siapa kau? " kata anak itu tanpa basa basi dan bicaranya terang terangan, itu pikir Zea.
"Namaku Zea, dan kau?"tanya balik Zea.
"Eden, kenapa kau memanggil Ayah kami dengan sebutan ayah?Kami sudah merundingkan hal ini, Ayah kami tidak biasa-biasanya seperti itu?" kata Eden.
"Aku..... " kata Zea yang ucapannya terhenti ketika ada suara ketokan pintu. Masuk lah seorang pelayan, pelayan yang kelihatannya masih muda.Pelayan itu menyuruh Eden dan Zea pergi, karena dipanggil Anthony.
Jadi Zea dan Eden pergi bersama-sama ke tempat Anthony berada.Mereka pergi ke ruang makan sekaligus tempat untuk bercerita,mungkin.Karena tempat itu luas sekali bahkan muat untuk sepuluh orang.
Anthony sedang duduk di kursi paling depan dan using serta bangku paling besar dengan wajah yang serius. Charlotte juga disana tapi dia dalam wajah yang habis menangis fan mulai yang sudah sekaligus marah.
Ada juga anak laki-laki Kembar dan gadis yang cantik itu duduk disana. Suasana nya tidak bagus dan membuat Zea dengan mereka canggung kecuali Anthony. Apalagi Ratu Charlotte itu menatap Zea dengan perasaan benci dan marah,intinya Ratu Charlotte tidak mau melihat Zea.
"Jadi Ayah kumpulkan kalian di sini,Ayah ingin perkenalkan kalian pada adik kalian ini" kata Anthony sambil menatap Zea.
"Apa? Adik?" kata gadis cantik itu yang sepertinya kaget, lalu dia menatap Zea yang tidak percaya dengan apa yang Anthony katakan.
"Yeah,adik kalian. Walaupun dia keturunan manusia dan beda ibu, Ayah ingin kalian menyayanginya. Kamarnya Zea, dan Zea mereka Eden, kakak tertuamu dan kakak keduamu si Kembar Luis dan Lucas, serta ini Veronica" kata Anthony.
"Ayah ingin kalian semua akur, ya! Dan Eden Ayah ingin bicarakan sesuatu denganmu. Ayo ikut Ayah!" kata Anthony sambil pergi di ikuti Eden pergi.
Di saat mereka baru pergi, suasana men jadi canggung. Ratu Charlotte bahkan hanya pergi begitu saja, Veronica hanya menatap Zea tajam.Dia langsung pergi menusul ibunya. Lalu si Kembar hanya menatap Zea, setelah itu mereka mulai angkat bicara.
"Eee.. Kau Zea, kan? Kami akan mengajakmu berkeliling"kata Luis.
"Yeah, itu lebih baik daripada kau tidak ada kerjaan di sini" kata Lucas.
"Ba-Baiklah" kata Zea ragu-ragu. Mereka pergi bertiga, sebelum pergi si Kembar menyuruh Zea berganti pakaian tapi Zea tidak mau karena itu gaun, Zea, kan anak tomboy jadi dia hanya memakai jubah saja.
Pertama mereka pergi ke halaman istana, pergi ke taman,jalan-jalan di kita.Zea di saat bersamaan menikmatinya dan juga canggung dengan Luis dan Lucas.
Saat sudah sore, mereka mulai pulang. Saat perjalanan pulang Zea, Luis, dan Lucas duduk di bangku pinggir kota sambil makan-makanan ringan.
"Yeah, itulah sebabnya tadi ibu hanya diam saja dan sepertinya marah padamu" tambah Lucas.
Zea hanya menundukkan kepala dan sedetik kemudian dia mengangkat kepalanya.
"Aku juga kaget kalau Aku punya saudara tiri, tapi memang ini lah kebenarannya" kata Zea.
"Iya,kami juga tahu, kami sedang berusaha menerimanya" kata Luis.
"Tapi kenapa kau tidak kesini bersama ibumu? " tanya Lucas penasaran.
"Ibuku sudah meninggal, saat umurku 2 bukan" kata Zea.
Mereka berdua kaget mendengar apa yang Zea katakan. Mereka kalian pada Zea karena mendengar ucapannya Zea, ini membuat Zea tidak suka. Zea tidak suka direndahkan seperti ini.
"Apa? Jangan seperti itu padaku! Aku tidak suka ditatap seperti itu" kata Zea yang melihat ekspresi Luis dan Lucas yang kalian pada Zea.
"Kalian ini tidak seperti yang lainnya, ya?" tambah Zea.
"Memangnya yang lain kenapa?" kata Lucas penasaran sambil tersenyum pada Zea.
"Bukan begitu, intinya beda sajalah" Kata Zea yang malu akan ucapannya.
"Hahaha..... kau ternyata lucu sekali, ya?" kata Luis tertawa melihat kelakuan Zea.
Pipi Zea sampai merah karena ledekan dari Luis dan Lucas, Ia merasa sangat sengaja dengan hal ini. Memang Luis dan Lucas itu seru dan sangat senang jika diajak bicara, dari wajahnya pun sudah kelihatan tapi kalau saat bertarung mereka terlihat menyeramkan.
Setelah bercanda ria disana, mereka pulang ke istana Echthra. Zea senang akhirnya Ada orang yang akan dengannya, tapi sepertinya Zea tidak bisa akur dengan dua kakak tirinya yang lain. Ini masalah yang harus Zea pikirkan.
Saat ini Zea dan kakak kembarnya sedang pergi ke kamar masing-masing. Mereka akan bersiap-siap mandi, setelah mandi Zea sedang duduk di sofa yang disediakan di sana.
Sepertinya Zea harus beradaptasi dengan tempat yang akan Ia tinggali, Khususnya dengan Ratu Charlotte dan dua kakak tirinya yang lain. Saat sedang memikirkan itu Zea dipanggil untuk makan, tapi dia merasa canggung dengan pelayan itu sebab pelayan itu memanggil Zea "Tuan Putri", itu agak aneh.
Tapi bagaimana lagi dia harus membiasakannya, mungkin saja pelayan itu memanggil Zea tuan putri karena sudah diberitahu Anthony jadi mereka sekarang memanggil Zea tuan putri.Dan untuk yang lain yang laki-laki dengan panggilan pangeran.
•
•
'Halo, semuanya yang membaca novel ini,Aku ingin berterimakasih telah membaca nya walaupun mungkin sedikit atau bagaimanalah, ya. Aku mau minta maaf jika mungkin Ada tulisanku yang aneh atau susah dipahami karena Aku baru untuk pengguna aplikasi ini. Dan Aku mau minta sana kalian semua untuk meninggalkan komentar dan like ya, untuk selebihnya terimakasih'