Two Worlds Adventure

Two Worlds Adventure
Terlambat



Acara yang dinantikan semua orang itu akan segera di mulai, diiringi dengan suara lonceng yang keras, Zea yang pertama kali mendengar ini pun kaget dengan suara lonceng itu. Karla yang melihat Zea yang kaget itu hanya dapat tertawa kecil melihatnya.


Sedetik kemudian Anthony datang bersama dengan Billy dan dua prajurit lainnya, dia datang menghampiri Zea sebelum acara dimulai. Wajah Anthony sangat pucat, dia terlihat tidak seseram seperti biasa.Dia duduk di sebelah Zea, Anthony kemudian melihat Zea singkat dan membelai rambut Zea.


Tanpa diduga Anthony memeluk Zea sehingga membuat semua orang yang melihatnya kaget bukan main. Karena Zea tahu apa yang akan terjadi, dia hanya membalas pelukan Anthony. Zea tidak tahu harus berkata apa, lagi pula Zea juga harus pura-pura tidak tahu.


Sesaat kemudian, Anthony melepas pelukannya. Dia memandang Zea lagi, sudah Zea duga, pasti hukumannya akan berat. Kalau tidak, kenapa wajah Anthony sampai pucat pasi.


"Kau akan baik-baik saja, Zea. Ayah akan memastikan kau baik-baik saja" kata Anthony sembari memegang pipi Zea,dia kelihatan sangat ketakutan dan takut Zea kenapa-napa.


"Justru Ayah yang kelihatan tidak baik-baik saja" kata Zea, dia juga merasa khawatir terhadap ayahnya.


"Ayah baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir. Acara akan segera dimulai, Ayah pergi. Dan Zea nanti kakak-kakakmu akan menjemputmu di sini" kata Anthony kemudian dia beranjak berdiri dari tempat duduknya.


Saat Anthony akan pergi, Zea menghampiri Anthony dan memeluknya dari belakang. Zea merasa tidak ingin melepas pelukan itu, Anthony yang melihat ini pun juga tidak ingin melepaskannya. Lalu Anthony berbalik badan dan mengusap kepala Zea dengan lembut.


"Ayah.. Aku ingin bersama Ayah!" kata Zea, suara Zea sangat manja sekali, beda dengan Zea yang biasanya.


"Ada apa? Ayah harus pergi" kata Anthony, kemudian dia menundukkan kepalanya sehingga sejajar dengan Zea. Dan saat itu pula, Zea kemudian mencium pipi Anthony, sehingga membuat Anthony kaget. Lalu dia melakukan hal sama dengan Zea, sebagai balasannya.


"Ayah jangan khawatir. Aku merasa cemas jika Ayah seperti itu" kata Zea, kemudian Anthony pun pergi dari tempat itu, Zea kemudian melambai pada Anthony, Anthony pun membalasnya dengan senyuman. Senyuman Anthony tidak terlihat ketika pintu di ruangan itu perlahan tertutup.


Beberapa saat Zea tersenyum, tapi kemudian dia langsung kembali ke tempat tempat duduknya. Dia merasa sedih dan cemas dengan hukuman itu, apalagi Anthony juga akan mendapatkan hukuman yang sama dengan Zea. Karla yang melihat itu hanya dapat menenangkan Zea dengan menepuk-nepuk bahu Zea.


Dia sisi lain, semua orang berkumpul di salah satu ruangan. Ruangan ini berbeda dengan ruangan yang lain, tempat ini lebih besar dan mewah,tempat ini juga mirip seperti tempat sidang di bumi. Tapi kalau lebih besar dan mewah juga iya, intinya seperti melakukan sidang dibumi.


Pertama, sebelum acara di mulai suara lonceng besar di bunyikan. Lalu semua orang berkumpul di ruangan itu, di tempat duduk masing-masing, di ruangan itu terdapat beratus-ratus tempat duduk. Dipaling depan seorang Mesazon duduk di kursi depan, di depan tersedia tiga tempat duduk dengan lambang kerajaan masing-masing. Raja Victor duduk di kursi Kerajaan Iremia, lalu Raja Eryk duduk di Kerajaan Thanatos.


Karena yang sekarang dihukum Anthony, jadi yang mewakili Kerajaan Echthra adalah Pangeran pertama, atau Pangeran Eden. Dia yang menggantikan Anthony, kalau di lihat-lihat Eden jika duduk di sana sangat mirip dengan Anthony, sosoknya yang dingin dan berwibawa tidak heran jika di cocok di sana.


Mesazon berdiri disini samping tempat duduk para Raja, lalu di depan tempat duduk para Raja. Ada beberapa tempat duduk mungkin itu tempat duduk untuk orang yang akan dijatuhi hukuman. Mereka semua sudah berada di tempat duduk masing-masing, Anthony ditemani oleh Billy di samping tempat duduknya. Seharusnya Zea duduk di situ.


Tapi Anthony tidak ingin Zea mendengar apa yang dikatakan tentangnya dalam acara ini. Jadi hanya Anthony saja yang duduk disana, sedangkan yang lain duduk paling depan barisan para tamu yang melihat. Zea yang berada di ruangan lain hanya dapat berharap jika dia baik-baik saja.


"Yang Mulia, selamat datang di Mazevo. Saya berterimakasih kepada semua tamu undangan yang telah datang. Berkumpulnya kita disini kita akan melaksanakan hukuman bagi Yang Mulia Raja Anthony dari Kerajaan Echthra dan Putri Zea dari Kerajaan Echthra. Mereka berdua telah melakukan kesalahan yang amat besar, terutama Yang Mulia Raja Anthony, dia sudah berbuat salah. Jadi kita akan mulai hukuman yang pertama untuk Yang Mulia Raja Anthony" kata Mesazon, dia maju berpidato sebentar untuk memulai acara.


"Saya persilahkan untuk Yang Mulia Raja Victor untuk memberikan hukuman bagi Yang Mulia Raja Anthony" kata Mesazon, dia kemudian mundur ke belakang agar Raja Victor dapat maju ke depan.


Raja Victor kemudian mengatakan kata-kata aneh,seperti Bahasa mereka. Lalu Anthony pun menjawab, tapi seperti Anthony mengakuinya. Lalu semua Raja termasuk Eden, dia membawa sebuah buku besar dengan segel dan ditengahnya terdapat baru permata bewarna silver. Kemudian mereka semua memegang buku itu, lalu mereka memegangnya dia atas kepala Anthony.


Lalu mengucapkan kata aneh atau bahasa mereka,ini bukan bahasa yang Zea ketahui. Dia tidak tahu apa artinya, sebenarnya Zea juga mendengar apa yang ada di acara itu, karena ruangan Zea dan acara itu dia atas dan di bawah, jadi Zea mendengarnya.


Dia sebenarnya sedang pura-pura tidur, di ruangan yang Zea tempati ada tempat duduk atau sofa dan tempat tidur, karena Zea bangun pagi-pagi sekali.Jadi dia juga mengantuk dan tidur disana, sedangkan Karla menemani Zea tidur, dia duduk di sofa yang telah disediakan.


Zea memang tidur tapi dia terbangun karena suara di acara itu, jadi Zea terbangun. Dia sengaja mendengar apa yang dibicarakan disana tapi tidak bisa, karena mungkin Yutaka ada Zea, jadi mereka menggunakan bahasa mereka. Sial sekali,padahal Zea ingin tahu apa hukumannya, dia juga khawatir apa yang terjadi pada Anthony.