
Dalam suatu ruangan di basecamp, Ega sedang duduk di depan Zea dengan kaki yang dilipat,dia tersenyum melihat wajah Zea yang menatapnya tajam. Tentu lah, karena Zea sangat kesal padanya.
"Kau pasti senang sekali,ya...Akan mendapatkan uang yang banyak dan sebuah anak buah baru..." Kata Zea dengan nada yang mengejek dan kesal.
"Ahaha...Hah...Lucu sekali, padahal kau sedang di culik,tapi kau tidak menunjukkan ekspresi wajah yang takut,malah kau menunjukkan ekspresi yang marah... Sungguh menarik" kata Ega sembari mendekati Zea sehingga wajah mereka saling berdekatan.
"Menurutmu? Kenapa aku harus takut dengan pengecut sepertimu.." kata Zea dengan amat sangat merendahkan. Ini membuat Ega semakin senang dengan Zea,dia kemudian memegang dagu Zea dan menatap nya tajam.
"Kau tahu? Aku tidak segan-segan membunuhmu sekarang,maka dari itu jaga sikapmu, paham!"ancam Ega,dia kemudian melepaskan dagu Zea dengan kasar. Ini membuat Zea kesal, sebenarnya walaupun oleh nya Zea dilukai Zea juga akan baik-baik saja,ingatlah bahwa Zea setengah manusia dan setengah makhluk fantasi yang memiliki sihir yang kuat.
"Aku tidak peduli, mau kau melukaiku atau membunuhku..." Kata Zea pasrah,dia memang tidak terlalu memikirkan keselamatannya,tapi keselamatan Alex yang penting.
Lalu tak lama kemudian,salah satu anak buah Ega menghampiri nya dan mengatakan kalau Alex Sudan tiba dan ia sudah dipastikan datang sendiri karena yang mereka lihat Alex datang sendiri.
Walaupun tidak, Ega pun langsung tersenyum, sedangkan Zea merasa khawatir akan Alex.
"Bagus.Kau duduk lah manis disini dan jaga sikapmu,ya! Awasi dia!" Kata Ega sembari menoleh pada anak buah yang di samping Zea,ia kemudian pergi meninggalkan mereka.
Seperti yang dikatakan bahwa Alex tidak sendiri, Gabriel dan yang lain sedang di kejauhan basecamp sedang mengawasi situasi disana. Ada banyak anak buah Ega yang menjaga di luar basecamp sehingga membuat mereka kesulitan untuk masuk ke basecamp.
"Akhh...Sialan, kenapa ada banyak sekali anak buah Ega?"kata Faisal yang kesal dengan mereka semua.
"Kalau begini caranya, bagaimana kita menjalankan rencananya?" kata Reza yang sama kesalnya dengan mereka.
"Eum... Bagaimana kalau aku yang mengecek dulu,nanti setelah itu aku akan kembali ke sini lagi"usul Gabriel dengan suara yang agak ragu,dia dari tadi mendengarkan pembicaraan mereka.
"Kau yakin? Jika dilihat memang kau kecil jadi mudah untukmu masuk ke sana mengecek kondisi,ide bagus" kata Reza yang menyetujui usulan Gabriel.
"Kau lumayan pintar juga ya..Hehe...Eh,aku tahu ini bukan saat yang tepat untuk membicarakan ini,tapi wajahmu cukup familiar..." Kata Faisal yang sadar akan wajah Gabriel yang familiar.
"Yeah... Mungkin wajahku pasaran-... Sudahlah,ayo kita segera menjalankan rencana kita dulu!" Kata Gabriel yang mengalihkan pembicaraan.
"Yah mungkin saja, baiklah. Hati-hati jangan sampai ketahuan,kami akan menunggumu disini" kata Reza. Akhirnya mereka pun menjalankan misi mereka, mereka bertiga berkomunikasi dengan headset yang Gabriel bawa agar berkomunikasi terus. Untungnya Gabriel memakai Hoodie hari ini,jadi ia memakai nya untuk menutupi wajahnya.
Pertama-tama sebelum Gabriel masuk, Faisal membuat suara di seberang jalan agar mengalihkan mereka di depan. Dengan melemparkan barang-barang bekas disana cukup membuat suara yang keras. Karena total ada 6 anak buah Ega yang menjaga,jadi yang mengeceknya hanya 2 orang saja.
Dan semua anak buah disana fokus pada suara itu,ini kesempatan Gabriel untuk menyusup masuk melewati jendela di samping rumah basecamp. Gabriel bisa masuk dengan mudah, di dalam sepi dan tidak ada anak buah disana.
"Oke, pastikan kau tetap waspada..."kata Reza, Gabriel pun langsung menuju daerah yang sepi dan lumayan menyeramkan. Gabriel berjalan ke sebuah lorong yang gelap,dia beberapa kali bertemu dengan salah satu anak buah yang berjaga, Gabriel bahkan sampai ketahuan, untung nya dia lincah sekali menghindar.
Tapi Gabriel merasa aneh dan kaget ketika ia melihat seorang wanita di sana, rambutnya yang panjang berantakan dan cukup kejam,tapi ia cantik walaupun bagi Gabriel, Zea lah yang cantik. Wanita itu pergi diam-diam sembari memperhatikan sekitar, gerak-gerik nya ini seperti ia takut akan ada orang yang melihat nya.
Melihat ini Gabriel jadi curiga,dia pun berinisiatif pergi mengikuti wanita itu, tahu-tahu ia menuju ruangan tempat Zea diculik. Tapi baru saja sesaat Gabriel mengikuti wanita itu, Gabriel mendengar suara yang cukup keras di salah satu ruangan tepat di ujung lorong.
Suara itu seperti suara perkelahian dan bantingan beberapa barang yang cukup keras,suara itu pun yang membuat Gabriel terlonjak kaget karena saking kagetnya.
"ASTAGA..."teriak Gabriel yang kaget, teriakan Gabriel ini cukup lah keras. Karena sadar apa yang ia lakukan, Gabriel sesegera menutup mulutnya dan memastikan tidak ada orang yang mendengarnya.
"Hei...Hei,ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Kata Reza ikut kaget,ia juga panik takut Gabriel ketahuan karena teriakan Gabriel yang cukup keras itu. Itu juga membuat salah satu anak buah Ega sadar akan keberadaan Reza.
"Maaf,aku tadi hanya kaget saja. Aku mendengar suara benda yang berjatuhan di slaja satu ruangan,aku akan berusaha mengecek itu" kata Gabriel sembari menghampiri ruangan itu.
"Ah..Iya, hati-hati dan jangan membuat ku kaget lagi,kau membuatku hampir ketahuan" kata Reza sembari melihat sekeliling untuk memastikan dia tidak dicurigai.
"Iya" kata Gabriel dengan suara yang pelan,dia kemudian berjalan menuju ruangan itu dengan pelan dan perlahan, sembari melihat keadaan. Setelah sampai di pintu depan, Gabriel pun melihat cela pintu. Ia melihat anak-anak buah Ega yang sedang terbaring kesakitan.
Gabriel pun membuka nya perlahan dan mencoba untuk masuk, kira-kira siapa yang membuat anak buah Ega seperti ini, padahal Reza dan Faisal sedang ada di luar. Baru saja Gabriel masuk ia sudah di kagetkan pukulan dari belakang.
BUKK
"Kena kau, makanya jangan berani-beraninya padaku" kata Veronica yang memukul Gabriel dari belakang,ia tidak sadar siapa yang ia pukul tadi.
"Eh...Wajahnya terlihat familiar,Ha? Gabriel?" Kata Veronica yang panik karena ia salah pukul, Gabriel pun terbaring lemas di lantai meringis kesakitan kare ayam pukulan Veronica itu.
"Aww...Ini aku Veronica...Akh..." Kata Gabriel yang kesakitan. Veronica pun membantu nya duduk dan memastikan tidak ada luka yang serius pada Gabriel. Reza pun juga panik mendengar Gabriel yang kesakitan,dia langsung panik dan menanyakan terus apa yang terjadi.
"Aku tidak apa-apa kak,hanya saja..Aww...Aku menemukan Veronica..Aww..Dia baik-baik saja" kata Gabriel yang masih sakit.
"Bagaimana kau bisa ada disini?" Tanya Veronica bingung.
"Aku datang untuk menyelamatkan kalian,aku bersama dengan teman-temannya kak Alex" kata Gabriel yang sudah sedikit enakan.
"Jadi Alex sudah datang ke sini?Wah gawat kalau begitu" kata Veronica yang panik karena rencana nya gagal.